Selamat datang di website MTsN 3 Mataram, Madrasah Uswah (Unggul, Santun, ber-Wawasan, ber-Akhlak dan Handal)

Halal Bihalal MTsN 3 Mataram 1447 H: Momentum Mempererat Silaturahmi dan Meneguhkan Nilai Ketakwaan

Halal bihalal

Mataram – Suasana hangat penuh kebersamaan mewarnai kegiatan Halal Bihalal Keluarga Besar MTsN 3 Mataram yang dilaksanakan pada Senin, 30 Maret 2026. Kegiatan ini bertepatan dengan hari pertama masuk sekolah setelah libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

Kegiatan diawali dengan pelaksanaan Imtaq yang berlangsung khidmat di lingkungan madrasah. Seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan mengikuti rangkaian kegiatan mulai dari pembacaan Surah Yasin, doa bersama, hingga zikir yang menambah nuansa religius dan kekhusyukan.

Dalam arahannya sebelum tausiyah dimulai, Kepala MTsN 3 Mataram, H. Marzuki, mengingatkan peserta untuk menyesuaikan posisi agar lebih nyaman mengikuti kegiatan. “Yang kepanasan silakan mencari tempat yang lebih sejuk. Kita ingin semua bisa mengikuti kegiatan ini dengan baik dan khusyuk,” ujarnya.

Mengawali tausiyah, H. Marzuki menyampaikan salam dan doa kepada seluruh peserta. Ia mengapresiasi antusiasme siswa yang kembali ke madrasah dengan penuh semangat setelah libur panjang. 

“Alhamdulillah, hari ini kita kembali melihat senyum-senyum luar biasa yang sempat sepi beberapa pekan. Ini menandakan bahwa kalian rindu dan cinta kepada madrasah kita,” ungkapnya.

Dalam tausiyahnya, beliau mengajak seluruh warga madrasah untuk mensyukuri nikmat Allah SWT, terutama nikmat iman, Islam, kesehatan, dan kesempatan untuk kembali berkumpul di lingkungan MTsN 3 Mataram.


H. Marzuki juga menekankan pentingnya mengambil hikmah dari ibadah puasa Ramadan yang telah dijalani selama satu bulan penuh. Mengutip firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 183, beliau menjelaskan bahwa tujuan utama puasa adalah membentuk pribadi yang bertakwa.

“Puasa itu ibarat pendidikan dan latihan mental, terutama dalam membentuk kejujuran, kedisiplinan, dan ketawadukan kepada Allah SWT,” jelasnya.

Ia memberikan contoh konkret bagaimana puasa melatih kedisiplinan, seperti menahan diri hingga waktu berbuka dan berhenti makan saat imsak. Menurutnya, nilai-nilai tersebut harus terus dijaga dan bahkan ditingkatkan setelah Ramadan.

“Kalau sebelum puasa kita kurang disiplin itu wajar. Tapi kalau setelah puasa kita masih tidak disiplin, maka boleh dikatakan puasa kita hanya seremonial. Harus ada peningkatan, baik dalam kedisiplinan, ibadah, maupun akhlak,” tegasnya.

Selain itu, beliau juga menyoroti pentingnya menjaga kebersihan sebagai bagian dari karakter yang harus terus dibangun. Ia mengingatkan agar kebiasaan baik selama Ramadan, seperti menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan ibadah, tetap dipertahankan bahkan ditingkatkan di bulan-bulan berikutnya.

Lebih lanjut, H. Marzuki menekankan makna Halal Bihalal sebagai tradisi yang sarat nilai sosial dan spiritual. Ia mengajak seluruh warga madrasah untuk benar-benar saling memaafkan dengan tulus, bukan sekadar formalitas.

“Ketika kita bersalam-salaman nanti, tidak hanya berjabat tangan, tetapi benar-benar saling memaafkan. Kita ini makhluk sosial, pasti ada salah dan khilaf. Momentum Syawal ini adalah waktu terbaik untuk memperbaiki hubungan dan menjaga harmoni,” pesannya.

Ia berharap seluruh amal ibadah selama Ramadan diterima oleh Allah SWT dan menjadikan seluruh keluarga besar MTsN 3 Mataram sebagai pribadi yang lebih bertakwa.




Kegiatan kemudian ditutup dengan tradisi bersalam-salaman yang berlangsung penuh haru dan kekeluargaan. Para siswa dengan penuh hormat bersalaman kepada guru-guru, sementara para guru dan staf saling bermaafan satu sama lain, menciptakan suasana yang hangat dan harmonis.

Melalui kegiatan Halal Bihalal ini, diharapkan nilai-nilai kebersamaan, silaturahmi, dan peningkatan karakter positif dapat terus terjaga di lingkungan MTsN 3 Mataram, sehingga madrasah menjadi tempat yang nyaman, religius, dan penuh keberkahan bagi seluruh warganya.

0 Komentar