Selamat datang di website MTsN 3 Mataram, Madrasah Uswah (Unggul, Santun, ber-Wawasan, ber-Akhlak dan Handal)

Foto: Kegiatan debat calon Ketua dan Wakil Ketua ORSIMA periode 2026

Kegiatan debat calon Ketua dan Wakil Ketua ORSIMA periode 2026 berlangsung dengan penuh antusias dan semangat demokrasi. Para siswa tampak serius menyimak setiap penyampaian visi, misi, serta program kerja yang dipaparkan oleh masing-masing pasangan calon. Suasana debat berjalan tertib, dinamis, dan edukatif, mencerminkan proses pembelajaran demokrasi yang sehat di lingkungan madrasah.

Dalam kegiatan ini, para calon pemimpin siswa diuji kemampuan berpikir kritis, keberanian berpendapat, serta kecakapan menyampaikan gagasan secara santun dan argumentatif. Setiap calon berusaha meyakinkan audiens melalui ide-ide yang solutif dan realistis, sekaligus menunjukkan komitmen untuk membawa ORSIMA ke arah yang lebih baik pada periode mendatang.

Siswa yang hadir sebagai peserta debat tidak hanya berperan sebagai penonton, tetapi juga sebagai pemilih cerdas. Mereka belajar mendengarkan perbedaan pandangan, menilai kualitas gagasan, serta menghargai proses demokrasi sebagai bagian dari pendidikan karakter dan kepemimpinan. Kegiatan ini menjadi ruang belajar nyata tentang nilai kejujuran, sportivitas, dan tanggung jawab.

Guru dan panitia penyelenggara turut mengapresiasi jalannya debat yang berlangsung kondusif dan penuh kedewasaan. Melalui kegiatan ini, madrasah berharap dapat menumbuhkan budaya demokrasi yang positif serta membentuk karakter siswa yang berintegritas, berani, dan mampu menjadi teladan bagi sesama.

Empat pasangan calon hadir dengan latar belakang, karakter, dan gagasan yang beragam. Paslon pertama, Baiq Rania Wildacahyani dan Safaraz Akma Fadhil, tampil dengan penekanan pada penguatan solidaritas siswa dan peningkatan kegiatan positif berbasis kebersamaan. Paslon kedua, Khaerul Umam dan Nona Edelweiss Rinjani Soge, menonjolkan program kedisiplinan, prestasi, dan penguatan karakter siswa. Paslon ketiga, Alvian Okyra Karel Tung bersama Akbar Maulana Al Fatih Sopyan Putra, membawa gagasan inovasi kegiatan ORSIMA yang lebih kreatif dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Sementara itu, paslon keempat, Zaneta Hidayatul Fitra dan Lalu Muhammad Attakal Khairu, menawarkan konsep ORSIMA yang inklusif, komunikatif, dan responsif terhadap aspirasi siswa.

Debat calon ORSIMA periode 2026 ini menjadi salah satu tahapan penting dalam rangkaian pemilihan pengurus ORSIMA. Lebih dari sekadar memilih pemimpin, kegiatan ini menjadi momentum pembelajaran berharga bagi seluruh siswa untuk memahami arti kepemimpinan, partisipasi, dan persatuan dalam kehidupan bermadrasah.












































































































































Dokomentasi oleh : Azka dkk (Tim Jurnalis KIR)

0 Komentar