
MTsN 3 Mataram Kembali Gelar Ujian Sango Santri bagi Kelas 9: Bekal Spiritual dan Intelektual Menuju Kelulusan
Mataram— MTsN 3 Mataram kembali menyelenggarakan kegiatan tahunan yakni Ujian Sango Santri untuk siswa kelas 9, yang berlangsung pada Sabtu, 19 April 2025. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda unggulan madrasah dalam rangka memperkuat pemahaman dan praktik keagamaan siswa menjelang kelulusan.
Sebanyak 202 siswa kelas 9 yang terbagi dalam beberapa kelas mengikuti ujian dengan sistem pengelompokan. Setiap kelas dibagi menjadi dua kelompok agar pelaksanaan ujian berjalan lebih efektif dan kondusif. Seluruh guru madrasah turut ambil bagian dalam kegiatan ini, dengan rincian 30 orang bertugas sebagai penguji, dan 5 orang lainnya menjadi pendamping ujian yang membantu mengatur teknis pelaksanaan di masing-masing titik ruangan ujian.
Panitia Ujian Sango Santri yang diketuai oleh Delun, S.Pd., telah menyusun sistem pengujian secara terstruktur dan sistematis. Dalam pelaksanaannya, para penguji ditugaskan secara spesifik sesuai dengan bidang ujian yang telah ditentukan sebelumnya oleh panitia.
Penugasan ini dilakukan dengan tujuan untuk memastikan bahwa setiap aspek materi yang diujikan benar-benar ditangani oleh guru-guru yang memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang tersebut. Selain itu, pembagian tugas ini juga dimaksudkan untuk menjaga kualitas penilaian serta menjamin objektivitas dan keadilan dalam proses evaluasi.

Ujian Sango Santri tahun ini dibagi ke dalam tiga bidang utama. Pertama, Bidang Ujian A, yang meliputi materi dasar akidah dan fikih. Materi yang diujikan mencakup Rukun Iman, Rukun Islam, serta Rukun Wudhu dan Praktik Berwudhu. Dalam bidang ini, siswa tidak hanya diminta menjawab secara lisan, tetapi juga diminta mempraktikkan tata cara berwudhu dengan benar sesuai tuntunan fikih.
Selanjutnya, Bidang Ujian B berfokus pada praktik ibadah sholat. Materi yang diujikan meliputi Rukun Sholat, Bacaan Sholat, dan Praktik Sholat Lengkap. Dalam bidang ini, para penguji menilai kemampuan siswa dalam melafalkan bacaan-bacaan sholat secara tepat serta melaksanakan gerakan sholat secara benar dan tertib.
Terakhir, Bidang Ujian C mencakup gabungan materi akidah, tarikh (sejarah Islam), dan dasar numerasi. Materi yang diujikan antara lain Nama-nama 25 Nabi dan Rasul, Nama-nama 10 Malaikat beserta Tugasnya, 20 Sifat Wajib Allah, serta hafalan perkalian 1–10.
Bidang ini menguji aspek ketekunan dan keteladanan. Siswa ditantang untuk menghafal dan memahami serta mampu menjelaskan dengan benar setiap nama, tugas, maupun sifat yang ditanyakan. Termasuk pula uji hafalan tabel perkalian sebagai bagian dari penguatan numerasi siswa.
Lebih lanjut dikatakan Delun, setiap penguji telah diberikan tugas berdasarkan kompetensi dan bidang keilmuan yang mereka kuasai. Penugasan ini dilakukan secara matang oleh panitia dengan mempertimbangkan latar belakang keilmuan guru serta pengalaman mereka dalam mendampingi siswa di kelas.
“Penugasan penguji tidak dilakukan secara acak. Panitia mengatur sedemikian rupa agar setiap guru dapat menguji pada bidang yang sesuai dengan latar belakang mereka. Hal ini penting agar hasil evaluasi benar-benar objektif dan mendalam,” ujar Delun.

Kepala MTsN 3 Mataram, H. Marzuki, menyampaikan bahwa Ujian Sango Santri adalah salah satu ciri khas dan identitas madrasah yang terus dijaga dan dilestarikan. Ia menjelaskan bahwa Sango Santri berasal dari kata sango yang berarti bekal, dan santri yang berarti pembelajar agama.
“Sango Santri ini adalah bagian dari kekhasan madrasah. Kita ingin memastikan bahwa setiap anak yang lulus dari MTsN 3 Mataram membawa bekal keagamaan yang kokoh. Bukan hanya pengetahuan teoritis, tetapi juga praktik langsung yang mereka bisa terapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa ujian ini bukan untuk menakut-nakuti siswa, tetapi untuk memperkuat kepercayaan diri mereka dalam menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks.
“Kami berharap para siswa bukan hanya pandai dalam mata pelajaran umum, tetapi juga kuat secara spiritual dan memiliki dasar agama yang mumpuni. Itulah yang akan menjadi pembeda alumni madrasah dengan lulusan dari lembaga pendidikan lain,” tambahnya.

Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa para siswa mengikuti ujian dengan penuh semangat dan keseriusan. Mereka mempersiapkan diri sejak jauh hari dengan bimbingan dari para guru dan wali kelas. Beberapa siswa bahkan terlihat sangat percaya diri saat diuji, menunjukkan penguasaan materi yang cukup baik.
Para penguji pun memberikan apresiasi terhadap capaian siswa, meskipun ada juga beberapa yang masih perlu pembinaan lebih lanjut. Namun secara umum, pelaksanaan ujian berjalan lancar, tertib, dan penuh makna edukatif.
Dengan diselenggarakannya Ujian Sango Santri ini, MTsN 3 Mataram sekali lagi menegaskan komitmennya dalam mengintegrasikan nilai-nilai agama dalam sistem pendidikan. Madrasah bukan hanya tempat untuk mengejar nilai akademik, tetapi juga ruang untuk menanamkan karakter, moral, dan spiritualitas dalam diri generasi muda.
Kontributor : Ruslan Wahid, ST
Editor : Humas
0 Komentar