Kegiatan yang dilaksanakan di lapangan madrasah sebelum pembelajaran dimulai ini diikuti oleh ratusan siswa dengan didampingi para guru. Suasana pagi yang cerah tidak mengurangi antusiasme para siswa yang berkumpul untuk mendengarkan penyampaian dari pihak kepolisian.
Sosialisasi tersebut dipimpin oleh AKP Isnaini, yang akrab disapa Ibu Iis, bersama dua anggota tim lainnya yaitu Aiptu I Wayan Sardika selaku Kasubnit Babinkamtibmas dan Brigadir Dina Mardiana. Kehadiran tim Polresta Mataram ini merupakan bagian dari kegiatan pembinaan kepada generasi muda agar terhindar dari berbagai bentuk kenakalan remaja serta perilaku yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat.
Mengawali penyampaiannya, AKP Isnaini terlebih dahulu memperkenalkan diri serta anggota tim yang hadir kepada para siswa. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak madrasah yang telah memberikan kesempatan kepada pihak kepolisian untuk berbagi pengetahuan serta memberikan nasihat kepada para siswa.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kepala Madrasah dan seluruh guru MTsN 3 Mataram yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk menyampaikan beberapa pesan penting kepada adik-adik semua,” ujar AKP Isnaini di hadapan para siswa.
Kenakalan Remaja Saat Ramadan
Dalam sosialisasi tersebut, AKP Isnaini menyoroti fenomena meningkatnya kenakalan remaja pada bulan suci Ramadan. Menurutnya, setiap tahun pihak kepolisian sering menerima laporan masyarakat terkait aktivitas remaja yang mengganggu ketertiban saat menunggu waktu sahur.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan seperti balap lari di jalan raya, perang sarung, perang mercon, hingga berbagai bentuk taruhan kerap terjadi pada malam hari.
“Kegiatan seperti perang sarung, perang mercon, atau balap lari di jalan raya itu sangat berbahaya dan bisa meresahkan masyarakat di sekitar. Banyak laporan yang kami terima setiap Ramadan terkait kegiatan seperti ini,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa masyarakat kini dapat dengan mudah melaporkan gangguan keamanan melalui layanan pengaduan kepolisian di nomor 110. Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat langsung menghubungi pihak kepolisian apabila menemukan kegiatan yang mengganggu ketertiban di lingkungan mereka.
“Ketika ada laporan dari masyarakat, tim patroli akan segera turun ke lokasi untuk membubarkan kegiatan yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan,” tambahnya.
Bahaya Penyalahgunaan Media Sosial
Selain membahas kenakalan remaja, AKP Isnaini juga memberikan perhatian khusus terhadap penggunaan media sosial di kalangan pelajar. Ia mengingatkan bahwa media sosial dapat membawa dampak positif maupun negatif, tergantung pada bagaimana penggunanya memanfaatkannya.
Menurutnya, saat ini banyak kasus pelecehan seksual terhadap anak yang berawal dari perkenalan melalui media sosial seperti TikTok, Instagram, atau aplikasi pesan lainnya.
Ia menjelaskan bahwa pelaku biasanya memulai dengan cara merayu korban melalui pesan pribadi, memberikan pujian, hingga mengajak melakukan komunikasi melalui video call. Dalam beberapa kasus, pelaku kemudian meminta korban melakukan hal-hal yang tidak pantas dan merekamnya untuk dijadikan alat pemerasan.
“Anak-anak harus berhati-hati. Jangan mudah percaya kepada orang yang baru dikenal di media sosial. Banyak kasus yang bermula dari perkenalan di dunia maya,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa pelaku kejahatan seringkali bukan orang yang jauh dari kehidupan korban. Dalam banyak kasus yang ditangani oleh unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), pelaku justru berasal dari lingkungan terdekat korban.
“Pelaku bisa saja orang yang kita kenal, bahkan dari lingkungan keluarga atau lingkungan sekitar rumah,” ujarnya.
Pentingnya Mengisi Waktu dengan Kegiatan Positif
Dalam kesempatan tersebut, AKP Isnaini juga mengingatkan para siswa agar memanfaatkan waktu libur sekolah menjelang Hari Raya Idulfitri dengan kegiatan yang positif dan bermanfaat.
Ia mengajak para siswa untuk memperbanyak kegiatan keagamaan seperti tadarus Al-Qur’an, membantu orang tua di rumah, serta menjauhi aktivitas yang tidak bermanfaat.
Selain itu, ia juga mengingatkan para siswa yang masih di bawah umur agar tidak mengendarai sepeda motor karena belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).
“Bagi yang belum cukup umur, jangan mengendarai motor terlebih dahulu. Taatilah aturan lalu lintas demi keselamatan diri sendiri dan orang lain,” pesannya.
AKP Isnaini juga memberikan motivasi kepada para siswa agar belajar dengan sungguh-sungguh demi meraih masa depan yang lebih baik. Ia bahkan membuka wawasan kepada para siswa tentang peluang berkarier di institusi kepolisian bagi mereka yang memiliki cita-cita menjadi polisi atau polisi wanita.
“Kalau ada yang bercita-cita menjadi polisi atau polwan, mulai sekarang harus belajar dengan baik. Nilai rapor dari SMP dan SMA juga menjadi salah satu syarat dalam proses seleksi,” jelasnya.
Apresiasi Kepala MTsN 3 Mataram
Sementara itu, Kepala MTsN 3 Mataram H. Marzuki dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada tim Polresta Mataram yang telah memberikan sosialisasi kepada para siswa.
Menurutnya, materi yang disampaikan oleh pihak kepolisian merupakan bentuk penguatan karakter bagi para siswa agar mampu menjaga diri dari berbagai pengaruh negatif.
“Anak-anakku semua barusan telah mendapatkan imun berupa penjelasan tentang bagaimana menjadi anak yang saleh dan salehah. Apa yang disampaikan oleh tim kepolisian tadi merupakan bekal penting bagi kalian,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa MTsN 3 Mataram memiliki komitmen kuat dalam membentuk karakter peserta didik yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang baik.
“Kalian bersekolah di MTsN 3 Mataram tentu memiliki tujuan untuk membentuk karakter islami yang nantinya menjadi warna positif di tengah masyarakat,” lanjutnya.
H. Marzuki juga berharap agar seluruh siswa dapat mengambil pelajaran dari sosialisasi tersebut dan menjadikannya sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
“Mohon apa yang sudah disampaikan tadi benar-benar diperhatikan dan dilaksanakan, sehingga kalian dapat menjadi generasi yang saleh dan salehah,” tambahnya.
Penyerahan Cinderamata
Kegiatan sosialisasi Kamtibmas tersebut berlangsung dengan tertib dan penuh perhatian dari para siswa. Para peserta terlihat menyimak dengan serius setiap pesan yang disampaikan oleh tim dari Polresta Mataram.
Di akhir kegiatan, dilakukan penyerahan cinderamata dari pihak Polresta Mataram kepada pihak MTsN 3 Mataram sebagai bentuk apresiasi dan simbol kerja sama dalam pembinaan generasi muda.
Melalui kegiatan ini diharapkan para siswa semakin memahami pentingnya menjaga perilaku, mematuhi aturan, serta berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif di tengah masyarakat.
Sosialisasi seperti ini juga menjadi salah satu langkah strategis dalam membangun kesadaran hukum sejak dini bagi para pelajar, sehingga mereka mampu tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, bertanggung jawab, serta siap menghadapi tantangan masa depan.
Redaksi oleh: Ruslan Wahid, ST



0 Komentar