Mataram - Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa kelas IX MTsN 3 Mataram resmi dimulai pada Rabu, 8 April 2026, dan akan berlangsung hingga Kamis, 9 April 2026. Kegiatan ini berjalan dengan tertib, lancar, dan penuh semangat dari para peserta didik yang mengikuti ujian.
Pada hari pertama pelaksanaan, kegiatan TKA mendapat perhatian langsung dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Mataram, H. Hamdun, yang hadir melakukan monitoring dan evaluasi (monev). Kehadiran beliau bertujuan memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai prosedur serta menjunjung tinggi nilai kejujuran dan integritas.
Pelaksanaan TKA di MTsN 3 Mataram diikuti oleh 137 siswa dari total 197 siswa kelas IX. Dari jumlah tersebut, tercatat 63 siswa laki-laki dan 110 siswa perempuan, sementara 24 siswa lainnya memilih tidak mengikuti kegiatan. Hal ini dikarenakan TKA bersifat tidak wajib, sehingga siswa diberikan kebebasan untuk memilih mengikuti atau tidak.
Untuk menjamin kelancaran, panitia membagi pelaksanaan ke dalam tiga ruangan. Setiap ruangan kemudian dibagi lagi menjadi tiga sesi, dengan masing-masing sesi diikuti oleh 20 siswa secara bergantian. Adapun kegiatan TKA dilaksanakan dendan moda full online.
Sementara jadwal pelaksanaan sebagai berikut: untuk Sesi 1: 08.00-09.45 WITA, Sesi 2: 10.15 - 12.00 WITA dan Sesi 3: 12.30-14.15 WITA.
Dengan sistem ini, pelaksanaan ujian dapat berlangsung lebih tertib, terkontrol, serta memberikan kenyamanan bagi peserta.
Pada hari pertama, peserta mengikuti ujian Matematika dan Survei Karakter. Sedangkan pada hari kedua, siswa akan mengikuti ujian Bahasa Indonesia serta Survei Lingkungan Belajar.
Kombinasi ini menunjukkan bahwa penilaian tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga mencakup dimensi karakter serta kondisi lingkungan belajar siswa.
Dalam pelaksanaannya, MTsN 3 Mataram menerapkan sistem pengawasan silang sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi dan kredibilitas ujian. Pengawas tidak hanya berasal dari internal madrasah, tetapi juga melibatkan guru dari madrasah lain yang tergabung dalam Kelompok Kerja Madrasah (KKM).
Adapun pengawas dari luar berasal dari guru MTs Al-Intishor, MTs Al-Madaniyah dan MTs Arraisiyah Sekarbela Mataram.
Sebaliknya, guru MTsN 3 Mataram juga bertugas mengawasi di madrasah lain seperti MTs Al-Intishor dan MTs Al-Madaniyah. Sistem ini diharapkan mampu menjaga objektivitas serta meminimalisir potensi kecurangan.
Dalam kunjungannya, H. Hamdun meninjau langsung proses pelaksanaan di ruang ujian serta berdialog dengan panitia. Ia memberikan apresiasi atas kesiapan madrasah dalam menyelenggarakan TKA secara tertib dan profesional.
Menurutnya, pelaksanaan asesmen seperti ini harus menjadi momentum untuk menanamkan nilai kejujuran dan tanggung jawab kepada peserta didik.
"Yang terpenting bukan hanya hasilnya, tetapi prosesnya. Integritas dalam pelaksanaan ujian harus terus dijaga sebagai bagian dari pendidikan karakter," ujarnya.
Sementara Kepala MTsN 3 Mataram, H. Marzuki, menegaskan bahwa pelaksanaan TKA memiliki fungsi yang sejalan dengan konsep Asesmen Nasional yang dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Menurutnya, TKA tidak sekadar mengukur kemampuan akademik siswa, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemetaan mutu pendidikan secara menyeluruh.
"Jika kita melihat konsep Asesmen Nasional, maka ada tiga komponen utama yaitu asesmen kompetensi, survei karakter, dan survei lingkungan belajar. TKA yang kita laksanakan ini mengadopsi semangat yang sama," jelasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan beberapa fungsi TKA yang selaras dengan Asesmen Nasional, di antaranya baahwa TKA membantu mengukur kemampuan literasi dan numerasi siswa, khususnya melalui mata pelajaran seperti Matematika dan Bahasa Indonesia, sehingga memberikan gambaran capaian belajar secara objektif.
Semetara melalui survei karakter, madrasah dapat mengetahui sejauh mana nilai-nilai seperti integritas, disiplin, dan tanggung jawab telah tertanam pada siswa.
"Dan Survei lingkungan belajar memberikan informasi penting terkait kondisi pembelajaran, interaksi di kelas, serta dukungan lingkungan terhadap proses belajar siswa", pungkas Marzuki.
"Maka Kami ingin agar siswa tidak hanya fokus pada nilai, tetapi juga memahami bahwa asesmen ini adalah bagian dari proses belajar. Ini adalah cerminan kualitas diri mereka dan kualitas pembelajaran di madrasah," tambahnya.
Kepala madrasah juga mengajak seluruh siswa untuk mengikuti kegiatan ini dengan penuh kesungguhan serta menjunjung tinggi nilai kejujuran.
"Harapan kami, siswa dapat menjadikan TKA ini sebagai pengalaman belajar yang bermakna, bukan sekadar ujian. Karena dari sinilah kita bisa melihat arah perbaikan pendidikan ke depan," tutup H. Marzuki.
Pelaksanaan hari pertama TKA pun berjalan tanpa kendala berarti. Dengan kesiapan yang telah matang, diharapkan pelaksanaan hari kedua dapat berlangsung lebih optimal dan memberikan hasil terbaik bagi seluruh peserta didik.
Redaksi oleh: Ruslan Wahid, ST

0 Komentar