Dra. Nur Ahyani, Kepala Perpustakaan Tekankan Pentingnya Membaca dan Memanfaatkan Koleksi Baru
Mataram– MTsN 3 Mataram kembali melaksanakan upacara bendera rutin pada Senin (15/9) pagi di halaman madrasah. Upacara yang diikuti oleh seluruh guru, pegawai, dan peserta didik ini berlangsung khidmat dan penuh kedisiplinan. Bertugas sebagai petugas upacara adalah siswa kelas VIII-1 yang melaksanakan peran dengan baik, mulai dari pengibaran bendera, pembacaan teks Pancasila, UUD 1945, hingga pembacaan doa penutup.
Bertindak sebagai pembina upacara kali ini adalah Kepala Perpustakaan MTsN 3 Mataram, Dra. Nur Ahyani. Dalam amanatnya, beliau mengawali dengan ajakan untuk senantiasa bersyukur kepada Allah SWT serta melantunkan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Ucapan terima kasih disampaikan kepada siswa-siswi kelas VIII-1 yang telah menjadi petugas dengan penuh tanggung jawab, serta apresiasi kepada seluruh peserta yang mengikuti jalannya upacara dengan tertib.
Lebih lanjut, Dra. Nur Ahyani mengangkat tema penting tentang keberadaan perpustakaan madrasah. Ia menjelaskan bahwa perpustakaan bukan sekadar tempat menyimpan buku, melainkan pusat ilmu pengetahuan yang dapat dimanfaatkan seluruh warga madrasah.
“Anak-anakku sekalian, perpustakaan kita menyediakan beragam koleksi mulai dari buku pelajaran, buku pengetahuan umum, cerita, agama, hingga buku motivasi. Semuanya dapat kalian gunakan untuk memperluas wawasan, menambah pengetahuan, dan mendukung prestasi belajar,” ungkapnya.
Beliau juga menambahkan bahwa dalam beberapa waktu terakhir, perpustakaan MTsN 3 Mataram telah mendapat tambahan lebih dari 100 judul buku baru. Koleksi tersebut meliputi buku-buku yang berkaitan dengan akhlak, motivasi, serta berbagai cerita inspiratif yang sesuai dengan kebutuhan siswa.
“Alhamdulillah, terima kasih kepada Bapak Kepala Madrasah yang telah menambah koleksi perpustakaan. Dengan bertambahnya ratusan judul buku, kalian memiliki kesempatan lebih besar untuk memperkaya ilmu pengetahuan dan menjadi anak-anak yang cerdas, saleh, dan salehah,” ujarnya.
Dalam amanatnya, pembina upacara menekankan pentingnya aturan dalam peminjaman buku. Menurutnya, banyak siswa yang masih lalai dalam mengembalikan buku tepat waktu sehingga menyulitkan teman lain yang ingin meminjam. Ia menegaskan bahwa aturan peminjaman sudah jelas tertera di papan tata tertib perpustakaan, yakni peminjaman selama tiga hari dan bisa diperpanjang menjadi satu minggu.
“Kalau kalian terlambat mengembalikan, tentu ada sanksi. Karena buku ini bukan hanya milik pribadi, tetapi milik madrasah dan pemerintah, sehingga harus dijaga bersama,” tegasnya.
Tidak hanya itu, sebagai bentuk apresiasi bagi siswa yang rajin membaca, perpustakaan akan mengadakan lomba kunjungan dan resensi buku. Siswa yang aktif memanfaatkan koleksi perpustakaan dan mampu menulis resensi dengan baik akan diberikan penghargaan dari pihak madrasah.
“Silakan kalian pilih buku, baca, lalu buatkan resensinya. Nanti akan dinilai siapa yang hasilnya terbaik dan terpanjang. Anak-anak yang rajin tentu akan mendapatkan hadiah istimewa,” jelas Dra. Nur Ahyani.
Ia juga mengingatkan para siswa untuk menyisihkan waktu membaca di sela-sela kesibukan sehari-hari. Menurutnya, banyak siswa lebih sering menggunakan waktu untuk bermain atau membeli makanan, padahal hanya dengan meluangkan waktu 10–15 menit untuk membaca, manfaat besar bisa diraih.
“Jangan jadikan perpustakaan hanya tempat singgah, tetapi tempat kalian menimba ilmu. Membaca akan menambah wawasan, melatih daya pikir, dan tentu saja membawa manfaat bagi diri sendiri, keluarga, agama, bangsa, dan negara,” pesannya penuh motivasi.
Di akhir amanatnya, Dra. Nur Ahyani mengajak seluruh siswa untuk mencintai perpustakaan, menjaga koleksi buku dengan baik, serta membiasakan budaya membaca. Ia menegaskan bahwa madrasah yang maju adalah madrasah yang warganya gemar membaca dan memanfaatkan ilmu pengetahuan dengan sebaik-baiknya.
“Datanglah ke perpustakaan bukan untuk ngobrol, tapi untuk membaca. Bacalah sebanyak-banyaknya, dan tuliskan resensinya. InsyaAllah semua itu akan membawa keberkahan dan manfaat luar biasa,” tutupnya.
Upacara kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu wajib nasional, pembacaan doa bersama yang dipimpin oleh petugas, serta ditutup dengan penuh kekhusyukan. Doa yang dipanjatkan berisi permohonan ampunan, kesehatan, perlindungan, serta ilmu yang bermanfaat bagi seluruh warga madrasah. Dengan berakhirnya doa, upacara resmi ditutup dalam suasana tertib dan penuh semangat.
Kegiatan upacara bendera Senin ini kembali menjadi momentum untuk menanamkan kedisiplinan, nasionalisme, dan motivasi belajar bagi para siswa. Pesan yang disampaikan pembina upacara diharapkan mampu menumbuhkan budaya literasi dan kecintaan terhadap perpustakaan sebagai pusat ilmu pengetahuan di MTsN 3 Mataram.
Redaksi : Ruslan Wahid, ST
0 Komentar