Mataram — Pelaksanaan Ujian Madrasah (UM) Tahun 2026 di MTsN 3 Mataram resmi berakhir pada Senin, 27 April 2026. Kegiatan yang berlangsung sejak 20 April 2026 ini berjalan lancar, tertib, dan penuh inovasi dengan mengusung sistem berbasis Android menggunakan full local area network (LAN) tanpa memanfaatkan paket internet.
Sebanyak 197 siswa kelas IX mengikuti ujian sebagai peserta utama. Mereka menjalani rangkaian ujian selama enam hari dengan total 11 mata pelajaran yang diujikan secara terjadwal. Pada hari pertama, siswa menghadapi mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Qur’an Hadits. Hari kedua diisi dengan Matematika dan Akidah Akhlak, disusul hari ketiga Bahasa Inggris dan SKI. Selanjutnya, hari keempat meliputi IPA dan Fiqih. Sementara itu, tiga hari terakhir masing-masing diisi satu mata pelajaran, yaitu Bahasa Arab, IPS, dan PPKn atau Pendidikan Pancasila.
Dalam pelaksanaannya, panitia menyiapkan 10 ruang ujian yang masing-masing diisi sekitar 20 siswa dan diawasi oleh satu orang guru pengawas. Sistem pengawasan dan teknis pelaksanaan dirancang secara ketat untuk memastikan integritas ujian tetap terjaga.
Sebelum memasuki ruang ujian, seluruh siswa diwajibkan mengumpulkan perangkat handphone Android mereka ke dalam keranjang yang telah disediakan untuk masing-masing ruang. Tercatat terdapat 10 keranjang di ruang panitia yang digunakan sebagai tempat penitipan sementara perangkat. Setelah itu, siswa mengikuti pembiasaan berdoa bersama di lapangan madrasah sebagai bentuk penguatan spiritual sebelum mengerjakan ujian.
Setelah itu, siswa memasuki ruangan ujian dengan terlebih
dahulu melalui proses pemeriksaan oleh pengawas. Pemeriksaan ini dilakukan
secara teliti untuk memastikan tidak ada siswa yang membawa lebih dari satu
perangkat, sebagai langkah preventif terhadap potensi kecurangan.
Di dalam ruangan, siswa kemudian menerima kembali perangkat masing-masing dan mulai login ke sistem Computer Based Test (CBT) menggunakan nomor peserta dan password. Untuk mengakses soal, siswa harus memasukkan token yang diberikan oleh tim proktor. Setelah sesi ujian selesai, baik pada jam pertama maupun jam kedua, seluruh perangkat kembali dikumpulkan oleh panitia sebagai bagian dari prosedur pengamanan.
Dari sisi teknologi, MTsN 3 Mataram menunjukkan langkah inovatif dengan menggunakan dua server utama yang masing-masing mengakomodasi lima ruang ujian, dengan total kapasitas hingga 200 klien. Setiap ruang juga dilengkapi satu access point sebagai jaringan hotspot lokal, sehingga siswa dapat mengakses sistem CBT tanpa membutuhkan koneksi internet eksternal.
Model ini menjadi keunggulan tersendiri, mengingat masih banyak sekolah lain yang bergantung pada jaringan internet yang cenderung memerlukan biaya tambahan untuk paket data. MTsN 3 Mataram justru telah memasuki tahun ketiga dalam penerapan sistem LAN penuh ini, yang dinilai lebih efisien dan tidak membebani siswa secara finansial.
Kepala MTsN 3 Mataram, H. Marzuki, mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan Ujian Madrasah tahun ini. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama seluruh pihak, mulai dari panitia, guru, hingga siswa.
“Alhamdulillah, pelaksanaan Ujian Madrasah tahun 2026 ini berjalan dengan lancar, tertib, dan minim kendala. Kami terus berupaya menghadirkan sistem evaluasi yang tidak hanya efektif, tetapi juga efisien dan berkeadilan bagi seluruh siswa. Penggunaan sistem berbasis Android dengan jaringan lokal ini merupakan komitmen kami dalam menghadirkan inovasi pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, namun tetap memperhatikan kondisi dan kemampuan peserta didik,” ujar H. Marzuki.
Ia juga menambahkan bahwa penerapan sistem ini merupakan bagian dari transformasi digital madrasah yang berorientasi pada kemandirian dan efisiensi.
Sementara itu, Ketua Panitia Ujian Madrasah, Elis Sulistya selaku Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim yang telah bekerja maksimal dalam menyukseskan kegiatan ini.
“Kami telah mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan ini jauh hari sebelumnya, mulai dari simulasi sistem, kesiapan perangkat, hingga teknis pengawasan di lapangan. Alhamdulillah, berkat kerja sama tim yang solid, seluruh proses dapat berjalan sesuai rencana. Sistem LAN yang kami gunakan terbukti stabil dan sangat membantu dalam kelancaran ujian,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa ke depan pihaknya akan terus melakukan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan ujian madrasah agar semakin baik.
Dengan berakhirnya Ujian Madrasah Tahun 2026 ini, diharapkan seluruh siswa kelas IX MTsN 3 Mataram dapat memperoleh hasil terbaik sebagai bekal melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Keberhasilan pelaksanaan ujian ini juga menjadi bukti nyata bahwa inovasi dan kolaborasi mampu menghadirkan sistem pendidikan yang lebih maju, efisien, dan berkeadilan.
Redaksi oleh : Ruslan Wahid, ST

0 Komentar