Rangkaian kegiatan pawai dimulai dari depan Kantor Bank Indonesia NTB dan berakhir di Lapangan Sangkareang Mataram, yang menjadi titik kumpul utama seluruh peserta. Ribuan masyarakat tumpah ruah di sepanjang jalan menyambut dengan penuh antusias setiap rombongan sekolah yang menampilkan ragam budaya Nusantara. Tidak ketinggalan, MTsN 3 Mataram turut menjadi bagian dari rombongan Kecamatan Sekarbela, menampilkan tema yang unik dan sarat makna: “Tradisi Ngurisang”.
“Ngurisang” atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan upacara cukur rambut bayi adalah salah satu tradisi masyarakat Lombok yang dilakukan setelah tujuh hari kelahiran anak. Tradisi ini bukan sekadar seremonial, melainkan mengandung doa, harapan, dan rasa syukur kepada Allah SWT atas anugerah kehidupan baru. Melalui tema ini, MTsN 3 Mataram ingin mengangkat kembali nilai-nilai luhur budaya lokal agar tetap dikenal dan dicintai oleh generasi muda.
Dalam pawai tersebut, para siswa tampil dengan busana muslim tradisional berwarna putih. Siswa putra mengenakan baju koko dan sarung, sementara siswi mengenakan busana muslimah yang anggun dengan kerudung senada. Atribut budaya turut melengkapi penampilan mereka, seperti wadah bunga rampai, kemberas berisi uang koin, dan boneka bayi yang dibalut kain batik sebagai simbol seorang bayi yang akan “dikuris” atau dicukur rambutnya. Setiap elemen properti yang digunakan menggambarkan filosofi mendalam dari prosesi adat tersebut — mulai dari kesucian, kebersihan, hingga bentuk rasa syukur kepada Tuhan.
Sepanjang perjalanan, suasana semakin khidmat dengan lantunan Sholawat Barzanji yang dikumandangkan oleh para siswa. Iringan sholawat ini menghadirkan nuansa spiritual yang kental dan mencerminkan identitas MTsN 3 Mataram sebagai madrasah berbasis nilai-nilai keislaman. Harmoni antara tradisi dan religiusitas inilah yang menjadikan penampilan MTsN 3 Mataram tampak istimewa dan berkesan bagi para penonton.
Partisipasi dalam pawai budaya ini bukan hanya sekadar ajang unjuk kreativitas, melainkan juga bentuk pendidikan karakter dan pelestarian budaya bagi peserta didik. Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk memahami dan mencintai akar budaya daerahnya, sekaligus menanamkan sikap menghargai keberagaman.
Menurut guru pendamping, kegiatan ini telah melalui proses persiapan yang cukup matang, mulai dari pemilihan tema, pembuatan properti, latihan barzanji, hingga koordinasi teknis pelaksanaan. Semua dilakukan dengan semangat gotong royong dan kebersamaan antar siswa serta guru, mencerminkan nilai-nilai kolaborasi dan tanggung jawab sosial yang diajarkan di madrasah.
Kepala MTsN 3 Mataram, H. Marzuki, S.Pd., menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh peserta, dan guru pendamping, yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut.
“Saya merasa sangat bangga dengan semangat dan kekompakan seluruh keluarga besar MTsN 3 Mataram. Tema yang diangkat tahun ini sangat relevan dengan nilai-nilai pendidikan madrasah yang menjunjung tinggi kearifan lokal dan nilai religius. Tradisi Ngurisang yang divisualisasikan dengan sholawat Barzanji menggambarkan keindahan harmoni antara budaya dan agama,” ujar H. Marzuki.
Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung, terutama para guru yang dengan penuh dedikasi mendampingi siswa selama proses persiapan hingga pelaksanaan kegiatan.
“Terima kasih saya sampaikan kepada para guru pembimbing yang telah memberikan arahan dan motivasi kepada siswa, serta kepada seluruh siswa yang tampil dengan penuh percaya diri. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa MTsN 3 Mataram tidak hanya berprestasi dalam akademik, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial dan budaya,” tambahnya.
Kehadiran MTsN 3 Mataram dalam Pawai Budaya Pelajar 2025 ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Banyak warga yang mengabadikan momen penampilan mereka dan memberikan tepuk tangan hangat di sepanjang rute pawai. Selain menambah wawasan budaya, kegiatan ini juga mempererat silaturahmi antar sekolah dan masyarakat, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas daerah.
Melalui kegiatan semacam ini, MTsN 3 Mataram terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pemerintah daerah di bidang pelestarian budaya, pendidikan karakter, dan pembentukan generasi muda yang cinta tanah air dan berakhlakul karimah.
Dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai religius yang kuat, partisipasi MTsN 3 Mataram dalam Pawai Budaya Pelajar Kota Mataram tahun 2025 menjadi bukti nyata bahwa madrasah mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga warisan budaya sekaligus membangun peradaban yang berakhlak dan berbudaya.
Redaksi oleh : Ruslan Wahid (Pembina KIR)
0 Komentar