Selamat datang di website MTsN 3 Mataram, Madrasah Uswah (Unggul, Santun, ber-Wawasan, ber-Akhlak dan Handal)

Upacara Senin MTsN 3 Mataram Tekankan Nilai Amanah, Semangat Belajar, dan Adab Siswa

MTsN 3 Mataram

MataramMTs Negeri 3 Mataram kembali melaksanakan upacara bendera rutin pada Senin, 26 Januari 2026, yang berlangsung dengan tertib dan khidmat di halaman madrasah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh warga madrasah, mulai dari Kepala Madrasah, para wakil kepala, guru-guru, staf dan karyawan, hingga seluruh siswa dari berbagai jenjang kelas.

Pada upacara tersebut, kelas VII 4 dipercaya sebagai petugas upacara dengan Pembina Sihabuddin, M.Pd. Seluruh rangkaian kegiatan upacara berjalan lancar, mulai dari pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan teks Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, hingga doa penutup.

Dalam amanatnya sebagai pembina upacara, Sihabuddin, M.Pd. mengawali dengan ungkapan syukur ke hadirat Allah SWT atas nikmat kesehatan dan kesempatan sehingga seluruh warga madrasah dapat hadir dan melaksanakan apel bendera sebagai rutinitas hari Senin. Ia berharap seluruh aktivitas yang dilakukan menjadi amal ibadah di sisi Allah SWT.

“Mudah-mudahan apa yang kita laksanakan ini dicatat di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai amal ibadah,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan selawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW, yang telah membawa umat manusia dari karakter jahiliah menuju peradaban yang beradab dan berakhlak mulia.

Apresiasi Petugas Upacara

Pada kesempatan tersebut, pembina upacara memberikan apresiasi yang tinggi kepada siswa kelas VII 4 yang telah menjalankan tugas upacara dengan baik. Meski masih terdapat beberapa catatan teknis, hal tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi dan perbaikan untuk pelaksanaan upacara selanjutnya.

Beberapa catatan yang disampaikan di antaranya terkait kelancaran pembacaan Undang-Undang Dasar 1945, kekompakan tepuk tangan, serta semangat dan kepercayaan diri petugas pengatur upacara (regu dan komandan). Menurutnya, kemampuan siswa sudah baik dan tinggal ditingkatkan dari sisi mental dan keberanian.

Pentingnya Menjaga Amanah

Memasuki inti amanat, Sihabuddin, M.Pd. menekankan nilai amanah sebagai karakter utama yang harus dimiliki peserta didik, terlebih dalam pelaksanaan full day school yang telah memasuki minggu kedua.

Ia mengingatkan bahwa amanah berarti dapat dipercaya, bertanggung jawab, dan jujur, sebagaimana teladan Rasulullah SAW. Hal ini menjadi penting karena semakin banyak fasilitas dan perlengkapan yang digunakan bersama di lingkungan madrasah.

Pembina upacara menyoroti beberapa kejadian yang menjadi bahan refleksi bersama, seperti hilangnya sandal di area tempat wudu dan salat, serta perlengkapan kelas seperti sapu yang berpindah-pindah tanpa dikembalikan.

“Kalau bukan milik kita, tetapi kita meminjam, maka kembalikan. Pegang amanah itu,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa mengambil atau menggunakan barang tanpa izin bukan hanya merugikan orang lain, tetapi juga mencederai nilai karakter siswa madrasah. Sikap saling mengingatkan dalam kebaikan juga ditekankan agar tidak ikut terlibat dalam perbuatan yang tidak dibenarkan.

Menurutnya, jika nilai amanah ini benar-benar dipegang, maka peserta didik MTsN 3 Mataram kelak akan menjadi generasi yang mampu memegang tanggung jawab besar, bahkan memimpin bangsa tanpa praktik-praktik yang merugikan seperti korupsi.

Menjaga Semangat Belajar di Full Day School

Poin kedua yang disampaikan adalah pentingnya menjaga semangat belajar, meskipun kegiatan belajar berlangsung dari pagi hingga sore hari. Ia menegaskan bahwa seluruh guru telah berkomitmen untuk melayani siswa dengan sepenuh hati dan sepenuh waktu.

Mengutip Imam Syafi’i, pembina upacara menekankan bahwa ilmu tidak akan diperoleh tanpa kesungguhan dan semangat, serta kesediaan mengikuti bimbingan guru. Ia menyampaikan keprihatinan atas masih adanya siswa yang kurang bersemangat, bahkan enggan mengikuti aktivitas penyegar di kelas.

Beberapa perilaku yang disorot antara lain siswa yang memilih tidur saat pembelajaran berlangsung, bahkan ada yang tidur di bawah meja menggunakan sajadah. Hal ini dinilai sebagai sikap yang tidak mencerminkan kesungguhan dalam menuntut ilmu.

“Kalau kita tidak mau mengubah diri kita sendiri, tidak ada yang bisa mengubah kita,” ungkapnya.

Ia mengajak seluruh siswa untuk berusaha melawan rasa malas dan kantuk dengan mengikuti arahan guru, berpartisipasi aktif, dan menjaga etika selama proses pembelajaran.

Menjaga Adab kepada Guru

Sebagai penutup amanat, Sihabuddin, M.Pd. menekankan pentingnya adab kepada guru sebagai kunci keberkahan ilmu. Ia mengingatkan bahwa adab yang baik akan mengantarkan seseorang pada kemuliaan di masa depan.

Beberapa kejadian yang menunjukkan kurangnya adab, seperti siswa yang meninggalkan kelas sebelum bel berbunyi tanpa izin guru, menjadi perhatian serius. Ia mengingatkan agar hal tersebut tidak menjadi kebiasaan apalagi ditiru oleh siswa lain.

“Kalau kalian beradab, Bapak dan Ibu guru siap mengajarkan dengan cara terbaik, dan insyaallah kalian akan menjadi anak yang sukses dunia dan akhirat,” pesannya.

Upacara ditutup dengan doa dan salam, serta harapan agar seluruh pesan yang disampaikan dapat menjadi bahan renungan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh seluruh peserta didik MTsN 3 Mataram.

Redaksi oleh: Ruslan Wahid.

0 Komentar