Mataram— MTsN 3 Mataram kembali melaksanakan upacara bendera rutin hari Senin pada tanggal 6 Oktober 2025 di lapangan utama madrasah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru, staf karyawan, mahasiswa PPL UIN Mataram, mahasiswa PPL Universitas Mataram (Unram), serta seluruh siswa kelas VII hingga IX. Upacara berlangsung dengan tertib dan khidmat di bawah sinar matahari pagi yang cerah.
Petugas upacara kali ini adalah kelas VIII-3 di bawah bimbingan wali kelas Hj. Karyatin Zakiyah, S.Ag., yang dengan penuh tanggung jawab mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir. Bertindak sebagai pembina upacara adalah H. Abdul Majid, S.Ag., salah satu guru PAI sekaligus ia adalah pembina Imtaq.
Upacara dimulai tepat pukul 07.00 WITA dengan komando tegas dari pemimpin upacara. Barisan peserta tampak rapi setelah dilakukan pengecekan posisi oleh para pengatur barisan. Selanjutnya, upacara diawali dengan penghormatan kepada pembina upacara, dilanjutkan dengan pengibaran bendera Merah Putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dinyanyikan dengan penuh semangat oleh seluruh peserta.
Setelah itu, dilaksanakan mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan bangsa. Suasana hening menyelimuti lapangan, diiringi doa dalam hati oleh seluruh peserta.
Berikutnya, pembacaan teks Pancasila dipimpin langsung oleh pembina upacara dan diikuti serempak oleh seluruh peserta. Setelah itu, naskah Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dibacakan dengan lantang dan jelas oleh petugas upacara.
Kegiatan dilanjutkan dengan amanat pembina upacara, kemudian diakhiri dengan menyanyikan lagu wajib nasional “Tanah Airku” serta pembacaan doa bersama.
Dalam amanatnya, H. Abdul Majid, S.Ag. menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT karena seluruh keluarga besar MTsN 3 Mataram diberikan kesehatan sehingga dapat melaksanakan upacara bendera dengan lancar.
Beliau juga memberikan apresiasi kepada petugas upacara dari kelas VIII-3 atas kinerja dan tanggung jawab mereka.
“Pak Guru ingin memberikan apresiasi kepada petugas hari ini yang sudah melaksanakan tugasnya dengan maksimal walaupun masih ada kekurangannya. Mudah-mudahan untuk ke depannya lebih bagus lagi,” ujarnya.
Selain itu, beliau juga mengucapkan terima kasih kepada para guru pembimbing dan wali kelas yang telah membina siswa hingga kegiatan berjalan tertib.
Namun, pada bagian inti amanatnya, H. Abdul Majid menyoroti masalah menurunnya kesadaran diri dan kedisiplinan siswa, terutama dalam menjalankan kewajiban di madrasah.
“Kesadaran diri tentang peran, tanggung jawab, dan kewajiban sebagai seorang murid atau siswa ini yang mulai hilang. Padahal sejak awal kalian sudah menyerahkan diri kalian secara fisik maupun moral untuk menjadi siswa-siswi MTsN 3 Mataram,” tegasnya.
Ia mencontohkan bahwa masih banyak siswa yang datang terlambat, enggan mengikuti kegiatan doa pagi, dan belum menaati tata tertib madrasah sebagaimana mestinya.
“Setiap pagi, Bapak Ibu guru harus memanggil kalian untuk kumpul di lapangan. Padahal kegiatan itu bagian dari pembentukan karakter disiplin dan tanggung jawab,” lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, beliau juga menekankan bahwa siswa madrasah tidak hanya dituntut cerdas secara akademik, tetapi juga harus memiliki akhlak dan sikap yang mencerminkan nilai-nilai Islami.
“Kalian bukan hanya belajar ilmu pengetahuan di madrasah ini, tetapi juga belajar bagaimana bersikap dan berperilaku yang baik sebagai siswa MTsN 3 Mataram yang dibanggakan,” pesannya.
Sebagai penutup amanat, H. Abdul Majid mengajak seluruh siswa untuk memperbaiki sikap dan menumbuhkan kesadaran diri mulai hari ini.
“Mulai hari ini, perbaiki sikap kalian. Taatilah aturan madrasah dan aturan kelas yang sudah dibuat. Jadikan itu sebagai pedoman, bukan hanya pajangan di dinding,” tutupnya dengan penuh harap.
Setelah amanat pembina, upacara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu wajib nasional “Tanah Airku” yang dibawakan dengan semangat kebangsaan tinggi. Selanjutnya, pembacaan doa dipimpin oleh petugas dengan khusyuk, memohon keberkahan, ampunan, serta kesehatan bagi seluruh warga madrasah.
Doa tersebut memuat harapan agar siswa-siswi MTsN 3 Mataram selalu diberikan kecerdasan, kesehatan, dan keberkahan ilmu sehingga kelak menjadi generasi yang berguna bagi agama, nusa, dan bangsa.
Sebagai tanda berakhirnya kegiatan, pemimpin upacara melaporkan kepada pembina bahwa upacara telah selesai. Setelah penghormatan terakhir, pembina meninggalkan lapangan dengan tertib diiringi tepuk tangan peserta.
Kegiatan upacara berlangsung khidmat di lapangan MTsN 3 Mataram, dengan petugas kelas VIII-3 yang tampil percaya diri dan disiplin di bawah arahan wali kelas Hj. Karyatin Zakiyah, S.Pd., serta pembina upacara H. Abdul Majid, S.Ag.
Penulis: Ruslan Wahid

0 Komentar