Mataram – MTsN 3 Mataram kembali menggelar rapat evaluasi bulanan yang diikuti oleh seluruh guru, staf, dan karyawan pada Kamis (2/10/2025) bertempat di ruang kelas VII.1 pukul 12.30 WITA. Rapat ini dipimpin langsung oleh Kepala MTsN 3 Mataram, H. Marzuki, dan menjadi forum penting untuk memperkuat sinergi, mengevaluasi kinerja, serta membangun kebersamaan antarwarga madrasah.
Mengawali arahannya, H. Marzuki menyampaikan rasa syukur karena civitas akademika madrasah masih diberi kesehatan, kesempatan, dan nikmat iman. Ia juga menegaskan pentingnya momentum silaturahmi dalam rapat rutin bulanan. “Silaturahim itu membawa keberkahan, memperpanjang usia, menambah rezeki, dan memperkuat persaudaraan kita di lingkungan madrasah. Maka rapat bulanan ini jangan sekadar forum administratif, tetapi juga wadah untuk meneguhkan rasa kebersamaan,” ungkapnya.
Informasi dan Pembaruan Data
Dalam arahannya, Kepala MTsN 3 Mataram juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi di era digital. Ia mengingatkan seluruh guru dan pegawai agar selalu aktif mengikuti perkembangan informasi melalui grup WhatsApp resmi madrasah. “Hari ini kita hidup dalam arus informasi yang sangat cepat. Jangan sampai kita ketinggalan kabar penting hanya karena tidak membuka pesan di grup. Informasi di sana adalah penyambung silaturahmi sekaligus instruksi resmi yang wajib diperhatikan,” tegasnya.
Apresiasi untuk Kebersamaan dan Kinerja
H. Marzuki memberikan apresiasi atas kerja keras seluruh guru dan pegawai, terutama dalam menyukseskan berbagai kegiatan madrasah, mulai dari peringatan Hari Kesaktian Pancasila, pembinaan Olimpiade, hingga kegiatan seni dan budaya. Ia menekankan bahwa keberhasilan kegiatan tersebut bukan hanya hasil kerja individu, tetapi buah dari kolaborasi seluruh pihak.
“Saya merasakan betul rasa persaudaraan di MTsN 3 Mataram ini. Setiap informasi, sekecil apapun, bisa segera ditindaklanjuti oleh semua pihak. Inilah kekuatan kita, semangat kebersamaan yang luar biasa. Mari kita pertahankan dan tingkatkan,” ujarnya.
Penegasan Disiplin dan Tanggung Jawab
Dalam forum tersebut, Kepala Madrasah juga menyinggung soal kedisiplinan guru dan pegawai, termasuk kehadiran, absensi, dan tanggung jawab menjalankan tugas. Menurutnya, disiplin adalah cermin dari profesionalisme dan amanah yang akan dipertanggungjawabkan, baik secara institusional maupun di hadapan Allah SWT.
“Kita hadir di madrasah bukan hanya untuk bekerja, tetapi juga untuk beribadah. Jika diniatkan sebagai ibadah, rasa lelah akan berubah menjadi berkah. Karena itu mari kita jaga kedisiplinan, baik dalam hadir mengajar, melayani siswa, maupun mendukung program-program madrasah,” pesannya.
Penguatan Program Akademik dan Non-Akademik
H. Marzuki juga menyampaikan evaluasi terhadap program-program pembelajaran dan kegiatan siswa. Ia menyoroti pentingnya keseimbangan antara prestasi akademik dan non-akademik, termasuk dalam bidang seni, olahraga, serta pengembangan karakter. Beberapa agenda terdekat, seperti persiapan lomba bahasa, seni tari, hingga Olimpiade Madrasah, diharapkan dapat menjadi ajang pengembangan potensi siswa sekaligus membawa nama baik madrasah.
“Prestasi akademik dan non-akademik itu ibarat dua garis lurus yang harus berjalan beriringan. Keduanya sama-sama penting untuk membentuk pribadi siswa yang unggul dan berkarakter,” ungkapnya.
Penataan Lingkungan dan Ketertiban
Dalam kesempatan itu, Kepala Madrasah juga mengingatkan tentang ketertiban lingkungan sekolah, mulai dari aturan kantin, larangan jual beli di area depan madrasah, hingga kebersihan kelas dan lingkungan. Ia juga menekankan pentingnya budaya “senyum pagi” di gerbang madrasah sebagai bentuk pelayanan dan pendekatan humanis kepada siswa.
“Bapak Ibu yang bertugas menyambut siswa di gerbang jangan sekadar berdiri, tetapi ajak anak-anak untuk bertegur sapa, tanyakan apakah mereka sudah berpamitan dengan orang tua, atau sekadar memberi motivasi kecil. Hal sederhana ini bisa memberi dampak besar bagi pembentukan karakter siswa,” ujarnya.
Menutup arahannya, H. Marzuki mengingatkan kembali bahwa madrasah adalah rumah besar bagi seluruh warga MTsN 3 Mataram. Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak untuk terus menjaga kebersamaan, profesionalisme, dan semangat pengabdian.
“Kita ini keluarga besar. Mungkin suatu saat kita akan berpindah tugas, tetapi selama masih bersama di MTsN 3 Mataram, mari kita berikan yang terbaik. Kebersamaan ini bukan hanya bermanfaat di dunia, tetapi insyaallah akan menjadi amal jariyah yang terus mengalir hingga akhirat,” pungkasnya.
Arahan KTU Abdul Hafidz: Tertib Administrasi dan Disiplin Kerja
Sementara itu, KTU Abdul Hafiezh memberikan arahan panjang yang menekankan arti penting rapat sebagai media komunikasi, pembinaan, dan penguatan kedisiplinan. Ia membuka dengan penuh rasa syukur:
“Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, shallallahu ‘ala Muhammad wa aalihi Muhammad. Alhamdulillah saya bersyukur bisa hadir di forum ini. Saya menganggap rapat penting, termasuk membawa alat tulis untuk mencatat hal-hal penting. Rapat juga menjadi media ta’aruf saya, karena saya merasa masih harus banyak beradaptasi dengan rekan-rekan semua,” ujarnya.
Abdul Hafidz juga menyampaikan harapan agar seluruh guru dan pegawai dapat menerima kehadirannya sepenuhnya. Dengan rendah hati, ia membuka diri untuk menerima masukan maupun teguran demi perbaikan tata kelola administrasi di MTsN 3 Mataram.
“Saya memiliki pengalaman 20 tahun menjadi guru, baru 3 tahun terakhir saya meninggalkan dunia mengajar. Maka, dalam hal administrasi saya tentu masih perlu banyak belajar. Oleh karena itu, saya berharap tidak segan-segan memberi saya masukan, bahkan teguran, agar saya bisa bekerja lebih baik,” ungkapnya.
Lebih jauh dalam arahannya Abdul Hafiezh menyoroti pentingnya tertib administrasi, kedisiplinan, dan ketepatan waktu dalam bekerja. Menurutnya, tata kelola administrasi yang rapi akan sangat menunjang kelancaran seluruh program madrasah.
“Administrasi yang tertib adalah pondasi madrasah. Semua kegiatan akan berjalan lancar apabila kita disiplin, baik dalam pengelolaan dokumen, laporan, maupun penyelesaian tugas harian. Saya berharap seluruh guru dan staf lebih teliti dan tepat waktu dalam melaksanakan kewajiban,” ujarnya.
Abdul Hafiezh juga mengingatkan agar setiap unit kerja berkoordinasi secara intensif, sehingga tidak terjadi miskomunikasi atau keterlambatan dalam pelaksanaan program. Ia menekankan pentingnya kerjasama antara tenaga pendidik dan tenaga kependidikan sebagai satu kesatuan yang saling melengkapi.

0 Komentar