Mataram — Dalam rangka memastikan kelancaran pelaksanaan Ujian Madrasah (UM) tahun 2026, MTsN 3 Mataram menggelar kegiatan diseminasi pada Sabtu, 18 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di ruang kelas IX 3 dan diikuti oleh seluruh guru yang bertugas sebagai pengawas ujian serta panitia UM.
Diseminasi ini menjadi langkah strategis dalam mensukseskan pelaksanaan Ujian Madrasah berbasis Android bagi siswa kelas IX, yang menjadi penilaian akhir selama tiga tahun menempuh pendidikan di madrasah.
Kepala MTsN 3 Mataram, H. Marzuki, dalam arahannya menegaskan bahwa Ujian Madrasah merupakan “titik kulminasi” dari proses pendidikan siswa. Oleh karena itu, seluruh pihak diminta untuk mengawal pelaksanaannya secara maksimal, profesional, dan penuh tanggung jawab.
“Ini adalah perjuangan terakhir kita untuk siswa kelas IX. Jangan sampai ada anggapan bahwa ujian ini bisa dilalui tanpa keseriusan. Kita harus menjaga kesakralan ujian ini,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kedisiplinan guru, terutama dalam memenuhi undangan dan menjalankan tugas sebagai pengawas. Menurutnya, kehadiran dalam kegiatan diseminasi menjadi bagian penting dalam menyamakan persepsi serta meminimalisir kesalahan teknis saat pelaksanaan ujian.
Lebih lanjut, H. Marzuki mengingatkan bahwa pengawas memiliki peran sentral dalam menentukan keberhasilan ujian. Pengawas diminta untuk tegas dalam mengawasi peserta, memastikan tidak terjadi kecurangan, serta aktif memantau siswa selama ujian berlangsung.
“Pengawas adalah penentu sukses tidaknya ujian. Jangan sampai kalah cerdas dengan siswa. Kita harus lebih sigap, lebih teliti, dan lebih tegas,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa MTsN 3 Mataram telah memasuki tahun ketiga dalam pelaksanaan ujian berbasis Android, yang menunjukkan kemajuan signifikan dalam pemanfaatan teknologi pendidikan. Namun demikian, ia mengingatkan agar setiap kekurangan dari pelaksanaan sebelumnya dapat diperbaiki.
Sementara itu, Kepala Tata Usaha MTsN 3 Mataram, H. Abdul Hafidz, menambahkan bahwa keberhasilan ujian tidak hanya dilihat dari aspek teknis, tetapi juga dari pembentukan karakter siswa.
Menurutnya, pelaksanaan ujian harus mampu menanamkan nilai-nilai kejujuran, sportivitas, dan sikap disiplin kepada peserta didik. Namun demikian, pengawas juga diingatkan untuk tetap menjaga pendekatan humanis agar tidak menimbulkan tekanan berlebihan bagi siswa.
“Kita ingin ujian berjalan dengan integritas, tetapi tetap memperhatikan aspek psikologis siswa. Jangan sampai siswa merasa takut berlebihan, tetapi tetap tumbuh sikap jujur dan bertanggung jawab,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Panitia UM yang juga Wakil Kepala Madrasah bidang Kurikulum, Elis Sulistya, memaparkan secara rinci teknis pelaksanaan ujian.
Ia menjelaskan bahwa terdapat sejumlah perubahan penting dibandingkan tahun sebelumnya. Salah satunya adalah keharusan pengawas hadir lebih awal, yakni 20 menit sebelum ujian dimulai, untuk melakukan pemeriksaan ketat terhadap peserta didik sebelum memasuki ruang ujian.
“Yang boleh dibawa ke dalam ruang ujian hanya alat tulis. Semua barang, termasuk tas dan perangkat lainnya, harus ditinggalkan di luar. Ini untuk mengantisipasi potensi kecurangan,” ujarnya.
Selain itu, sistem pengumpulan dan distribusi perangkat Android siswa juga diatur secara ketat melalui mekanisme yang telah disiapkan panitia. Pengawas diminta memastikan siswa duduk sesuai nomor yang telah ditentukan dan tidak diperkenankan berpindah tempat.
Elis juga menegaskan bahwa siswa tidak diperbolehkan meninggalkan ruang ujian sebelum waktu berakhir, meskipun telah menyelesaikan soal lebih awal. Hal ini dilakukan untuk menjaga ketertiban dan mencegah potensi gangguan bagi peserta lain.
“Kita ingin ujian berjalan tertib, kondusif, dan serentak. Semua prosedur ini disusun berdasarkan evaluasi dari pelaksanaan sebelumnya,” tambahnya.
Melalui kegiatan diseminasi ini, seluruh panitia dan pengawas diharapkan memiliki pemahaman yang sama terkait prosedur dan tanggung jawab masing-masing. Diskusi dan sesi tanya jawab yang digelar setelah pemaparan materi juga menjadi ruang untuk mengklarifikasi berbagai hal teknis yang masih belum dipahami.
Dengan persiapan yang matang dan komitmen bersama, MTsN 3 Mataram optimistis pelaksanaan Ujian Madrasah tahun 2026 akan berjalan lancar, aman, serta mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat.
Redaksi oleh: Ruslan Wahid, ST

0 Komentar