Selamat datang di website MTsN 3 Mataram, Madrasah Uswah (Unggul, Santun, ber-Wawasan, ber-Akhlak dan Handal)

MTsN 3 Mataram Rayakan Maulid Nabi Muhammad SAW 2025, Momentum Meneladani Akhlak Rasulullah

Peringatan Maulid Nabi Muhammad
Mataram– MTsN 3 Mataram menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H/2025 M pada Sabtu (6/9) bertempat di halaman madrasah. Kegiatan penuh khidmat ini menghadirkan penceramah TGH. Syarif Hidayatullah, S.Pd.T., MM dan diikuti oleh seluruh warga madrasah, mulai dari guru, staf, hingga 621 siswa.

Acara yang berlangsung sejak pagi 07.30 wita dipandu dengan tertib oleh pembawa acara, Hj. Hadiani, S.Pd. Peringatan Maulid kali ini terasa semakin istimewa karena pihak madrasah menghadirkan penceramah TGH. Syarif Hidayatullah, S.Pd.T., MM.

Kegiatan dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan dengan penuh penghayatan oleh salah seorang siswa terbaik madrasah. Lantunan tilawah tersebut menambah kesakralan suasana. Sebelum acara dimulai dilantunkan juga gema shalawat oleh para guru dan siswa secara bersama-sama.

Kepala MTsN 3 Mataram, H. Marzuki, S.Pd, dalam sambutannya, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara ini. Ia menegaskan bahwa Maulid Nabi adalah momentum untuk kembali meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

“Peringatan Maulid Nabi di madrasah ini bukan sekadar acara seremonial. Ini adalah bagian dari pendidikan karakter yang kita tanamkan kepada siswa. Semoga anak-anak mampu meneladani akhlak Rasulullah, baik di madrasah, di rumah, maupun di lingkungan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga berpesan kepada seluruh siswa agar mengikuti tausiyah dengan seksama, serta menjadikan nilai-nilai yang disampaikan sebagai bekal untuk menguatkan iman dan memperbaiki akhlak.

Acara berlanjut dengan tausiyah yang disampaikan oleh TGH. Syarif Hidayatullah, S.Pd.T., MM. Beliau membuka ceramah dengan mengajak seluruh hadirin memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Dalam ceramahnya, ia menceritakan berbagai peristiwa besar yang mengiringi kelahiran Rasulullah, seperti gagalnya pasukan bergajah Abrahah dalam menghancurkan Ka’bah, runtuhnya berhala-berhala di sekitar Mekah, serta padamnya api abadi kaum Majusi di Persia. Semua itu, menurut beliau, adalah tanda kebesaran Allah sekaligus pertanda lahirnya seorang nabi terakhir yang membawa rahmat bagi semesta alam.

Lebih jauh, TGH. Syarif menekankan bahwa peringatan Maulid Nabi adalah wujud cinta kepada Rasulullah. Ia menegaskan, siapa pun yang membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW akan mendapatkan balasan shalawat dari Allah sebanyak sepuluh kali lipat. Hal ini membuat jamaah semakin bersemangat melantunkan shalawat di tengah-tengah ceramah.

Beliau juga menjelaskan lima misi kerasulan Nabi sebagaimana tertuang dalam Al-Qur’an surat Al-Ahzab ayat 45–46: Rasulullah sebagai saksi, pembawa kabar gembira, pemberi peringatan, penyeru kepada Allah, dan cahaya penerang bagi umat manusia.

“Kalau kita ingin hidup kita bercahaya, jangan jauh dari Rasulullah. Ikutilah sunnahnya, bacalah shalawat, dan amalkan akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari,” pesan beliau dengan penuh penekanan.

TGH. Syarif juga membawakan kisah-kisah akhlak mulia Rasulullah, salah satunya tentang pengemis buta Yahudi di sudut Kota Madinah. Meski pengemis itu selalu mencaci-maki Nabi, Rasulullah tetap datang setiap hari untuk menyuapinya dengan lembut tanpa memperkenalkan diri. Kisah ini, menurut beliau, menjadi bukti bahwa Islam tumbuh dan berkembang bukan karena kekuatan pedang, melainkan karena kelembutan akhlak Nabi Muhammad SAW.

Beliau juga mengingatkan siswa-siswi MTsN 3 Mataram agar menghindari perilaku negatif, seperti berkata kasar, tidak menghormati guru, atau lalai dalam beribadah. Sebaliknya, ia mengajak untuk memperbanyak doa, zikir, dan shalawat, serta memperkuat ukhuwah di antara sesama.

“Kalau anak-anak ingin sukses, jangan tinggalkan shalat, jangan tinggalkan doa orang tua, dan jangan pernah berhenti bershalawat kepada Rasulullah. Insya Allah hidup kalian akan diberkahi Allah SWT,” ujar beliau yang langsung diamini oleh seluruh hadirin.

Menutup tausiyahnya ia membangkitkan semangat para siswa dengan mengajak untuk meneriakkan yel-yel madrsah yang menjadi kebanggaan: “Siapa kita..? MTs Negeri 3 Mataram, jaya! Allahu Akbar!” Suara lantang para siswa menggema di halaman madrasah.

Selanjutnya acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh penceramah oleh TGH. Syarif Hidayatullah, S.Pd.T., MM. Doa tersebut dipanjatkan untuk kebaikan seluruh warga madrasah, kelancaran proses belajar mengajar, serta kesehatan bagi siswa-siswi MTsN 3 Mataram, khususnya dua siswa yang sedang sakit.

Redaksi : Ruslan Wahid, ST

0 Komentar