Mataram – MTs Negeri 3 Mataram kembali melaksanakan kegiatan rutin upacara bendera pada Senin, 3 November 2025 di lapangan utama madrasah. Upacara kali ini berlangsung khidmat dan tertib dengan petugas dari Kelas VIII-5 serta pembina upacara Iskandar, S.Pd., yang juga dikenal sebagai Pembina Organisasi Siswa Madrasah (Orsima).
Upacara dimulai pukul 07.00 WITA dengan seluruh peserta didik, guru, tenaga kependidikan, dan mahasiswa Praktik Pengalaman (PP) dari Universitas Mataram berdiri rapi di lapangan. Kegiatan diawali dengan pengibaran bendera merah putih, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” serta lagu wajib nasional “Dari Sabang Sampai Merauke”.
Dalam amanatnya, Iskandar, S.Pd. menyampaikan pesan yang sarat makna tentang pentingnya rasa syukur dan kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari, baik di madrasah maupun di luar madrasah. Ia mengajak seluruh siswa untuk memanfaatkan setiap kesempatan sebagai bentuk syukur atas nikmat sehat dan waktu luang yang diberikan Allah SWT.
“Alhamdulillah, di pagi yang cerah ini kita bersyukur atas nikmat sehat dan sempat. Karena dengan keduanya, kita bisa berdiri tegak di lapangan ini melaksanakan salah satu kewajiban kita setiap Senin, yaitu upacara bendera,” ujar Iskandar mengawali amanatnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya meneladani akhlak dan keteladanan Nabi Muhammad SAW sebagai manusia yang paling sempurna dan layak dijadikan panutan.
“Selawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Besar Muhammad SAW. Mudah-mudahan kita semua yang hadir di madrasah tercinta ini kelak mendapatkan syafaat beliau di yaumil qiyamah nanti,” tambahnya.
Apresiasi untuk Petugas Upacara dan Wali Kelas
Iskandar juga memberikan apresiasi kepada petugas upacara dari kelas VIII-5 atas pelaksanaan yang dinilainya hampir sempurna. Ia tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Ibu Siti Azizah, wali kelas VIII-5, serta para pembina dan pelatih Orsima yang telah membimbing siswa hingga tampil maksimal.
“Keberhasilan upacara ini tentu tidak lepas dari bimbingan wali kelas dan pembina yang telah mempersiapkan jauh-jauh hari, meskipun sempat terkendala cuaca hujan beberapa hari sebelumnya,” ungkapnya.
Pesan Utama: Disiplin adalah Kunci Prestasi
Dalam bagian inti amanatnya, Pembina Orsima menyoroti kedisiplinan siswa sebagai kunci utama dalam meraih kesuksesan. Ia menegaskan bahwa disiplin datang ke madrasah tepat waktu dan disiplin belajar merupakan bentuk tanggung jawab yang harus ditanamkan sejak dini.
“Setiap pagi guru piket dan teman-teman Orsima sudah menyambut kalian di gerbang madrasah. Itu menunjukkan bahwa para guru ingin kalian disiplin datang tepat waktu. Namun masih ada sebagian kecil yang datang terlambat, padahal rumahnya dekat. Ini perlu diperbaiki,” ujarnya.
Iskandar menekankan bahwa kebiasaan kecil seperti menunda datang ke sekolah atau tidak segera keluar kelas saat doa pagi dimulai merupakan bentuk ketidakdisiplinan yang dapat memengaruhi karakter dan prestasi seseorang.
“Kalau hal itu dibiasakan, maka akan menjadi kebiasaan buruk. Dalam buku yang pernah saya baca, disebutkan bahwa kunci seseorang berprestasi adalah kedisiplinan. Tanpa disiplin, sulit mencapai cita-cita,” tegasnya.
Disiplin Bukan Hukuman, Tapi Bentuk Kasih Sayang
Lebih lanjut, Iskandar menjelaskan bahwa penerapan aturan dan penegakan disiplin di madrasah bukanlah bentuk hukuman, melainkan wujud kasih sayang guru kepada para siswanya.
“Penerapan disiplin bukanlah hukuman, tetapi bentuk kasih sayang dari guru agar anak-anakku semua menjadi pribadi yang sukses dan berprestasi. Misalnya pembiasaan memakai almamater setiap upacara, itu bukan sekadar aturan, tapi latihan tanggung jawab,” jelasnya.
Ia menyinggung bahwa masih ada sebagian siswa yang belum mengenakan almamater madrasah saat upacara, sehingga perlu dibedakan dalam barisan. Hal ini, katanya, semata-mata untuk memberikan pembelajaran tentang arti ketaatan terhadap aturan.
“Kalau minggu depan semua memakai almamater, tentu akan lebih rapi dan adil. Kita ingin semuanya disiplin, bukan karena takut dihukum, tapi karena sadar akan tanggung jawab,” pesannya penuh makna.
Harapan untuk Upacara Berikutnya
Menutup amanatnya, Iskandar berharap agar ke depan seluruh peserta didik bisa menyiapkan diri lebih baik sebelum upacara dimulai, tanpa harus dituntun atau dipanggil berulang kali oleh guru piket.
“Mudah-mudahan minggu depan, sebelum upacara dimulai, semua sudah berbaris rapi tanpa harus dipanggil-panggil lagi. Itu tanda kedisiplinan yang sesungguhnya,” tutupnya.
Setelah amanat pembina upacara, kegiatan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu wajib nasional “Dari Sabang Sampai Merauke”, pembacaan doa, dan penghormatan kepada pembina upacara. Upacara pun berakhir dengan tertib dan penuh semangat.
Kegiatan upacara bendera ini tidak hanya menjadi sarana menumbuhkan rasa cinta tanah air, tetapi juga menjadi momentum pembentukan karakter disiplin, tanggung jawab, dan rasa syukur di lingkungan MTs Negeri 3 Mataram.
Redaksi: Ruslan Wahid
Dokumentasi: Tim Jurnalis KIR MTsN 3 Mataram

0 Komentar