Mataram – MTsN 3 Mataram menggelar kegiatan Diseminasi Pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Tahun (ASAT) Tahun Pelajaran 2025/2026 bagi guru-guru yang akan bertugas sebagai pengawas ujian. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat (29/5/2026) usai pelaksanaan try out ASAT dan bertempat di ruang guru MTsN 3 Mataram.
Kegiatan diseminasi dipandu oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Hubungan Masyarakat, H. Ahmad Muzayyin, serta dihadiri oleh seluruh guru pengawas yang telah ditetapkan melalui surat tugas untuk mengawal pelaksanaan ASAT bagi siswa kelas VII dan VIII.
Dalam arahannya, Kepala MTsN 3 Mataram, H. Marzuki, menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru yang hadir dan menegaskan pentingnya menjaga komitmen bersama dalam menyukseskan pelaksanaan asesmen yang akan berlangsung mulai tanggal 3 hingga 10 Juni 2026.
"Kegiatan ini sesungguhnya sebagai ajang saling mengingatkan dan membangun komitmen bersama. Kita telah mengawal proses pembelajaran siswa selama satu tahun penuh. Jangan sampai pada tahap akhir, yaitu evaluasi pembelajaran, kita tidak mengawalnya secara maksimal," tegasnya.
H. Marzuki menjelaskan bahwa pelaksanaan ASAT tahun ini melibatkan lebih dari 400 siswa kelas VII dan VIII. Oleh karena itu, pengawasan harus dilakukan secara profesional, disiplin, dan penuh tanggung jawab.
Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan asesmen tidak hanya ditentukan oleh kesiapan siswa, tetapi juga oleh kesungguhan para pengawas dalam menjalankan amanah yang diberikan madrasah.
"Kami memilih nama-nama pengawas yang memiliki integritas dan tanggung jawab tinggi. Karena itu, mari kita kawal amanah ini dengan sebaik-baiknya. Datang tepat waktu, melaksanakan pengawasan secara aktif, dan menjadi teladan bagi peserta didik," ujarnya.
Kepala madrasah juga mengingatkan bahwa kedisiplinan guru merupakan contoh nyata bagi siswa. Ia berharap seluruh pengawas dapat hadir lebih awal dan mengantisipasi berbagai kendala yang mungkin terjadi, mulai dari kondisi kendaraan hingga faktor perjalanan menuju madrasah.
Selain itu, H. Marzuki menegaskan bahwa setiap ruang ujian akan diawasi oleh dua orang pengawas. Kebijakan tersebut diambil mengingat jumlah peserta ujian dalam setiap ruang cukup besar, bahkan ada yang mencapai lebih dari 40 siswa.
"Dua pengawas bukan berarti saling mengandalkan. Justru keduanya harus aktif mengawasi. Anak-anak sekarang sangat cerdas dalam memanfaatkan teknologi. Karena itu, pengawasan harus dilakukan secara maksimal, baik dari depan maupun belakang kelas," jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh guru untuk menjadikan pelaksanaan pengawasan sebagai bagian dari ibadah dan pengabdian kepada dunia pendidikan.
"Tugas ini bukan sekadar untuk administrasi atau bukti kinerja. Ini adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh kesadaran. Mari kita bangun budaya kejujuran dan integritas melalui pelaksanaan asesmen yang berkualitas," pesannya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia ASAT sekaligus Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Elis Sulistya, menyampaikan berbagai informasi teknis terkait pelaksanaan ujian.
Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan ASAT tahun ini tetap menggunakan sistem ujian berbasis Android yang telah menjadi ciri khas MTsN 3 Mataram sebagai salah satu madrasah pelopor dalam pemanfaatan teknologi digital untuk evaluasi pembelajaran.
Menurut Elis, terdapat satu pembaruan penting pada pelaksanaan ujian kali ini, yaitu penggunaan aplikasi pengunci sistem yang telah dipasang pada perangkat siswa guna mencegah akses ke aplikasi lain selama ujian berlangsung.
"Alhamdulillah, berkat kerja sama berbagai pihak dan dukungan tim teknis, termasuk Bapak Ruslan Wahid, solusi untuk mencegah siswa membuka aplikasi lain selama ujian telah berhasil diterapkan. Dengan aplikasi tersebut, siswa hanya dapat mengakses halaman ujian," jelasnya.
Ia juga mengingatkan para pengawas agar hadir minimal 10 menit sebelum jadwal ujian dimulai untuk melakukan pemeriksaan terhadap peserta didik. Pemeriksaan meliputi pengecekan perangkat yang digunakan, memastikan tas diletakkan di luar ruangan, serta memastikan ruang ujian dalam kondisi steril.
"Prosedur yang diterapkan sama seperti saat Ujian Madrasah kelas IX. Siswa harus berbaris di depan ruang ujian, diperiksa terlebih dahulu sebelum masuk, dan ruang ujian harus tetap steril dari barang-barang yang tidak berkaitan dengan pelaksanaan ujian," ujarnya.
Selain itu, Elis menegaskan bahwa siswa tidak diperkenankan meninggalkan ruang ujian sebelum waktu yang ditentukan berakhir, meskipun telah menyelesaikan seluruh soal lebih awal.
Panitia juga telah melakukan evaluasi terhadap hasil try out yang dilaksanakan pada hari yang sama. Salah satu temuan penting adalah adanya kendala pada beberapa perangkat iPhone yang digunakan siswa.
"Kami sudah mengidentifikasi siswa yang menggunakan iPhone dan telah memberikan solusi teknis yang diperlukan. Insyaallah berbagai kendala yang muncul saat try out hari ini dapat diantisipasi sebelum pelaksanaan ASAT yang sesungguhnya," terangnya.
Menutup kegiatan diseminasi, seluruh peserta menyatakan kesiapan untuk melaksanakan tugas pengawasan dengan penuh tanggung jawab. Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh guru memiliki pemahaman yang sama mengenai prosedur, teknis pelaksanaan, serta komitmen dalam menjaga integritas pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Tahun.
Dengan persiapan yang matang dan dukungan seluruh warga madrasah, MTsN 3 Mataram optimistis pelaksanaan ASAT Tahun Pelajaran 2025/2026 dapat berjalan tertib, lancar, aman, dan mampu menjadi sarana pembentukan karakter jujur, disiplin, serta bertanggung jawab bagi seluruh peserta didik.
Redaksi oleh: Ruslan Wahid, ST

0 Komentar