Mataram — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa MTsN 3 Mataram. Ananda Hamada Mylove Faqya Putri Langitan berhasil meraih sejumlah prestasi dalam bidang Bahasa Inggris melalui berbagai kompetisi tingkat daerah hingga nasional.
Capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi madrasah sekaligus bukti bahwa siswa MTsN 3 Mataram memiliki potensi akademik yang mampu dikembangkan melalui pembinaan, latihan, dan keberanian mengikuti berbagai kompetisi.
Hamada berhasil meraih Medali Emas NTB Science Competition 2026 bidang Bahasa Inggris jenjang SMP/MTs se-Nusa Tenggara Barat. Kompetisi tersebut dilaksanakan di Kota Mataram pada 6 Mei 2026.
Prestasi berikutnya diraih dalam Festival Olimpiade Siswa Berprestasi Indonesia (FOSBI) 2026. Pada kompetisi yang dilaksanakan 23 Agustus 2026 tersebut, Hamada kembali menunjukkan kemampuannya dengan meraih Medali Emas bidang Bahasa Inggris tingkat SMP.
Tidak berhenti sampai di sana, Hamada juga berhasil meraih Medali Perak dalam Kompetisi Akademik Sains, Matematika, IPS, dan Bahasa Inggris ke-2 bidang Bahasa Inggris Level D (Kelas 7–9). Kompetisi tersebut dilaksanakan pada 9 Agustus 2026 di Rayon Mataram dan diikuti peserta dari jenjang TK, SD, hingga SMP tingkat kota/kabupaten.
Tiga capaian tersebut menunjukkan konsistensi Hamada dalam mengembangkan kemampuan akademiknya, khususnya di bidang Bahasa Inggris. Prestasi yang diraih tidak hanya menjadi penghargaan bagi dirinya, tetapi juga membawa nama baik keluarga dan MTsN 3 Mataram.
Sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang telah diraih, MTsN 3 Mataram melaksanakan serah terima piala dan penghargaan kepada Hamada Mylove Faqya Putri Langitan pada Selasa, 15 September 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung di lapangan MTsN 3 Mataram dan disaksikan oleh seluruh warga madrasah, mulai dari Kepala Tata Usaha (KTU), guru, staf, hingga seluruh siswa.
Momen penyerahan penghargaan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun budaya prestasi di lingkungan madrasah. Apresiasi diberikan bukan hanya sebagai penghargaan atas keberhasilan Hamada, tetapi juga sebagai motivasi agar siswa lainnya terdorong untuk mengikuti jejak positif tersebut.
Di hadapan seluruh warga madrasah, Kepala MTsN 3 Mataram, H. Marzuki, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas prestasi yang telah diraih Hamada.
H. Marzuki mengajak seluruh warga madrasah untuk menjadikan prestasi tersebut sebagai momentum untuk terus mempersiapkan dan mengembangkan potensi siswa.
"Anak-anakku yang perlu kita cintai, pagi ini mari kita bersyukur atas apa yang telah diraih. Mari sama-sama mempersiapkan diri untuk jalur prestasi," ujar H. Marzuki.
Menurutnya, prestasi yang diraih siswa pada masa madrasah dapat menjadi bekal penting untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Karena itu, siswa perlu terus mengembangkan kemampuan dan mempersiapkan diri sejak dini.
"Persiapan untuk jalur prestasi. Prestasi mau ke mana? Mau melanjutkan ke mana, atau bahkan ke luar negeri. Kalau SMA-nya langsung kuliah ke luar negeri, luar biasa," ungkapnya.
Kepala MTsN 3 Mataram menekankan bahwa prestasi tidak datang secara instan. Keberhasilan yang diraih siswa harus dipertahankan dan dikembangkan melalui latihan yang konsisten.
Ia mengingatkan siswa agar tidak berhenti belajar setelah memperoleh penghargaan. Sebaliknya, prestasi tersebut harus menjadi pemicu untuk terus meningkatkan kemampuan.
"Prestasi itu harus berlatih. Harus melakukan beberapa latihan-latihan," tegasnya.
Pesan tersebut menjadi penting bagi seluruh siswa MTsN 3 Mataram bahwa keberhasilan dalam sebuah kompetisi bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal untuk mencapai prestasi berikutnya.
H. Marzuki juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Hamada yang telah memberikan kontribusi positif bagi lembaga melalui prestasi yang diraihnya.
"Kami menyampaikan beribu terima kasih kepada anak-anak kami yang telah mengembangkan diri dan telah memberikan prestasi untuk lembaga," tuturnya.
Ia menilai bahwa setiap prestasi yang ditorehkan siswa akan menjadi bagian dari perjalanan dan sejarah madrasah.
"Yakinlah, apa yang dilakukan hari ini, apa yang diraih, menjadi catatan sejarah setelahnya," kata H. Marzuki.
Lebih jauh, H. Marzuki berharap prestasi Hamada dapat menjadi pendorong semangat bagi siswa lainnya untuk berani mengembangkan potensi masing-masing.
Ia mengajak seluruh siswa MTsN 3 Mataram untuk terus belajar, berlatih, dan mengasah kemampuan sesuai dengan bidang yang diminati.
"Mudah-mudahan prestasi ini menjadi pendorong semangat bagi yang lain untuk terus mengasah diri, untuk terus belajar menjadi yang lebih baik," pesannya.
Menurutnya, keberhasilan seorang siswa merupakan kebanggaan bersama. Prestasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa lingkungan madrasah dapat menjadi ruang yang mendukung siswa untuk mengembangkan bakat dan kemampuan akademiknya.
H. Marzuki juga memberikan apresiasi kepada para pembina dan pihak-pihak yang telah memberikan kesempatan serta dukungan kepada siswa untuk mengikuti berbagai kompetisi.
"Terima kasih kepada anak-anak kami dan juga kepada pembina, pelaku, atau siapa pun yang telah memberikan peluang bagi anak-anak kita sehingga menorehkan sesuatu yang luar biasa," ujarnya.
Dukungan pembina, guru, dan madrasah memang menjadi bagian penting dalam perjalanan prestasi seorang siswa. Kesempatan mengikuti kompetisi memberikan pengalaman berharga bagi siswa untuk mengukur kemampuan, meningkatkan kepercayaan diri, sekaligus belajar menghadapi tantangan secara sportif.
Prestasi Hamada menjadi pengingat bahwa setiap kerja keras yang dilakukan dengan sungguh-sungguh akan meninggalkan jejak. Dari lapangan madrasah, piala dan penghargaan itu bukan sekadar simbol kemenangan, tetapi juga pesan kepada seluruh siswa bahwa prestasi dapat diraih melalui keberanian untuk mencoba, ketekunan untuk berlatih, dan kemauan untuk terus belajar menjadi lebih baik.
0 Komentar