Selamat datang di website MTsN 3 Mataram, Madrasah Uswah (Unggul, Santun, ber-Wawasan, ber-Akhlak dan Handal)

Upacara Bendera Senin, Pembina Tekankan Semangat Belajar dan Disiplin di Hari Perdana Full Day Learning

MTsN 3 Mataram

Mataram— Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Mataram melaksanakan upacara bendera rutin hari Senin pada tanggal 19 Januari 2026 di halaman madrasah. Upacara berlangsung dengan khidmat dan tertib, diikuti oleh seluruh peserta didik, dewan guru, serta tenaga kependidikan MTsN 3 Mataram.

Pada upacara tersebut, kelas VII 3 dipercaya sebagai petugas upacara. Seluruh rangkaian upacara, mulai dari pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, hingga doa, dapat dilaksanakan dengan baik. Meski demikian, pembina upacara tetap memberikan catatan evaluatif sebagai bahan perbaikan ke depan.

Bertindak sebagai pembina upacara adalah L. Saifullah, S.Pd. Dalam amanatnya, ia mengawali dengan ungkapan rasa syukur ke hadirat Allah Swt. karena seluruh warga madrasah masih diberi kesehatan dan kesempatan untuk kembali mengikuti upacara secara lengkap, setelah pada pekan sebelumnya kegiatan upacara tidak berjalan sempurna akibat kondisi cuaca dan kesehatan pimpinan madrasah.

Dalam kesempatan tersebut, L. Saifullah, S.Pd. menyampaikan doa dan harapan agar Kepala MTsN 3 Mataram senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan keberkahan dalam memimpin madrasah. Ia mengajak seluruh peserta upacara untuk mensyukuri nikmat kehidupan yang masih diberikan Allah Swt. sebagai kesempatan memperbaiki diri, memperbanyak amal ibadah, serta mengisi waktu dengan berbagai kebaikan.

Lebih lanjut, pembina upacara menegaskan bahwa hari Senin tersebut merupakan hari pertama pelaksanaan kegiatan belajar dengan sistem full day learning di MTsN 3 Mataram. Oleh karena itu, seluruh peserta didik diharapkan tetap menjaga semangat, kesehatan, dan kedisiplinan hingga kegiatan pembelajaran berakhir mendekati waktu salat Asar.

Tak lupa pembina upacara juga memberikan apresiasi kepada kelas VII 3 atas pelaksanaan tugas sebagai petugas upacara. Namun demikian, ia memberikan catatan penting khususnya pada pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 agar ke depan dibacakan dengan suara yang lebih lantang dan jelas. Hal ini dinilai penting karena Pembukaan UUD 1945 merupakan bagian fundamental dari negara yang tidak boleh keliru satu kata pun.

Dalam amanat intinya, L. Saifullah, S.Pd. menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya memanfaatkan waktu dan masa muda. Ia mengutip sebuah ungkapan, “Berpikirlah di waktu pagi, bekerjalah di waktu siang, makanlah di waktu sore, dan tidurlah di waktu malam.” Ungkapan tersebut dimaknai sebagai ajakan kepada peserta didik untuk bersungguh-sungguh belajar sejak usia remaja agar kelak memiliki ilmu, keterampilan, dan kualitas diri yang baik.

Menurutnya, kesungguhan dalam belajar akan menghasilkan ilmu yang bermanfaat, membuka peluang pekerjaan di masa dewasa, serta memberikan penghidupan yang layak hingga usia tua. Sebaliknya, apabila masa sekolah diisi dengan sikap malas dan tidak serius, maka akan berdampak pada masa depan yang tidak jelas.

Pembina upacara juga mengingatkan bahwa manusia pada dasarnya memiliki sifat mudah mengeluh. Namun, hal tersebut dapat diatasi dengan keimanan dan ketaatan kepada Allah Swt., khususnya dengan menjaga salat. Oleh karena itu, beliau menegaskan pentingnya pelaksanaan salat Zuhur berjamaah bagi seluruh peserta didik, terutama karena kegiatan belajar berlangsung hingga sore hari.

Menutup amanatnya, L. Saifullah, S.Pd. menyampaikan pesan terkait disiplin waktu seiring dengan dimulainya uji coba full day learning. Peserta didik diminta hadir lebih awal di madrasah, menjaga ketepatan waktu, dan tidak bersikap malas. Menurutnya, keberhasilan program full day learning sangat bergantung pada kedisiplinan dan semangat seluruh warga madrasah.

Upacara bendera kemudian ditutup dengan doa dan berjalan dengan tertib hingga selesai. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi penguat karakter peserta didik MTsN 3 Mataram dalam hal disiplin, tanggung jawab, semangat belajar, serta penguatan nilai keimanan dan ketakwaan.

0 Komentar