Mataram – Kegiatan Safari Ramadhan 1447 H/2026 M yang diselenggarakan Kantor Kementerian Agama Kota Mataram di MAN 1 Mataram, Sabtu malam (7/3/2026) pukul 21.00 WITA, tidak hanya menjadi ajang silaturahmi keluarga besar Kementerian Agama, tetapi juga menjadi momentum penyampaian berbagai informasi penting terkait kebijakan pemerintah, khususnya bagi guru madrasah swasta.
Dalam arahannya, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTB, H. Zamroni Aziz, secara khusus menyoroti perjuangan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan guru madrasah swasta, termasuk melalui kebijakan pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Zamroni Aziz menyampaikan bahwa selama beberapa tahun terakhir, Kementerian Agama terus berupaya memperjuangkan tenaga honorer di lingkungan madrasah agar mendapatkan kepastian status dan kesejahteraan yang lebih baik.
Menurutnya, salah satu capaian penting yang telah dirasakan adalah pengangkatan tenaga honorer di madrasah negeri, termasuk tenaga administrasi, penjaga malam, hingga petugas keamanan yang kini banyak di antaranya telah diangkat menjadi PPPK.
“Alhamdulillah, hampir seluruh tenaga honorer yang ada di madrasah negeri, baik itu tenaga administrasi, penjaga malam, maupun tenaga lainnya sudah mendapatkan kesempatan diangkat menjadi PPPK. Ini adalah salah satu bentuk perhatian pemerintah kepada keluarga besar Kementerian Agama,” ujarnya di hadapan ratusan peserta Safari Ramadhan.
Perjuangkan Nasib Guru Madrasah Swasta Jadi PPPK
Meski demikian, Zamroni mengakui bahwa masih ada pekerjaan besar yang harus diperjuangkan, terutama terkait guru madrasah swasta yang selama ini menjadi tulang punggung pendidikan madrasah di berbagai daerah.
Ia menilai pengabdian guru madrasah swasta sangat besar, bahkan seringkali mereka bekerja dalam berbagai keterbatasan demi menjaga keberlangsungan pendidikan di madrasah.
“Guru madrasah swasta ini pengabdiannya luar biasa. Mereka tidak hanya mengajar, tetapi juga memikirkan keberlangsungan madrasah, memikirkan siswa, bahkan memikirkan kesejahteraan guru lainnya,” ungkapnya.
Zamroni juga menggambarkan betapa beratnya tanggung jawab para kepala madrasah swasta yang harus memikirkan berbagai kebutuhan lembaga, mulai dari sarana prasarana, kesejahteraan guru, hingga keberlanjutan pendidikan di madrasah.
Menurutnya, pemerintah melalui Kementerian Agama terus berupaya mencari solusi agar guru madrasah swasta juga dapat memperoleh kesempatan yang sama untuk diangkat sebagai PPPK.
Aspirasi Guru Madrasah Swasta Dibawa ke Tingkat Nasional
Dalam kesempatan tersebut, Zamroni Aziz juga mengungkapkan bahwa aspirasi terkait pengangkatan guru madrasah swasta menjadi PPPK telah disampaikan dalam berbagai forum nasional.
Ia menuturkan bahwa perwakilan Aliansi Madrasah Swasta se-Indonesia bahkan telah menyampaikan aspirasi tersebut langsung kepada Komisi VIII DPR RI dalam sebuah pertemuan di Jakarta.
Dalam pertemuan tersebut, DPR RI mendorong Kementerian Agama untuk berkoordinasi dengan kementerian terkait, termasuk Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) serta Kementerian Keuangan, guna membahas kesiapan regulasi dan anggaran dalam proses pengangkatan PPPK bagi guru madrasah swasta.
“Ini sedang diperjuangkan secara nasional. Kita berharap ada kebijakan yang memberikan kesempatan lebih luas bagi guru madrasah swasta untuk diangkat menjadi PPPK,” jelasnya.
Mengajak Guru Bersabar dan Tetap Mengabdi
Meski proses kebijakan tersebut masih dalam tahap pembahasan, Zamroni Aziz mengajak para guru madrasah swasta untuk tetap bersabar dan terus mengabdi dengan penuh keikhlasan.
Ia meyakini bahwa perjuangan yang dilakukan saat ini akan memberikan hasil yang baik di masa depan.
“InsyaAllah kalau memang sudah menjadi jalan dan takdirnya, kesempatan itu akan datang. Yang penting kita tetap bekerja dengan ikhlas dan terus memberikan yang terbaik untuk pendidikan madrasah,” katanya.
Apresiasi Pengabdian Guru Madrasah
Dalam arahannya juga, Zamroni Aziz menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh guru madrasah, baik negeri maupun swasta, atas dedikasi dan pengabdiannya dalam mencerdaskan generasi bangsa.
Ia menegaskan bahwa madrasah memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang kuat.
“Madrasah adalah benteng pendidikan karakter. Karena itu, kita harus terus menjaga dan memperkuat keberadaan madrasah di tengah masyarakat,” pungkasnya.
Kegiatan Safari Ramadhan tersebut diakhiri dengan penyerahan santunan kepada anak yatim piatu dan orang tua jompo sebagai bentuk kepedulian sosial keluarga besar Kementerian Agama Kota Mataram di bulan suci Ramadhan.
Redaksi oleh: Ruslan Wahid, ST

0 Komentar