Selamat datang di website MTsN 3 Mataram, Madrasah Uswah (Unggul, Santun, ber-Wawasan, ber-Akhlak dan Handal)

Gelar Upacara Hari Pahlawan, Pembina Hj. Hasniaty Ajak Siswa Teladani Semangat Juang Para Pahlawan

Hari Pahlawan Nasional
MTsN 3 Mataram Gelar Upacara Hari Pahlawan Nasional 2025 dengan Khidmat "Membangkitkan Semangat Juang, Meneladani Nilai Kepahlawanan, dan Menghargai Jasa Para Guru sebagai Pahlawan Masa Kini"

Mataram (10 November 2025) — Lapangan MTsN 3 Mataram pagi ini dipenuhi semangat nasionalisme. Seluruh guru, staf tata usaha, mahasiswa PLP Universitas Mataram, serta peserta didik dari kelas VII hingga IX mengikuti Upacara Peringatan Hari Pahlawan Nasional dengan penuh khidmat dan rasa hormat. Upacara berlangsung tertib, dipimpin oleh Hj. Hasniaty Muzayyanah, selaku Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan yang bertindak sebagai pembina upacara.

Petugas upacara berasal dari anggota Paskibra dan Orsima (Organisasi Siswa Madrasah) yang melaksanakan tugas dengan disiplin dan tanggung jawab. Sejak awal acara, suasana haru dan kebanggaan menyelimuti seluruh peserta upacara yang berdiri tegak di bawah kibaran Sang Merah Putih, diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya. Cuaca cerah menambah khidmatnya pelaksanaan upacara yang menjadi momentum refleksi perjuangan dan pengorbanan para pahlawan bangsa.

Tampak sebelum pelaksanaan upacara dimulai, kegiatan diawali dengan parade nama-nama pahlawan nasional yang dilakukan oleh sejumlah siswa dari Organisasi Siswa Madrasah (Orsima) dan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra). Dalam parade tersebut, para siswa dengan semangat menyebut dan membawa poster bergambar para pahlawan seperti Bung Tomo, Cut Nyak Dien, Jenderal Sudirman, Ki Hajar Dewantara, hingga Tuan Guru Kyai Haji (TGH) Maulana Syeikh Zainuddin Abdul Madjidtokoh pahlawan nasional asal Lombok yang menjadi kebanggaan masyarakat NTB.

Parade ini menjadi momen yang menggetarkan hati, mengingatkan seluruh peserta bahwa perjuangan para pahlawan memiliki ragam bentuk, latar belakang, dan medan juang, namun semuanya berakar dari cinta tanah air dan pengabdian kepada bangsa.

Usai parade, upacara dimulai dengan suasana penuh khidmat. Seluruh peserta berdiri tegak menyambut pengibaran Sang Merah Putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya. Petugas upacara dari Paskibra MTsN 3 Mataram melaksanakan tugas dengan disiplin dan koordinasi yang baik, sementara barisan guru, staf, mahasiswa PLP Unram, dan siswa mengikuti jalannya upacara dengan tertib.

Dalam amanatnya, Hj. Hasniaty Muzayyanah membuka dengan ungkapan apresiasi atas pelaksanaan upacara yang berjalan baik. Ia juga menegur dengan lembut beberapa peserta yang belum menunjukkan sikap sempurna dalam mengikuti upacara, terutama dari beberapa kelas VII, VIII, dan IX. 

“Bu Guru minta tolong, ikuti upacara ini dengan penuh khidmat karena pasti ada pembelajaran yang kita akan dapatkan,” pesannya dengan nada tegas namun penuh kasih.

Ia kemudian mengingatkan seluruh siswa agar tidak melupakan peran para guru yang juga merupakan pahlawan masa kini. 

“Anak-anakku, hari ini kita memperingati Hari Pahlawan. Jangan lupa, di hadapan kalian berdiri juga sosok-sosok pahlawan. Mereka tidak berjuang melawan penjajah, tetapi berjuang melawan kebodohan. Mereka berjuang dengan buku, dengan pena, dengan spidol, dan dengan ilmu,” ucapnya disambut khidmat oleh para peserta upacara.

Suasana menjadi hening ketika Hj. Hasniaty mengajak seluruh peserta untuk membacakan surat Al-Fatihah bagi para guru dan pahlawan bangsa yang telah berjasa. 

“Mudah-mudahan Allah senantiasa memberikan karunia sehat dan semangat kepada para guru dalam mendidik kalian menjadi manusia berilmu dan beradab,” tuturnya.

Usai memberikan wejangan, Hj. Hasniaty kemudian membacakan Amanat Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifulah Yusuf, dalam rangka peringatan Hari Pahlawan 10 November 2025. Dalam amanat tersebut disampaikan pesan mendalam tentang makna perjuangan dan keteladanan para pahlawan.

“Hari ini di bawah langit Indonesia yang merdeka, kita menundukkan kepala penuh hormat mengenang jasa para pahlawan bangsa. Mereka bukan sekadar nama yang terukir di batu nisan, melainkan cahaya yang menerangi jalan kita hingga hari ini,” demikian kutipan dari amanat tersebut.

Amanat itu juga menekankan tiga nilai utama yang perlu diteladani dari para pahlawan: kesabaran, semangat mengutamakan kepentingan bangsa di atas segalanya, dan pandangan jauh ke depan. Disebutkan bahwa para pahlawan sabar menempuh perjuangan, tidak pernah tergesa-gesa dalam meraih kemerdekaan, dan selalu menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi.

Lebih lanjut, amanat tersebut juga mengajak seluruh warga bangsa untuk meneruskan perjuangan para pahlawan melalui cara-cara modern seperti menuntut ilmu, bekerja keras, dan mengabdikan diri dengan tulus. 

“Di masa kini perjuangan tidak lagi dengan bambu runcing, melainkan dengan ilmu, empati, dan pengabdian. Namun semangatnya tetap sama — membela yang lemah, memperjuangkan keadilan, dan memastikan tidak ada satu pun anak bangsa yang tertinggal dari arus kemajuan,” ujar Hj. Hasniaty saat membacakan pesan Menteri Sosial.

Sebagai penutup, Hj. Hasniaty mengajak seluruh peserta upacara untuk bersyukur dan meneladani semangat para pahlawan dengan kerja nyata di lingkungan madrasah. 

“Mari kita lanjutkan perjuangan para pahlawan dengan cara kita: belajar lebih giat, berdisiplin, menghormati guru, dan menebar kebaikan. Karena sejatinya, setiap kebaikan yang kita lakukan adalah bentuk perjuangan,” ungkapnya menutup amanat.

Momentum ini tidak hanya menjadi peringatan tahunan, tetapi juga menjadi refleksi penting bagi seluruh warga madrasah untuk menumbuhkan semangat kepahlawanan di era modern — semangat belajar, mengabdi, dan berbuat baik demi kemajuan bangsa dan agama.

Penulis: Ruslan Wahid

Dokumentasi: Tim Jurnalis KIR MTsN 3 Mataram

0 Komentar