Selamat datang di website MTsN 3 Mataram, Madrasah Uswah (Unggul, Santun, ber-Wawasan, ber-Akhlak dan Handal)

MTsN 3 Mataram Bersama Komite Sosialisasikan TKA 2026, Wali Murid Kelas IX Siap Dukung Persiapan Ujian

Rapat komite MTsN 3 Mataram

Mataram – MTsN 3 Mataram menggelar rapat komite bersama wali murid khusus kelas IX dengan agenda sosialisasi pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA), Sabtu (7/3/2026). Kegiatan yang berlangsung di Musholla Ulul Albab MTsN 3 Mataram ini dihadiri oleh Ketua Komite H. Suhaimi Anwar, S.Sos., Kepala MTsN 3 Mataram H. Marzuki, S.Pd., Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan Hj. Hasniaty Muzayyanah, S.Ag., serta seluruh wali murid siswa kelas IX.

Pertemuan tersebut digelar sebagai bentuk silaturahmi sekaligus sosialisasi kepada orang tua terkait pelaksanaan TKA yang akan diikuti oleh siswa kelas IX dalam waktu dekat.

Dalam sambutannya, Kepala MTsN 3 Mataram H. Marzuki, S.Pd. mengawali dengan mengucapkan rasa syukur atas kesempatan berkumpul bersama para wali murid di bulan suci Ramadan.

“Alhamdulillah kita bisa berkumpul dan bersilaturahmi pada pagi hari ini. Terima kasih kepada Bapak dan Ibu wali murid yang telah meluangkan waktu hadir untuk bersama-sama mengetahui program dan rencana kegiatan yang akan dilaksanakan oleh madrasah,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa saat ini siswa kelas IX sedang melaksanakan asesmen akhir yang berlangsung sejak 2 Maret dan dijadwalkan berakhir pada 9 Maret 2026. Nilai dari asesmen tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Memasuki agenda utama, H. Marzuki menjelaskan tentang Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang merupakan program baru dari pemerintah untuk mengukur kemampuan akademik siswa, khususnya pada bidang matematika dan bahasa Indonesia.

“TKA ini merupakan program baru. Tes ini bertujuan untuk mengukur kemampuan akademik siswa, terutama pada bidang matematika dan bahasa Indonesia. Selain itu, hasilnya juga menjadi salah satu indikator untuk melihat kualitas lembaga pendidikan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pelaksanaan TKA direncanakan pada bulan April 2026. Sebagai persiapan awal, siswa akan mengikuti kegiatan uji coba secara nasional pada 10 dan 11 Maret 2026.

“InsyaAllah minggu depan, tepatnya tanggal 10 dan 11 Maret, anak-anak kita akan mengikuti uji coba TKA. Uji coba ini dilakukan secara nasional,” ungkapnya.

Berbeda dengan asesmen yang selama ini dilakukan berbasis Android menggunakan ponsel, pelaksanaan TKA harus menggunakan perangkat laptop atau komputer. Oleh karena itu, pihak madrasah membutuhkan dukungan dari wali murid untuk meminjamkan laptop demi kelancaran pelaksanaan ujian.

“Kita memiliki sekitar 197 siswa kelas IX. Karena ujian dilaksanakan dengan sistem beberapa sesi, kita membutuhkan sekitar 70 laptop. Sementara laptop yang dimiliki madrasah belum mencukupi, sehingga kami berharap dukungan dari Bapak dan Ibu untuk meminjamkan laptop sementara waktu,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa laptop yang dipinjamkan akan digunakan oleh siswa pemiliknya sendiri serta akan diberi tanda agar tidak tertukar. Selain itu, perangkat tersebut akan dipasang aplikasi ujian yang telah disiapkan oleh panitia.

Menanggapi permintaan tersebut, Ketua Komite MTsN 3 Mataram H. Suhaimi Anwar, S.Sos. mengajak para wali murid untuk berpartisipasi membantu madrasah.

Ia bahkan meminta wali murid yang memiliki laptop di rumah untuk mengangkat tangan sebagai bentuk kesiapan membantu. Beberapa orang tua terlihat merespons dengan menyatakan kesediaannya meminjamkan laptop untuk keperluan pelaksanaan TKA.

Setelah penyampaian materi sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara wali murid dan pihak madrasah.

Salah satu wali murid menanyakan mengenai keamanan data yang tersimpan di dalam laptop jika perangkat tersebut dipinjamkan dan dipasang aplikasi ujian oleh panitia.

Menanggapi pertanyaan tersebut, pihak madrasah menjelaskan bahwa instalasi aplikasi ujian aman dan tidak akan mengganggu data yang ada di dalam perangkat.

“InsyaAllah aman. Data-data yang ada di laptop tidak akan terganggu. Aplikasi yang dipasang adalah aplikasi ujian yang sudah umum digunakan dalam berbagai pelaksanaan tes nasional maupun ujian lainnya, karna aplikasinya langsung dari mendikdasmen,” jelas Ruslan perwakilan dari guru.

Pertanyaan lain juga muncul terkait penggunaan perangkat selain laptop, seperti Chromebook, tablet, atau ponsel Android. Pihak madrasah menjelaskan bahwa hingga saat ini perangkat yang direkomendasikan untuk pelaksanaan TKA adalah laptop atau komputer.

“Untuk Chromebook memang belum pernah kita coba sebelumnya. Namun jika ada yang ingin membawa, silakan dibawa terlebih dahulu, nanti akan kita uji oleh tim teknis apakah bisa digunakan atau tidak,” ujar Ruslan.

Selain itu, salah satu wali murid juga menyampaikan masukan terkait kesiapan akademik siswa dalam menghadapi TKA. Ia berharap pihak madrasah dapat memberikan tambahan pembelajaran atau penguatan materi khususnya pada mata pelajaran matematika dan bahasa Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, pihak madrasah yang diwakili Waka Kesiswaan, menyampaikan bahwa para guru sebenarnya telah mulai memberikan penguatan materi di sela-sela pembelajaran di kelas. Namun usulan tersebut akan diteruskan kepada bagian kurikulum untuk dipertimbangkan sebagai langkah persiapan tambahan bagi siswa.

“Masukan dari orang tua tentu sangat penting bagi kami. InsyaAllah nanti akan kami sampaikan kepada waka kurikulum agar ada langkah lanjutan dalam mempersiapkan anak-anak menghadapi TKA,” ujar Hj. Hasniaty.

Kegiatan rapat komite tersebut berlangsung dengan suasana dialog yang terbuka dan penuh kekeluargaan. Diharapkan melalui pertemuan ini, orang tua dan pihak madrasah dapat bekerja sama dalam mempersiapkan siswa menghadapi Tes Kemampuan Akademik sehingga mereka dapat memperoleh hasil yang optimal.

Redaksi Oleh : Ruslan Wahid, ST

0 Komentar