Selamat datang di website MTsN 3 Mataram, Madrasah Uswah (Unggul, Santun, ber-Wawasan, ber-Akhlak dan Handal)

Milad ke-22 MTsN 3 Mataram: Momentum Syukur, Refleksi, dan Komitmen Menuju Madrasah Terdep


Mataram – Suasana khidmat dan penuh kekeluargaan menyelimuti halaman MTsN 3 Mataram pada Sabtu, 28 Februari 2026. Bertepatan dengan hari kesembilan Ramadan 1447 H, keluarga besar madrasah memperingati Milad ke-22 dengan rangkaian kegiatan khataman Al-Qur’an, zikir, doa bersama, tausiyah, serta refleksi pendidikan karakter.

Sejak pagi, nuansa putih mendominasi lingkungan madrasah. Guru laki-laki tampil dengan baju koko putih dan sarung putih, sementara guru perempuan mengenakan gamis putih. Para siswa juga kompak mengenakan busana putih; siswa laki-laki duduk rapi di teras kelas bagian selatan, sedangkan siswi-siswi menempati bagian utara. Seluruh guru, tenaga kependidikan, siswa kelas VII hingga IX, serta Ketua Komite turut hadir dalam momentum istimewa tersebut.


Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema syahdu, menyatukan hati seluruh warga madrasah dalam rasa syukur atas perjalanan 22 tahun pengabdian di dunia pendidikan.

Sambutan Penuh Semangat dan Reflektif

Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan Kepala MTsN 3 Mataram, H. Marzuki. Dengan gaya khasnya yang komunikatif dan penuh energi, beliau membuka acara dengan salam yang dijawab lantang oleh para siswa.

Dalam sambutannya, H. Marzuki mengajak seluruh warga madrasah untuk bersyukur atas nikmat iman, Islam, kesehatan, dan kesempatan sehingga dapat kembali memperingati hari lahir madrasah tercinta.

“Alhamdulillah, hari ini kita kembali memperingati hari lahir MTsN 3 Mataram yang ke-22. Mudah-mudahan momentum ini menjadi inspirasi bagi kita semua untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa usia 22 tahun adalah usia yang matang. Jika dianalogikan dengan manusia, usia tersebut sudah memasuki fase kedewasaan.

“Kalau manusia usia 22 tahun sudah dewasa, sudah balig, sudah pantas dicatat amal baik dan tidak baiknya. Maka madrasah ini pun harus kita anggap sudah dewasa. Artinya, kita semua harus bertanya pada diri masing-masing: apa yang sudah kita berikan untuk lembaga ini?” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut Marzuki mengajak siswa untuk melakukan refleksi diri:

Apakah prestasi sudah maksimal?

Apakah akhlak sudah mencerminkan pelajar madrasah?

Apakah perilaku sehari-hari sudah membanggakan?

Tak hanya siswa, para guru dan tenaga kependidikan pun diajak untuk bermuhasabah.

“Apa yang sudah kita sumbangkan? Tenaga, pikiran, bahkan doa-doa kita, mudah-mudahan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kemajuan madrasah ini,” ungkapnya.

Tantangan dan Harapan ke Depan


H. Marzuki juga menyinggung perkembangan wilayah Kota Mataram yang semakin bergeser ke kawasan selatan. Ia optimistis, jika seluruh warga madrasah memberikan kontribusi terbaik, MTsN 3 Mataram dapat menjadi madrasah terdepan.

“Kalian ini generasi muda, pikirannya masih jernih, langkahnya masih kuat. Jangan sia-siakan waktu, apalagi milad ini kita rayakan di bulan Ramadan. Ini momentum luar biasa,” pesannya.

Ia berharap lahir program-program unggulan yang dapat meningkatkan daya saing madrasah dan menarik minat masyarakat.

“Kalau kalian berbuat positif, bukan tidak mungkin MTsN 3 Mataram menjadi yang terbaik di kota ini. Sesuai jargon kita: jaya, jaya, dan jaya,” serunya, disambut takbir dan tepuk tangan para siswa.

Kuis Interaktif Penuh Antusias


Menambah semarak acara, Kepala Madrasah menggelar kuis spontan berhadiah. Pertanyaan seputar nama Ketua Komite, Kepala Kemenag Kota Mataram, hingga Kepala Kanwil Kemenag NTB membuat suasana semakin hidup. Para siswa berebut mengangkat tangan, berharap menjadi yang tercepat menjawab.

Salah satu pertanyaan yang memancing antusiasme adalah tentang tahun berdirinya madrasah.

“Tahun berapa MTsN 3 Mataram dilahirkan, dan tahun ini yang ke berapa?” tanyanya.

Dengan penuh semangat, seorang siswa menjawab bahwa madrasah berdiri pada 25 Februari 2004 dan tahun ini memasuki usia ke-22. Jawaban tersebut disambut tepuk tangan meriah.

Refleksi Film Cyberbullying dan Pembacaan Puisi


Rangkaian acara dilanjutkan dengan penyampaian intisari film Cyberbullying yang sebelumnya telah ditonton bersama di Bioskop Cinema Mall Mataram. Ketua Orsima, Zaneta, bersama wakilnya, menyampaikan pesan penting tentang bahaya perundungan di dunia maya, pentingnya menjaga etika komunikasi digital, serta kesadaran akan jejak digital yang berdampak jangka panjang.

Usai refleksi tersebut, suasana berubah menjadi haru ketika Khumaira, siswi kelas VII 1, maju ke depan untuk membacakan puisi bertema cinta dan kebanggaan terhadap MTsN 3 Mataram. Dengan suara lantang dan penuh penghayatan, ia melantunkan bait-bait puisi yang menggambarkan madrasah sebagai rumah ilmu, tempat tumbuhnya mimpi, dan ladang pengabdian.

Tepuk tangan meriah mengiringi akhir pembacaan puisi, menambah kekhidmatan sekaligus kehangatan suasana Milad ke-22. Momen tersebut menjadi simbol bahwa generasi muda madrasah tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan rasa dan kecintaan terhadap lembaganya.

Perayaan Milad ke-22 MTsN 3 Mataram bukan sekadar seremoni tahunan. Di tengah bulan suci Ramadan, kegiatan ini menjadi ruang refleksi spiritual, penguatan karakter, dan komitmen bersama untuk terus menjadikan madrasah sebagai pusat lahirnya generasi Qur’ani yang cerdas, berakhlak, dan membanggakan.

Redaksi oleh: Ruslan Wahid 

0 Komentar