Selamat datang di website MTsN 3 Mataram, Madrasah Uswah (Unggul, Santun, ber-Wawasan, ber-Akhlak dan Handal)

Dina Apriani Ingatkan Tiga Syarat Kenaikan Kelas Saat Upacara Senin MTsN 3 Mataram

Dina Apriani

Mataram- MTsN 3 Mataram kembali melaksanakan kegiatan upacara bendera rutin pada Senin, 25 Mei 2026 dengan penuh khidmat di halaman madrasah. Petugas upacara kali ini berasal dari kelas VII.3, sementara yang bertindak sebagai pembina upacara adalah Dina Apriani, S.Pd..

Sejak pagi hari, seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan telah memenuhi lapangan upacara dengan tertib. Upacara dimulai dengan masuknya pemimpin upacara ke lapangan, dilanjutkan penghormatan kepada pemimpin upacara dan laporan kesiapan pelaksanaan upacara.

Suasana semakin khidmat saat pengibaran Bendera Merah Putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dinyanyikan bersama oleh seluruh peserta upacara. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan bangsa, pembacaan teks Pancasila, serta pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Dalam amanatnya, Dina Apriani, S.Pd. terlebih dahulu memberikan apresiasi kepada seluruh petugas upacara dari kelas VII.3 yang telah berani tampil dan bertugas dengan baik.

“Walaupun tadi ada sedikit kesalahan dari pengibar, tetapi kita tetap salut karena mereka mau tampil dan berani maju. Mudah-mudahan petugas berikutnya bisa lebih baik lagi,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pembina, pelatih, serta wali kelas yang telah setia mendampingi para siswa selama latihan persiapan upacara.

Pada kesempatan tersebut, Dina Apriani mengingatkan kembali tiga syarat utama kenaikan kelas yang sebelumnya telah disampaikan kepada seluruh siswa, yaitu nilai akademik, kehadiran, serta sikap dan kedisiplinan.

Terkait akademik, ia menyoroti masih adanya siswa yang belum menyelesaikan tugas-tugas sekolah meskipun wali kelas telah berupaya maksimal membantu mereka.

“Ada siswa yang tugasnya masih kosong semua. Bahkan ada wali kelas yang sampai memfotokopi ulang LKS karena alasan hilang, tetapi tetap tidak dikerjakan. Wali kelas di MTsN 3 Mataram sangat peduli kepada kalian, tinggal bagaimana kalian menyadari perjuangan mereka,” tegasnya.

Selain akademik, Dina Apriani juga menyoroti masalah kehadiran siswa yang masih menjadi perhatian serius pihak madrasah. Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan rekap absensi, masih banyak siswa yang sering alpa secara berulang setiap minggunya.

Ia bahkan menceritakan pengalamannya saat melakukan kunjungan ke rumah salah satu siswa binaannya. Menurut pengakuan orang tua siswa tersebut, anaknya berpamitan dan berangkat sekolah seperti biasa, namun ternyata tidak pernah sampai ke madrasah.

“Orang tua mengira anaknya benar-benar sekolah karena setiap pagi berpamitan dengan sopan. Tetapi ternyata tidak sampai di sekolah. Ini yang harus menjadi perhatian serius,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa kehadiran siswa minimal harus mencapai 80 persen. Jika berada di bawah ketentuan tersebut, siswa berisiko tidak naik kelas.

Tak hanya itu, Dina Apriani juga mengingatkan pentingnya menjaga sopan santun, baik kepada guru maupun sesama teman di lingkungan sekolah. Menurutnya, setiap guru mata pelajaran memiliki catatan penilaian sikap terhadap siswa, mulai dari kedisiplinan, perhatian saat belajar, hingga perilaku di dalam kelas.

“Keterlambatan, tidak fokus belajar, tidur di kelas, dan perilaku lainnya semuanya ada catatannya. Ini nanti menjadi bahan pertimbangan saat rapat kenaikan kelas,” jelasnya.

Di akhir amanatnya, ia mengajak seluruh siswa untuk lebih menghargai perjuangan orang tua dan guru yang selalu mendoakan kesuksesan mereka.

“Jangan lupa doa ibu kalian. Kami para guru tidak pernah berhenti mendoakan masa depan dan kebahagiaan kalian semua,” pesannya penuh haru.

Usai amanat pembina upacara, kegiatan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu wajib nasional “Garuda Pancasila”, pembacaan doa, serta laporan akhir pemimpin upacara kepada pembina upacara bahwa kegiatan telah selesai dilaksanakan.

Menariknya, setelah upacara selesai, pihak madrasah juga kembali menegaskan kedisiplinan kepada para siswa, khususnya siswa putra, agar tidak meninggalkan barisan sebelum ada arahan dari guru. Hal tersebut dilakukan sebagai bagian dari pembinaan karakter dan kedisiplinan siswa di lingkungan madrasah.

Kegiatan upacara Senin pagi ini berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh makna. Selain menjadi sarana menumbuhkan rasa nasionalisme, upacara juga menjadi momentum penting untuk memperkuat karakter disiplin, tanggung jawab, serta kepedulian siswa terhadap pendidikan dan masa depan mereka.

Redaksi oleh: Ruslan Wahid, ST 

0 Komentar