Kegiatan sosialisasi ini menjadi bagian penting dari upaya menanamkan nilai-nilai demokrasi, partisipasi, dan kepemimpinan kepada peserta didik sejak usia dini. Pemilihan Ketua ORSIMA tidak hanya dipandang sebagai agenda rutin organisasi siswa, tetapi juga sebagai wahana pembelajaran nyata tentang bagaimana proses demokrasi berjalan secara jujur, adil, dan bertanggung jawab.
Hadir dalam kegiatan tersebut Anggota Komisioner KPUD Kota Mataram Divisi Sosialisasi, Pendidikan Partisipasi Masyarakat, dan SDM, Muslih Syuaeb, bersama beberapa anggota KPUD Kota Mataram lainnya. Kehadiran KPUD Kota Mataram disambut hangat oleh pihak madrasah dan seluruh siswa, mengingat kegiatan ini memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik tentang praktik pemilu yang sesungguhnya.
Sambutan Kepala Madrasah: Pemilihan ORSIMA sebagai Sejarah dan Pembelajaran Demokrasi
Kegiatan sosialisasi diawali dengan sambutan Kepala MTsN 3 Mataram, H. Marzuki. Dalam sambutannya, ia mengawali dengan ungkapan rasa syukur kepada Allah Swt. karena seluruh warga madrasah dapat berkumpul dalam keadaan sehat untuk mengikuti kegiatan yang ia sebut sebagai “hari spesial dan bersejarah” bagi MTsN 3 Mataram.
“Hari ini adalah hari yang luar biasa. Hari ini kita sedang mencatat sejarah dalam rangka menentukan siapa yang layak dan pantas menjadi pemimpin di tengah-tengah kalian, yaitu melalui pemilihan pengurus ORSIMA periode 2026,” ujar H. Marzuki di hadapan peserta didik.
Ia menegaskan bahwa kegiatan pemilihan ORSIMA bukan sekadar memilih ketua organisasi siswa, tetapi merupakan proses pendidikan karakter dan kepemimpinan yang sangat penting. Melalui kegiatan ini, siswa belajar tentang tanggung jawab, kejujuran, kedewasaan dalam menyikapi perbedaan, serta pentingnya menghargai hasil keputusan bersama.
H. Marzuki juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada KPUD Kota Mataram yang telah meluangkan waktu untuk hadir memberikan sosialisasi dan pencerahan kepada siswa. Menurutnya, kehadiran KPUD memberikan nilai tambah tersendiri karena siswa mendapatkan pemahaman langsung dari lembaga resmi penyelenggara pemilu.
“Ilmu yang akan disampaikan oleh KPUD ini adalah ilmu yang sangat berharga. Ilmu tentang bagaimana memilih pemimpin dengan benar, tanpa intervensi, tanpa tekanan, dan berdasarkan visi serta misi calon,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan kepada seluruh siswa agar menentukan pilihan berdasarkan pertimbangan yang matang. Setiap siswa memiliki hak yang sama untuk memilih calon Ketua ORSIMA yang dinilai mampu membawa organisasi ke arah yang lebih baik selama satu tahun ke depan.
Dalam sambutannya, H. Marzuki menyinggung kemungkinan adanya perbedaan dukungan dan kelompok selama proses pemilihan. Namun, ia menekankan bahwa perbedaan tersebut adalah hal yang wajar dalam demokrasi dan tidak boleh menimbulkan perpecahan.
“Boleh berbeda pilihan, boleh berbeda dukungan. Tapi setelah pemilihan selesai dan pemimpin terpilih secara sah, maka kita semua harus kembali bersatu. Tidak ada lagi kelompok-kelompok, kita adalah satu keluarga besar MTsN 3 Mataram,” pesannya.
KPUD Kota Mataram: Belajar Demokrasi Tidak Harus Menunggu Usia Pemilih
Memasuki sesi utama, Anggota Komisioner KPUD Kota Mataram, Muslih Syuaeb, menyampaikan materi sosialisasi tentang pemilu dan demokrasi secara umum. Dengan gaya penyampaian yang santai, komunikatif, dan interaktif, ia berhasil menarik perhatian siswa sejak awal.
Muslih menegaskan bahwa belajar demokrasi tidak harus menunggu hingga seseorang memiliki hak pilih secara resmi. Menurutnya, pendidikan demokrasi justru harus dimulai sejak usia dini agar generasi muda terbiasa berpikir kritis dan bertanggung jawab dalam menentukan pilihan.
“Kalian memang belum semuanya memiliki hak pilih dalam pemilu nasional. Tapi belajar demokrasi tidak perlu menunggu umur 17 atau 18 tahun. Belajar demokrasi harus dimulai sejak sekarang,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pemilihan Ketua ORSIMA yang akan dilaksanakan di MTsN 3 Mataram merupakan miniatur dari pemilu yang sesungguhnya. Mulai dari proses sosialisasi, penyampaian visi dan misi, hingga pencoblosan dan penghitungan suara, semuanya mencerminkan tahapan pemilu di tingkat nasional maupun daerah.
Muslih juga memberikan pemahaman kepada siswa tentang arti demokrasi sebagai sistem pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Dalam sistem demokrasi, rakyat memiliki hak untuk menentukan pemimpin yang akan mewakili kepentingan mereka.
“Demokrasi itu memberikan kita hak. Hak untuk memilih siapa presiden, gubernur, wali kota, hingga anggota dewan. Hak ini sangat berharga dan tidak dimiliki di semua sistem pemerintahan,” jelasnya.
Edukasi Pemilih Cerdas: Tolak Janji Tidak Masuk Akal dan Politik Uang
Dalam paparannya, Muslih Syuaeb memberikan penekanan khusus mengenai pentingnya menjadi pemilih cerdas. Ia mengingatkan siswa agar tidak memilih pemimpin hanya karena faktor kedekatan, popularitas, atau janji-janji yang tidak masuk akal.
“Kalau ada calon yang menjanjikan sesuatu yang tidak realistis atau menjanjikan imbalan materi, itu harus diwaspadai. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang menawarkan program kerja masuk akal dan berpihak pada kepentingan bersama,” tegasnya.
Ia juga mencontohkan praktik politik uang yang sering terjadi dalam pemilu, serta dampak buruk yang ditimbulkannya. Menurutnya, memilih pemimpin karena imbalan materi sama saja dengan menjual hak dan masa depan sendiri.
“Uang atau imbalan itu mungkin terasa menguntungkan sesaat, tapi dalam jangka panjang justru merugikan. Karena pemimpin yang seperti itu cenderung menyalahgunakan kekuasaan,” ujarnya.
Penjelasan Teknis Pemilu dan Proses Pencoblosan
Selain materi demokrasi, KPUD Kota Mataram juga memberikan penjelasan teknis tentang penyelenggaraan pemilu. Muslih menjelaskan peran KPU sebagai lembaga penyelenggara pemilu, Bawaslu sebagai pengawas, serta tahapan pemungutan dan penghitungan suara.
Ia juga menjelaskan secara sederhana tentang tata cara pencoblosan yang benar agar suara dinyatakan sah. Penjelasan ini relevan dengan pelaksanaan pemilihan Ketua ORSIMA yang akan menggunakan mekanisme serupa.
“Saat memilih, cobloslah di dalam kotak yang tersedia. Jangan mencoblos di luar kotak karena suara bisa dinyatakan tidak sah,” jelasnya.
Penyampaian Visi dan Misi Calon Ketua ORSIMA
Setelah sesi sosialisasi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian visi dan misi oleh masing-masing calon Ketua ORSIMA MTsN 3 Mataram periode 2026. Setiap calon diberikan kesempatan untuk memaparkan gagasan, program kerja, serta komitmen mereka apabila terpilih sebagai ketua.
Momen ini dimanfaatkan siswa untuk mengenal lebih dekat para calon pemimpin mereka. Melalui penyampaian visi dan misi, siswa diharapkan dapat menentukan pilihan secara rasional dan bertanggung jawab.
Menumbuhkan Generasi Demokratis Sejak Dini
Melalui kegiatan sosialisasi ini, MTsN 3 Mataram bersama KPUD Kota Mataram berkomitmen menanamkan nilai-nilai demokrasi, kejujuran, dan kepemimpinan kepada peserta didik. Kegiatan ini diharapkan mampu membentuk karakter siswa yang kritis, berani menyampaikan pendapat, serta bertanggung jawab dalam menggunakan hak pilihnya.
Pemilihan Ketua ORSIMA MTsN 3 Mataram periode 2026 bukan hanya agenda organisasi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran nyata bagi siswa untuk memahami makna demokrasi dalam kehidupan sehari-hari.
Redaksi oleh : Ruslan Wahid


0 Komentar