Program Bank Sampah ORSIMA MTsN 3 Mataram, Gerakan Peduli Lingkungan yang Mendidik dan Bernilai Ekonomis
Mataram – Kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya menjadi slogan di MTsN 3 Mataram, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata yang melibatkan seluruh warga madrasah. Salah satu program unggulan yang kini mendapat perhatian luas adalah Program Bank Sampah ORSIMA MTsN 3 Mataram, sebuah gerakan peduli lingkungan yang mengintegrasikan pendidikan karakter, kebersihan, dan pengelolaan sampah berbasis nilai ekonomis.
Program tersebut merupakan bagian dari visi dan misi MTsN 3 Mataram dalam menciptakan lingkungan madrasah yang bersih, sehat, nyaman, dan berbudaya lingkungan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi salah satu program prioritas yang diusung Ketua ORSIMA MTsN 3 Mataram terpilih, Zaneta Hidayatul Fitra, sebagai bentuk kontribusi nyata organisasi siswa terhadap lingkungan madrasah.
Melalui program ini, para siswa diajak untuk membangun kesadaran menjaga kebersihan sejak dini dengan cara sederhana namun berdampak besar, yakni mengumpulkan sampah plastik berupa botol dan gelas bekas minuman untuk kemudian dikelola bersama pihak Bank Sampah Lisan Kota Mataram sebagai mitra kerja sama.
Menanamkan Budaya Peduli Lingkungan Sejak Dini
Program Bank Sampah ORSIMA dilaksanakan di bawah binaan Pembina ORSIMA MTsN 3 Mataram, Iskandar, S.Pd. Dalam pelaksanaannya, setiap ruang kelas disiapkan satu karung besar sebagai tempat penampungan sampah plastik. Sebanyak 16 ruang kelas dilibatkan secara aktif dalam program tersebut.
Setiap siswa yang selesai menggunakan botol atau gelas minuman diarahkan untuk membuang sampah plastik tersebut ke dalam karung yang telah tersedia di kelas masing-masing. Sampah yang terkumpul kemudian dipantau dan dikumpulkan secara berkala selama dua pekan hingga satu bulan, tergantung jumlah sampah yang terkumpul di tiap kelas.
Ketika karung telah penuh, anggota ORSIMA bersama pembina melakukan proses pengumpulan dan pengangkutan sampah untuk diserahkan kepada pihak Bank Sampah Lisan Kota Mataram. Sampah tersebut kemudian ditimbang dan dihargai sesuai ketentuan harga per kilogram yang berlaku.
Selain membantu mengurangi sampah plastik di lingkungan madrasah, program ini juga memberikan edukasi langsung kepada siswa mengenai pentingnya memilah sampah dan memahami bahwa sampah plastik yang sering dianggap tidak berguna ternyata masih memiliki nilai ekonomis jika dikelola dengan baik.
Suasana kebersamaan dan semangat gotong royong tampak saat anggota ORSIMA bersama guru pendamping melakukan penyerahan hasil pengumpulan sampah ke Bank Sampah Lisan Kota Mataram pada Senin (11/5/2026). Para siswa terlihat antusias mengikuti kegiatan tersebut karena mereka merasa terlibat langsung dalam aksi menjaga lingkungan.
Kepala MTsN 3 Mataram Apresiasi Program ORSIMA
Kepala MTsN 3 Mataram, H. Marzuki, memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan Program Bank Sampah yang dinilai mampu membentuk karakter positif siswa sekaligus mendukung terciptanya lingkungan madrasah yang bersih dan sehat.
Menurutnya, program seperti ini sangat penting karena memberikan pembelajaran nyata kepada siswa tentang tanggung jawab terhadap lingkungan.
“Program Bank Sampah ini sangat luar biasa karena bukan hanya sekadar menjaga kebersihan madrasah, tetapi juga menjadi media pendidikan karakter bagi peserta didik. Anak-anak belajar disiplin, belajar peduli lingkungan, dan belajar bahwa sampah bisa memiliki manfaat ekonomi jika dikelola dengan baik,” ungkapnya.
H. Marzuki menegaskan bahwa madrasah akan terus mendukung program-program positif yang dilakukan ORSIMA karena dinilai mampu menumbuhkan kreativitas dan kepedulian sosial siswa.
“Kami berharap program ini tidak hanya berjalan sesaat, tetapi menjadi budaya yang terus dilakukan oleh seluruh warga madrasah. Kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Jika siswa sudah terbiasa menjaga lingkungan sejak di madrasah, maka kebiasaan baik itu juga akan terbawa dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Ia juga berharap keberadaan program tersebut dapat menjadi inspirasi bagi sekolah dan madrasah lain dalam mengelola sampah secara edukatif dan produktif.
Waka Kesiswaan Turut Terlibat Langsung
Dukungan terhadap program ini juga ditunjukkan oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Hj. Hasniaty Muzayyanah, yang turut langsung mendampingi siswa saat penyerahan hasil pengumpulan sampah ke Bank Sampah Lisan Kota Mataram.
Menurutnya, keterlibatan siswa dalam program ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter dapat diterapkan melalui kegiatan sederhana yang dilakukan secara konsisten.
“Kami merasa bangga melihat semangat dan antusias siswa dalam menjalankan program ini. Mereka tidak hanya diajarkan menjaga kebersihan, tetapi juga diajarkan tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar,” ujarnya.
Ia menilai program tersebut memiliki dampak positif yang besar karena melatih siswa untuk lebih disiplin dalam membuang sampah dan memahami pentingnya pengelolaan limbah plastik.
“Anak-anak mulai terbiasa memilah sampah dan memahami bahwa menjaga lingkungan itu penting. Ini adalah langkah kecil yang akan memberikan dampak besar jika dilakukan bersama-sama,” katanya.
Pembina ORSIMA: Program Ini Membentuk Karakter Siswa
Pembina ORSIMA MTsN 3 Mataram, Iskandar, S.Pd., menjelaskan bahwa Program Bank Sampah sengaja dirancang agar siswa memiliki pengalaman langsung dalam menjaga lingkungan dan memahami proses pengelolaan sampah.
Menurutnya, pendidikan lingkungan tidak cukup hanya diberikan dalam bentuk teori, tetapi juga harus melalui praktik nyata.
“Kami ingin siswa tidak hanya memahami pentingnya kebersihan melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga mempraktikkannya langsung dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, program ini dibuat sederhana namun melibatkan seluruh siswa,” jelasnya.
Ia mengatakan bahwa selama program berjalan, kesadaran siswa untuk membuang sampah pada tempatnya mulai meningkat. Lingkungan kelas juga terlihat lebih bersih dibanding sebelumnya.
“Anak-anak sekarang mulai terbiasa mengumpulkan botol dan gelas plastik bekas minuman ke karung yang sudah disiapkan. Ini menunjukkan bahwa budaya peduli lingkungan mulai tumbuh,” ujarnya.
Selain itu, hasil penjualan sampah nantinya direncanakan akan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan-kegiatan positif ORSIMA dan program sosial siswa lainnya.
Ketua ORSIMA Ingin Program Terus Berjalan
Ketua ORSIMA MTsN 3 Mataram, Zaneta Hidayatul Fitra, mengaku bersyukur karena program yang menjadi salah satu visi kerjanya mendapat dukungan penuh dari kepala madrasah, guru, dan seluruh siswa.
Ia berharap Program Bank Sampah dapat terus berkembang dan menjadi kebiasaan baik bagi seluruh warga madrasah.
“Saya sangat senang karena teman-teman mendukung program ini dengan baik. Awalnya mungkin terlihat sederhana, tetapi ternyata dampaknya besar untuk kebersihan lingkungan madrasah,” katanya.
Menurut Zaneta, program tersebut juga menjadi cara efektif untuk mengajak siswa lebih peduli terhadap sampah plastik yang selama ini sering dibuang sembarangan.
“Melalui program ini kami belajar bahwa menjaga lingkungan bisa dimulai dari hal kecil, seperti membuang botol bekas pada tempatnya. Kalau dilakukan bersama-sama, hasilnya akan sangat bermanfaat,” ujarnya.
Ia berharap Program Bank Sampah tidak hanya menjadi kegiatan rutin ORSIMA, tetapi juga menjadi gerakan bersama seluruh warga madrasah dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman.
Menjadi Inspirasi Sekolah Peduli Lingkungan
Program Bank Sampah ORSIMA MTsN 3 Mataram menjadi bukti bahwa pendidikan karakter dan kepedulian lingkungan dapat berjalan beriringan melalui kegiatan sederhana namun konsisten. Program ini tidak hanya membantu mengurangi sampah plastik di lingkungan madrasah, tetapi juga membentuk kebiasaan positif siswa dalam menjaga kebersihan dan mencintai lingkungan.
Dengan dukungan penuh dari pihak madrasah, guru, dan siswa, kegiatan tersebut diharapkan terus berkembang menjadi budaya positif yang mampu menginspirasi sekolah dan madrasah lain untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan.
Redaksi Oleh : Ruslan Wahid, ST

0 Komentar