Selamat datang di website MTsN 3 Mataram, Madrasah Uswah (Unggul, Santun, ber-Wawasan, ber-Akhlak dan Handal)

Tanah Liat dan Ilmu: Cerita Penuh Makna di Jumat Pertama Madrasah

Imtaq Jum'at

Mataram — Memulai tahun ajaran baru dengan semangat religius dan pembentukan karakter menjadi salah satu prioritas utama di MTsN 3 Mataram. Hal ini terlihat dari pelaksanaan kegiatan Imtaq (Iman dan Taqwa) Jum’at Perdana Tahun Pelajaran 2025/2026 yang dilaksanakan pada hari Jumat, 18 Juli 2025. 


Kegiatan ini diikuti oleh seluruh warga madrasah—guru, staf tata usaha, hingga seluruh siswa, termasuk peserta didik baru kelas VII yang baru menyelesaikan masa orientasi MATSAMA.


Seperti tradisi baik yang telah mengakar di MTsN 3 Mataram, kegiatan Imtaq dimulai dengan shalat Dhuha, dilanjutkan dengan pembacaan surat Yasin, zikir, dan doa bersama. Rangkaian ini bukan hanya rutinitas spiritual semata, namun menjadi pondasi dalam membentuk pribadi siswa yang kuat dalam akidah, beradab dalam pergaulan, dan disiplin dalam belajar.


Pukul 07.00 WITA, seluruh siswa telah memenuhi halaman utama madrasah dengan mengenakan pakaian seragam rapi dan wajah cerah penuh semangat melaksanakan sholat dhuha. Suasana heningpun dan penuh khusyuk menyelimuti area madrasah saat lantunan ayat suci Al-Qur’an dan zikir bersama menggema. Kegiatan spiritual ini dipandu oleh pengurus OSIM.


Bagi siswa baru, momen ini menjadi pengalaman pertama menjalani tradisi Imtaq di lingkungan madrasah. Beberapa dari mereka mengaku terkesan dengan kekhidmatan dan kekompakan yang ditunjukkan oleh kakak-kakak kelas dan para guru.


Usai doa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah oleh Kepala MTsN 3 Mataram, H. Marzuki. Dalam ceramahnya yang lugas, santai, dan sarat makna, beliau menyampaikan pesan-pesan penting kepada seluruh siswa dan guru. Ceramah ini sekaligus menjadi pembukaan pembinaan kepribadian siswa baru melalui pendekatan religius.


“Alhamdulillah, kita patut bersyukur kepada Allah SWT yang masih memberi kita iman, Islam, kesehatan, dan kesempatan. Hari ini, Jumat yang penuh keberkahan, kita memulai perjalanan baru dengan kegiatan pembentukan iman dan takwa. Semoga membawa keberkahan bagi kita semua,” ujarnya mengawali ceramah.


Tidak hanya itu, ia juga mengajak semua yang hadir untuk memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW sebagai bentuk kecintaan dan harapan syafaat kelak di hari kiamat.


Namun, bagian yang paling menarik perhatian siswa adalah ketika H. Marzuki menyampaikan kisah inspiratif tentang tanah liat. Cerita ini dikemas dengan gaya bercerita yang menghibur, namun penuh makna dan relevansi terhadap proses belajar siswa.


Dalam kisah tersebut, tanah liat yang berada di lapisan bawah tanah diumpamakan sebagai diri para siswa. Untuk menjadi barang bernilai tinggi seperti kendi, guci, atau gerabah, tanah liat harus melalui proses panjang dan melelahkan: digali, dijemur, dihancurkan, diolah, dibentuk, dibakar, diampelas, dicat, dan dipoles. Bahkan setelah jadi pun, tidak semua langsung dijual, tapi harus disortir untuk dikirim ke pasar lokal hingga ekspor ke luar negeri.


“Kalian, wahai anak-anakku, adalah seperti tanah liat. Untuk menjadi orang besar, mulia, dan bermanfaat, kalian harus rela ditempa, dididik, dan dibentuk. Jangan malas. Jangan protes. Semua ini bagian dari proses agar kalian memiliki nilai,” tegasnya.


Pesan tersebut sangat relevan dengan kondisi siswa baru yang sedang dalam masa penyesuaian terhadap lingkungan madrasah. Dengan gaya bahasa yang akrab dan penyampaian yang hidup, para siswa menyimak dengan antusias.


Di akhir ceramah, H. Marzuki memberikan kuis kepada siswa mengenai tema ceramah hari itu. Seorang siswa dari kelas VIII dengan percaya diri menjawab bahwa tema tausiyah adalah tentang menuntut ilmu. Jawabannya disambut tepuk tangan meriah, dan ia pun diberi hadiah sebagai bentuk apresiasi.


“Pak Guru kasih hadiah untuk yang bisa menjawab pertanyaan. Siapa tahu hadiahnya sandal baru,” canda H. Marzuki disambut tawa dan semangat seluruh siswa.


Kuis ini bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga strategi untuk menumbuhkan keberanian, percaya diri, serta menanamkan nilai-nilai dari tausiyah yang baru disampaikan.


Melalui kegiatan Imtaq seperti ini, MTsN 3 Mataram tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga sangat serius dalam pembinaan karakter siswa. Kepala madrasah menyampaikan bahwa madrasah adalah tempat untuk memproses siswa menjadi pribadi hebat dan berakhlak karimah.


“Kami semua—guru, tenaga kependidikan, dan seluruh pembina—berkomitmen membimbing kalian dengan cinta, sabar, dan tujuan. Kalian adalah generasi unggul yang sedang kami bentuk untuk menjadi insan yang saleh, berilmu, dan berakhlak,” tutur Marzuki.


Ia menegaskan bahwa seluruh peraturan madrasah wajib dipatuhi oleh semua siswa, terutama siswa baru, karena telah menandatangani surat pernyataan saat pendaftaran.


Kegiatan Imtaq Jum’at perdana ini menjadi penanda bahwa tahun ajaran 2025/2026 di MTsN 3 Mataram diawali dengan semangat keberkahan dan pembentukan karakter yang kuat. Bagi para siswa baru, ini menjadi langkah awal dalam perjalanan pendidikan yang akan membentuk masa depan mereka.


Semoga kegiatan ini menjadi awal yang baik bagi seluruh civitas madrasah, dan terus menjadi inspirasi untuk membangun pendidikan yang berakar pada nilai-nilai iman dan takwa.


✍️ Ditulis oleh: Ruslan Wahid (Pembina KIR)

🗓️ Dipublikasikan: 18 Juli 2025

0 Komentar