Selamat datang di website MTsN 3 Mataram, Madrasah Uswah (Unggul, Santun, ber-Wawasan, ber-Akhlak dan Handal)

MTsN 3 Mataram Gelar Ujian Madrasah Berbasis Android Selama Sepekan: Dorong Literasi Digital dan Efisiensi Evaluasi

Mataram, 23 April 2025 – Dalam upaya meningkatkan mutu dan efisiensi evaluasi pendidikan, MTsN 3 Mataram menyelenggarakan Ujian Madrasah (UM) berbasis Android atau Computer-Based Test (CBT) selama sepekan, mulai tanggal 23 hingga 30 April 2025. Ujian ini diikuti oleh seluruh siswa kelas IX sebanyak 202 orang. Kegiatan ini sebagai bagian dari penilaian akhir tahun pelajaran 2024/2025.

Pelaksanaan UM tahun ini menerapkan sistem digital secara penuh dengan memanfaatkan perangkat Android milik siswa yang terhubung melalui jaringan local area network (LAN) internal madrasah. Dengan sistem ini, seluruh soal dan jawaban dikelola secara terpusat dan real time melalui server lokal, tanpa bergantung pada koneksi internet eksternal.

Kepala MTsN 3 Mataram, H. Marzuki, menyatakan bahwa penggunaan teknologi dalam pelaksanaan UM ini merupakan bentuk adaptasi madrasah terhadap perkembangan zaman sekaligus upaya untuk memperkenalkan siswa pada ekosistem digital pendidikan yang lebih modern.

“Kami ingin membekali siswa tidak hanya dengan pengetahuan akademik, tetapi juga kemampuan literasi digital yang sangat dibutuhkan di masa depan. Ujian berbasis Android ini menjadi langkah konkret menuju digitalisasi madrasah yang berkelanjutan,” ungkap H. Marzuki.

Ujian Madrasah tahun ini mencakup seluruh mata pelajaran wajib dan pilihan sesuai kurikulum Kementerian Agama, mulai dari Pendidikan Agama Islam, Bahasa Arab, Matematika, Bahasa Indonesia, hingga mata pelajaran umum lainnya.

H. Marzuki menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan UM berbasis Android ini merupakan hasil sinergi antara manajemen madrasah, dewan guru, tim teknis, serta dukungan dari para orang tua.

“Kami berharap ini menjadi cerminan bahwa madrasah bisa maju, mandiri, dan berprestasi melalui inovasi yang tepat sasaran,” pungkasnya.

Dengan pelaksanaan UM digital ini, MTsN 3 Mataram menegaskan posisinya sebagai madrasah yang adaptif, visioner, dan siap menghadapi tantangan zaman melalui teknologi dan integritas dalam pendidikan.

Untuk menunjang kelancaran pelaksanaan ujian, madrasah telah menyiapkan 10 ruangan ujian. Setiap ruangan diisi oleh 20 siswa dan diawasi oleh satu orang guru pengawas. Pembagian ini dilakukan untuk menjaga kenyamanan dan konsentrasi siswa selama mengerjakan soal.

Agar sistem CBT dapat berjalan stabil, MTsN 3 Mataram mengoperasikan dua unit server utama yang saling mendukung dan mampu melayani lalu lintas data dari seluruh peserta ujian. Selain itu, masing-masing ruangan dilengkapi dengan satu unit access point sebagai sumber koneksi Wi-Fi lokal yang khusus digunakan oleh para siswa selama ujian berlangsung.

Tim teknis madrasah memastikan seluruh perangkat dan jaringan diuji terlebih dahulu sebelum pelaksanaan UM. Selama ujian berlangsung, tim ini juga melakukan pemantauan secara intensif dari ruang kontrol untuk mengantisipasi dan menangani berbagai kemungkinan gangguan teknis.

“Kami pastikan siswa hanya bisa mengakses aplikasi ujian melalui jaringan lokal. Sistem ini kami rancang agar aman, cepat, dan tanpa gangguan dari luar,” jelas salah satu proktor ujian, Ruslan Wahid.

Sebelum ujian dimulai, siswa diarahkan masuk ke ruang ujian secara tertib, mengumpulkan perangkat Android masing-masing pada box yang telah disediakan panitia sesuai ruang ujian masing-masing. Saat memasuki ruangan mereka diminta untuk mematikan akses internet dan hanya mengaktifkan koneksi Wi-Fi lokal yang tersedia di ruangan. Aplikasi ujian hanya bisa dijalankan dengan jaringan ini dan memiliki sistem login individual menggunakan nomor peserta dan kode unik.

Panitia juga menyiapkan perangkat cadangan berupa tablet dan ponsel madrasah untuk antisipasi apabila ada perangkat siswa yang bermasalah, baik karena crash, baterai habis, atau kendala teknis lainnya.

Setelah pelaksanaan UM, data hasil akan diolah secara digital untuk mempercepat proses koreksi dan pelaporan hasil. Dengan sistem ini, madrasah dapat menghemat waktu, tenaga, dan biaya, serta meminimalkan kesalahan input nilai.

Dari pantauan langsung di lapangan, pelaksanaan UM berjalan lancar dan tertib. Siswa terlihat antusias dan disiplin mengikuti setiap sesi ujian, sementara para pengawas dan teknisi bekerja sigap untuk memastikan tidak ada hambatan yang berarti dalam proses berlangsungnya ujian.

Kontributor : Ruslan Wahid, ST

0 Komentar