Selamat datang di website MTsN 3 Mataram, Madrasah Uswah (Unggul, Santun, ber-Wawasan, ber-Akhlak dan Handal)

Kakanwil Kemenag NTB Tekankan Profesionalisme, Disiplin, dan Keteladanan ASN di Kota Mataram

H. Zamroni Aziz

Mataram — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat, H. Zamroni Aziz, memberikan arahan dan pembinaan kepada seluruh ASN Kementerian Agama Kota Mataram dalam kegiatan silaturahmi dan pembinaan yang dihadiri Kepala Kantor Kemenag Kota Mataram H. Hamdun, SH, para kepala madrasah, kepala KUA, pengawas, penyuluh agama, penghulu, guru, serta pegawai ASN dan PPPK, pada Rabu (28/1/2026) bertempat di aula MAN 2 Mataram.

Dalam arahannya, Kakanwil menegaskan bahwa Kota Mataram merupakan miniatur Provinsi NTB dan telah ditetapkan sebagai salah satu daerah percontohan nasional, baik dalam bidang pendidikan madrasah, layanan keagamaan, hingga pengelolaan wakaf uang dan program strategis lainnya.

“Kota Mataram selalu menjadi etalase Kementerian Agama. Apa yang dilakukan di sini akan menjadi contoh bagi kabupaten dan kota lain di NTB,” tegas H. Zamroni Aziz.

Peran Strategis Pengawas dan Kepala Madrasah

Kakanwil menekankan pentingnya peran pengawas madrasah dan PAI sebagai ujung tombak peningkatan mutu pendidikan. Menurutnya, kepala madrasah tidak akan bermakna tanpa fungsi pengawasan yang berjalan optimal.

“Kepala madrasah tidak akan berarti apa-apa jika pengawas tidak berfungsi dengan baik. Pendidikan akan berjalan jika pengawasnya hidup dan aktif,” ujarnya.

Ia mengapresiasi kinerja para pengawas di Kota Mataram yang dinilainya paling aktif dibandingkan daerah lain di NTB.

Penampilan, Disiplin, dan Etika ASN

Dalam pembinaannya, Kakanwil juga menekankan penampilan dan kedisiplinan ASN, khususnya yang bertugas di Kota Mataram sebagai pusat pemerintahan dan layanan publik.

“Di Kota Mataram, penampilan itu penting. Rapi, bersih, dan berwibawa. Kalau kita tampil tidak rapi, orang tidak akan percaya pada apa yang kita sampaikan,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa profesionalisme ASN Kemenag hari ini sudah jauh lebih baik dibandingkan masa lalu dan harus terus dijaga.

Apresiasi untuk Penyuluh Agama dan Penghulu

Kakanwil mengingatkan bahwa penyuluh agama dan penghulu memiliki tanggung jawab besar sebagai lentera umat di tengah masyarakat yang heterogen.

“Penyuluh agama harus menjadi teladan moral di tengah umat. Jangan sampai mencederai kepercayaan masyarakat. Jabatan ini adalah amanah,” pesannya.

Ia juga mengingatkan bahwa profesi penghulu merupakan jabatan yang sangat strategis dan harus disyukuri, karena menjadi figur yang ditunggu dalam setiap peristiwa penting keagamaan di masyarakat.

Kepala Madrasah Harus Proaktif dan Visioner

Kepala madrasah diminta tidak hanya menunggu kebijakan pusat, tetapi harus mampu berinisiatif, berinovasi, dan menggerakkan potensi madrasah.

“Pemimpin itu bukan menunggu, tapi menciptakan. Yang tidak ada menjadi ada, yang jauh menjadi dekat, dan yang kecil menjadi besar,” tegasnya.

Menurutnya, maju atau tidaknya sebuah madrasah sangat ditentukan oleh kepemimpinan kepala madrasah.

Disiplin Kerja dan Apel Pagi

Dalam arahannya, Kakanwil juga menekankan pentingnya disiplin jam kerja, termasuk pelaksanaan apel pagi di seluruh KUA sebagai simbol kehadiran, tanggung jawab, dan kehidupan organisasi.

“Absensi bukan hanya soal tercatat, tapi jasadnya harus hadir. Institusi akan dihargai jika warganya disiplin dan terlihat hidup,” ujarnya.

Guru sebagai Profesi Mulia

Kakanwil mengingatkan bahwa guru adalah profesi paling mulia, karena dari tangan guru lahir para pemimpin, tokoh agama, dan aparatur negara.

“Ribuan orang hari ini sukses karena sentuhan tangan guru. Banggalah menjadi guru madrasah,” katanya.

Ia menekankan bahwa satu kali guru tidak masuk tanpa alasan jelas dapat berdampak pada masa depan banyak peserta didik.

Penutup: ASN Kemenag Harus Jadi Teladan

Di akhir pembinaan, H. Zamroni Aziz mengajak seluruh ASN Kementerian Agama Kota Mataram untuk memahami tugas pokok dan fungsi masing-masing, saling menguatkan, tidak saling menjatuhkan, serta menjunjung tinggi nilai keteladanan.

“Kita ini ASN sampai usia pensiun. Tidak perlu saling menjatuhkan. Saling mengingatkan, saling menguatkan, dan bersama-sama menjaga marwah Kementerian Agama,” pungkasnya.

Kegiatan pembinaan berlangsung khidmat dan penuh keakraban sebagai bagian dari upaya penguatan kinerja ASN Kementerian Agama Kota Mataram agar tetap menjadi rujukan dan teladan di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Redaksi oleh: Ruslan Wahid.

0 Komentar