Kisi-kisi TKA SD/MI dan SMP/MTs: Panduan Lengkap dan Mendalam bagi Guru, Siswa, dan Orang Tua
Tes Kemampuan Akademik (TKA) menjadi salah satu isu strategis dalam kebijakan pendidikan nasional sejak ditetapkannya Peraturan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Nomor 047/H/AN/2025. Kehadiran TKA bukan sekadar menambah jenis tes baru, melainkan merepresentasikan perubahan paradigma dalam menilai capaian akademik peserta didik secara lebih adil, objektif, dan terstandar secara nasional.
Artikel ini disusun secara lebih lengkap dan detail, dengan fokus utama pada kisi-kisi TKA jenjang SD/MI dan SMP/MTs, agar dapat menjadi rujukan praktis sekaligus reflektif bagi guru, kepala sekolah/madrasah, siswa, dan orang tua.
Latar Belakang Diterapkannya Tes Kemampuan Akademik (TKA)
Selama bertahun-tahun, nilai rapor menjadi instrumen utama dalam menilai capaian akademik peserta didik, termasuk sebagai dasar seleksi ke jenjang pendidikan berikutnya. Namun, sistem ini menyimpan persoalan mendasar, yakni ketidakseragaman standar penilaian antar satuan pendidikan.
Dua peserta didik dari sekolah berbeda dapat memperoleh nilai rapor yang sama, tetapi memiliki tingkat penguasaan kompetensi yang berbeda. Sekolah dengan standar penilaian tinggi cenderung menghasilkan nilai yang lebih "ketat", sementara sekolah dengan standar lebih longgar menghasilkan nilai yang relatif tinggi namun kurang mencerminkan kemampuan sesungguhnya. Dalam konteks seleksi, kondisi ini berpotensi menimbulkan ketidakadilan.
TKA hadir sebagai asesmen terstandar nasional yang menyediakan skor akademik yang lebih dapat diperbandingkan lintas satuan pendidikan. Selain itu, TKA juga dirancang untuk:
mendukung proses seleksi akademik yang lebih objektif,
melengkapi hasil Asesmen Nasional,
menjadi rujukan peningkatan mutu pembelajaran,
serta memberikan pengakuan kesetaraan hasil belajar bagi peserta didik jalur nonformal dan informal.
Penting ditegaskan bahwa TKA bukan penentu kelulusan. Penilaian kelulusan tetap menjadi kewenangan guru dan satuan pendidikan.
Mata Uji dan Karakteristik Soal TKA
Pada jenjang SD/MI maupun SMP/MTs, TKA hanya menguji dua mata pelajaran inti, yaitu:
Bahasa Indonesia
Matematika
Pemilihan dua mata uji ini didasarkan pada pertimbangan bahwa literasi membaca dan numerasi merupakan kompetensi fondasional yang menopang keberhasilan belajar pada semua mata pelajaran.
Jenis dan Bentuk Soal
Soal TKA terdiri atas:
Soal tunggal, yaitu soal yang berdiri sendiri tanpa keterkaitan dengan soal lain.
Soal grup, yaitu beberapa soal yang mengacu pada satu stimulus yang sama, seperti teks bacaan, tabel, grafik, diagram, atau ilustrasi.
Bentuk soal yang digunakan meliputi:
pilihan ganda sederhana (satu jawaban benar),
pilihan ganda kompleks model multiple choice multiple answers (lebih dari satu jawaban benar),
pilihan ganda kompleks model kategori (peserta merespons beberapa pernyataan dengan pilihan seperti benar–salah atau sesuai–tidak sesuai).
Model soal ini menuntut peserta didik untuk membaca cermat, berpikir kritis, dan bernalar, bukan sekadar menghafal.
Kisi-kisi TKA SD/MI secara Rinci
A. Bahasa Indonesia SD/MI
Fokus Asesmen
TKA Bahasa Indonesia SD/MI difokuskan sepenuhnya pada keterampilan membaca. Membaca diposisikan sebagai keterampilan dasar yang menjadi fondasi bagi pembelajaran sepanjang hayat, terutama di era informasi dan teknologi.
Jenis Teks yang Diujikan
Teks Informasi
Berisi fakta sederhana dari berbagai topik dengan konteks lokal dan nasional.Teks Fiksi
Berupa cerita rekaan (fantasi atau faktual sederhana seperti sejarah/biografi) dengan ciri:tokoh berkarakter datar,
konflik tunggal,
alur maju,
sudut pandang orang pertama,
penyelesaian cerita tertutup.
Kompetensi Membaca yang Diukur
Kompetensi membaca dikelompokkan menjadi tiga ranah besar:
Pemahaman Tekstual
mengidentifikasi informasi tersurat dalam teks,
mengenali kosakata umum dan khusus,
menyusun ulang informasi dalam bentuk ikhtisar atau bagan.
Pemahaman Inferensial
menyimpulkan ide pokok dan gagasan pendukung,
memahami makna ungkapan dalam konteks teks,
menarik kesimpulan dari informasi tersirat.
Evaluasi dan Apresiasi
menilai relevansi isi teks dengan kehidupan sehari-hari,
menilai kesesuaian antarinformasi dalam teks,
memberikan respons emosional dan apresiasi terhadap teks fiksi.
Dengan demikian, siswa SD/MI tidak hanya diuji kemampuan membaca permukaan, tetapi juga kemampuan memahami makna dan nilai yang terkandung dalam bacaan.
B. Matematika SD/MI
Tujuan Asesmen
TKA Matematika SD/MI mengukur kemampuan peserta didik dalam:
memahami konsep dan prosedur matematika,
menerapkan pengetahuan matematika dalam konteks keseharian,
serta menyelesaikan masalah secara logis.
Ruang Lingkup Materi
Bilangan
Meliputi bilangan cacah dan pecahan, relasi berbagai bentuk pecahan, KPK, FPB, serta operasi hitung.Geometri dan Pengukuran
Mencakup bangun datar, bangun ruang sederhana, satuan panjang, berat, volume, waktu, keliling, luas, dan volume.Data
Meliputi penyajian data dalam bentuk gambar, diagram batang, dan tabel, serta penggunaan data untuk menarik informasi.
Level Kognitif
Kemampuan matematis diukur pada tiga level:
Pengetahuan dan Pemahaman,
Aplikasi,
Penalaran.
Artinya, siswa tidak hanya diminta menghitung, tetapi juga menjelaskan, menganalisis, dan menyimpulkan hasil perhitungan.
Kisi-kisi TKA SMP/MTs secara Mendalam
A. Bahasa Indonesia SMP/MTs
Fokus Asesmen
Seperti pada SD/MI, TKA Bahasa Indonesia SMP/MTs berfokus pada keterampilan membaca, namun dengan kompleksitas teks dan tuntutan berpikir yang lebih tinggi.
Jenis Teks
Teks Informasi
Berisi fakta, konsep, atau prosedur dengan cakupan lokal, nasional, hingga global, baik teks tunggal maupun teks jamak.Teks Fiksi
Memiliki ciri:tokoh berkarakter bulat,
konflik tunggal atau jamak,
alur campuran,
sudut pandang orang ketiga.
Kompetensi yang Diukur
Pemahaman Tekstual
Mengidentifikasi informasi penting, objek, latar, dan istilah dalam teks.Pemahaman Inferensial
Menyimpulkan ide, menjelaskan hubungan antargagasan, memprediksi peristiwa, serta memahami bahasa kias.Evaluasi dan Apresiasi
Menilai keakuratan isi dan kebahasaan teks, membandingkan informasi antarteks, serta menyimpulkan respons emosional.
B. Matematika SMP/MTs
Ruang Lingkup Materi
Bilangan (bilangan real, rasional, irasional, berpangkat, dan akar),
Aljabar (persamaan, pertidaksamaan, fungsi, barisan dan deret),
Geometri dan Pengukuran,
Data dan Peluang.
Fokus Kompetensi
TKA Matematika SMP/MTs menekankan:
penalaran dan penggunaan logika matematika,
pemecahan masalah non-rutin,
evaluasi dan generalisasi konsep matematika.
Soal dirancang agar siswa mampu mengaitkan konsep matematika dengan situasi nyata, serta memilih strategi penyelesaian yang paling efektif.
Implikasi Kisi-kisi TKA bagi Pembelajaran
Kisi-kisi TKA menunjukkan bahwa pembelajaran ke depan perlu lebih menekankan:
pemahaman konsep daripada hafalan,
literasi membaca yang mendalam,
numerasi kontekstual,
serta kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills).
Bagi guru, kisi-kisi ini dapat dijadikan acuan untuk merancang pembelajaran dan asesmen kelas yang lebih bermakna. Bagi siswa, TKA menjadi sarana untuk menunjukkan kemampuan akademik secara utuh. Sementara bagi orang tua, pemahaman terhadap TKA membantu dalam mendampingi anak belajar secara tepat.
Download Kisi-kisi TKA SD/MI dan SMP/MTs
Penutup
Kisi-kisi TKA SD/MI dan SMP/MTs menegaskan arah baru asesmen pendidikan di Indonesia: adil, terstandar, dan berorientasi pada pemahaman mendalam. TKA bukan tentang siapa yang paling cepat menghafal, melainkan siapa yang paling mampu membaca dengan cermat, berpikir logis, dan memecahkan masalah secara bermakna.
Dengan memahami kisi-kisi ini secara utuh, seluruh pemangku kepentingan pendidikan diharapkan dapat mempersiapkan diri secara lebih bijaksana, bukan sekadar mengejar nilai, tetapi menumbuhkan kualitas belajar yang sesungguhnya.

0 Komentar