Mataram — MTsN 3 Mataram melaksanakan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) Ke-118 pada Rabu, 20 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di lapangan utama madrasah tersebut diikuti oleh seluruh guru, staf karyawan, serta siswa-siswi kelas VII dan VIII dengan penuh khidmat dan semangat nasionalisme.
Upacara dimulai sejak pagi hari dengan suasana tertib dan penuh semangat. Bertugas dalam pelaksanaan upacara adalah anggota Organisasi Siswa Madrasah (Orsima) bersama pasukan paskibra MTsN 3 Mataram yang tampil disiplin dan percaya diri. Barisan peserta upacara tampak rapi mengenakan seragam lengkap, sementara para guru dan tenaga kependidikan turut berdiri mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh penghormatan.
Bertindak sebagai pembina upacara adalah Kepala MTsN 3 Mataram, H. Marzuki. Dalam pembukaan amanatnya, beliau mengajak seluruh peserta upacara untuk senantiasa bersyukur kepada Allah SWT karena masih diberikan kesehatan dan kesempatan memperingati Hari Kebangkitan Nasional tahun 2026.
“Alhamdulillah, mari kita panjatkan rasa syukur kita ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala karena kembali tahun ini, di tahun 2026 ini, kita merayakan dan memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang ke-118. Mudah-mudahan yang kita laksanakan pada pagi hari ini menjadi momentum untuk menjadi yang lebih baik,” ungkapnya.
H. Marzuki menegaskan bahwa peringatan Hari Kebangkitan Nasional tidak boleh hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan harus menjadi sarana evaluasi dan refleksi diri bagi seluruh warga madrasah.
“Mudah-mudahan kegiatan ini tidak saja kita laksanakan secara seremonial, tetapi benar-benar berbekas untuk mengukur diri bagaimana capaian kita di lembaga yang kita cintai ini,” lanjutnya.
Sebelum membacakan sambutan resmi Hari Kebangkitan Nasional dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), H. Marzuki terlebih dahulu menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas upacara, khususnya anggota paskibra yang dinilai telah menunjukkan penampilan luar biasa.
Ia juga memberikan penghargaan kepada para pembina, pelatih, wali kelas, serta guru-guru yang telah membimbing siswa sehingga pelaksanaan upacara berjalan lancar dan tertib.
“Pak Guru memberikan apresiasi kepada petugas hari ini, khususnya paskibra yang luar biasa. Mudah-mudahan MTsN 3 Mataram ke depan menjadi lebih baik dan lebih maju,” ujarnya.
Meski demikian, beliau tetap mengingatkan pentingnya sikap disiplin selama pelaksanaan upacara. Menurutnya, masih ada beberapa siswa yang kurang serius mengikuti kegiatan sehingga perlu melakukan introspeksi diri agar menjadi lebih baik di masa mendatang.
“Masih ada beberapa yang kurang serius dan kurang disiplin. Mudah-mudahan dengan Hari Kebangkitan Nasional ini kita menjadi lebih baik berikutnya,” katanya.
Dalam amanat resmi Harkitnas Ke-118, H. Marzuki membacakan pidato Komdigi bertema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara.” Dalam pidato tersebut dijelaskan bahwa Hari Kebangkitan Nasional yang diperingati setiap tanggal 20 Mei merupakan tonggak sejarah lahirnya organisasi Budi Utomo pada tahun 1908, yang menjadi awal munculnya kesadaran nasional bangsa Indonesia untuk bersatu melawan penjajahan.
Ia menegaskan bahwa generasi muda saat ini merupakan tunas bangsa yang akan menentukan masa depan Indonesia. Oleh karena itu, siswa diminta mampu menjaga moral, meningkatkan literasi, serta menggunakan teknologi secara bijak.
“Dunia digital ibarat pisau bermata dua. Ia bisa menjadi sarana ilmu pengetahuan, tetapi juga bisa merusak masa depan jika digunakan secara salah. Gunakan media sosial dengan bijak, saring informasi sebelum membagikan, dan hindari hoaks maupun perundungan siber,” tegasnya.
Selain itu, beliau juga mengingatkan pentingnya memperkuat karakter dan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, kecerdasan intelektual harus berjalan seimbang dengan sikap hormat kepada orang tua, guru, serta toleransi kepada sesama.
“Kecerdasan intelektual harus diimbangi dengan akhlak yang mulia. Hormati orang tua, hargai guru, dan jalin toleransi dengan teman-teman tanpa memandang suku, agama, maupun ras,” pesannya.
Ia juga mengajak seluruh siswa menjadikan madrasah sebagai “kawah candradimuka” untuk menempa diri, mengembangkan minat dan bakat, serta meningkatkan semangat belajar demi masa depan yang lebih baik.
Usai membacakan pidato Komdigi, H. Marzuki kembali memberikan amanat tambahan yang berisi motivasi dan refleksi mendalam kepada seluruh siswa. Ia mengingatkan bahwa para siswa kelas VII dan VIII hanya tinggal beberapa hari lagi menghadapi asesmen semester yang akan menentukan kenaikan kelas mereka.
“Oleh sebab itu, sekali lagi kembali ke fitrah kita anak-anakku. Karena kalian adalah pelajar, maka wajib hukumnya untuk belajar,” ujarnya dengan tegas.
Pada kesempatan tersebut, H. Marzuki menyampaikan sebuah kalimat sederhana namun sarat makna kepada seluruh peserta upacara, yaitu:
“Jangan membenarkan kebiasaan, tapi biasakan yang benar.”
Menurutnya, banyak siswa yang sering menganggap remeh pelanggaran kecil hingga akhirnya menjadi kebiasaan yang dianggap wajar. Ia mencontohkan kebiasaan datang terlambat ke madrasah, kurang disiplin, hingga membuang sampah sembarangan.
“Kadang ada yang berpikir, ‘Ah tidak apa-apa terlambat sekali.’ Besok terlambat lagi, lalu menjadi kebiasaan. Inilah yang tidak boleh. Jangan membenarkan kebiasaan yang salah, tetapi biasakan melakukan yang benar,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya kesadaran menjaga kebersihan lingkungan madrasah. Menurutnya, kebersihan bukan hanya tugas petugas kebersihan, melainkan tanggung jawab seluruh warga madrasah.
“Kalau semua sadar menjaga kebersihan, maka tidak ada satu biji sampah pun yang berada bukan pada tempatnya. Sampah itu alamatnya di tempat sampah,” ucapnya disambut perhatian seluruh peserta upacara.
Dalam amanatnya, H. Marzuki turut menjelaskan bahwa MTsN 3 Mataram telah mulai mengembangkan gerakan pemilahan sampah organik dan anorganik serta program bank sampah sebagai bentuk pendidikan karakter dan kepedulian lingkungan.
Ia mengungkapkan bahwa berbagai inovasi dan terobosan yang dilakukan MTsN 3 Mataram mulai menjadi perhatian dan bahkan dicontoh oleh madrasah lain.
“Walaupun mungkin jumlah siswa MTsN 3 Mataram lebih sedikit dibanding madrasah lain, tetapi kita punya komitmen untuk menjadi lebih baik. Banyak terobosan MTsN 3 yang mulai dicontoh madrasah lain,” jelasnya.
Di akhir amanatnya, H. Marzuki mengajak seluruh warga madrasah menjadikan peringatan Hari Kebangkitan Nasional Ke-118 sebagai momentum kebangkitan untuk terus memperbaiki diri, meningkatkan disiplin, menjaga akhlak, dan menumbuhkan semangat belajar.
“Mudah-mudahan peringatan Harkitnas tahun ini memberi dampak positif bagi seluruh warga madrasah dan menjadikan kita lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya,” pungkasnya.
Upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional Ke-118 di MTsN 3 Mataram berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh makna. Kegiatan tersebut menjadi pengingat penting bahwa semangat kebangkitan nasional harus terus tumbuh dalam diri generasi muda sebagai penerus bangsa yang tangguh, cerdas, disiplin, dan berkarakter.
Redaksi oleh: Ruslan Wahid, ST

0 Komentar