Mataram – Sebanyak 430 siswa kelas VII dan VIII MTs Negeri 3 Mataram mengikuti Asesmen Sumatif Akhir Tahun (ASAT) Tahun Pelajaran 2025/2026 yang berlangsung mulai 3 Juni hingga 10 Juni 2026. Kegiatan yang dilaksanakan selama satu pekan tersebut menempati 11 ruang ujian dan menggunakan sistem Computer Based Test (CBT) berbasis Android yang terhubung melalui jaringan Local Area Network (LAN) tanpa menggunakan paket internet.
Pelaksanaan ASAT merupakan bagian dari proses evaluasi pembelajaran yang bertujuan mengukur capaian kompetensi peserta didik selama satu tahun pelajaran. Dengan memanfaatkan teknologi digital, madrasah berupaya menghadirkan sistem asesmen yang efektif, efisien, serta mampu menumbuhkan budaya jujur dan bertanggung jawab di kalangan siswa.
Sejak hari pertama pelaksanaan, seluruh peserta mengikuti ujian sesuai jadwal yang telah ditetapkan panitia. Para siswa mengerjakan soal menggunakan perangkat Android melalui aplikasi Exambrow Client yang terhubung langsung dengan server lokal madrasah. Sistem ini memungkinkan pelaksanaan ujian berlangsung stabil tanpa ketergantungan pada jaringan internet eksternal.
Selain memudahkan pengelolaan ujian, penggunaan Exambrow Client juga berfungsi meningkatkan keamanan pelaksanaan asesmen. Aplikasi tersebut membatasi akses peserta terhadap aplikasi lain selama ujian berlangsung sehingga dapat meminimalkan potensi kecurangan dan menjaga integritas pelaksanaan asesmen.
Untuk memastikan pelaksanaan ujian berjalan lancar, panitia menempatkan peserta ke dalam 11 ruang ujian dengan pengawasan yang telah diatur secara khusus. Setiap ruang diawasi oleh dua orang pengawas guna meningkatkan efektivitas pengawasan sekaligus memastikan seluruh tata tertib ujian dipatuhi dengan baik oleh peserta.
Sebagai bagian dari upaya menjaga integritas pelaksanaan asesmen, setiap peserta terlebih dahulu menjalani pemeriksaan sebelum memasuki ruang ujian. Siswa berbaris secara tertib di depan pintu masuk masing-masing ruang ujian untuk diperiksa oleh pengawas. Pemeriksaan dilakukan satu per satu guna memastikan peserta hanya membawa perlengkapan yang diperbolehkan selama ujian berlangsung.
Setelah proses pemeriksaan selesai, peserta dipersilakan memasuki ruang ujian sesuai nomor tempat duduk yang telah ditentukan. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen MTsN 3 Mataram dalam menciptakan pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Tahun yang jujur, tertib, transparan, dan akuntabel.
Kepala MTsN 3 Mataram saat memberikan arahan kepada seluruh pengawas ujian dalam kegiatan Diseminasi Pengawas ASAT yang berlangsung pada Jumat, 29 Mei 2026, ia menyampaikan apresiasi atas kesiapan para pengawas yang akan mengawal pelaksanaan asesmen.
Menurutnya, kegiatan diseminasi bukan sekadar penyampaian teknis pengawasan, melainkan momentum untuk membangun komitmen bersama dalam mengawal pelaksanaan asesmen secara profesional dan penuh integritas.
Ia menjelaskan bahwa sebanyak lebih dari 400 siswa akan mengikuti ASAT mulai 3 hingga 10 Juni 2026. Oleh karena itu, seluruh pengawas diharapkan menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya karena pengawasan merupakan bagian penting dari proses pendidikan yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan pembelajaran.
“Selama satu tahun kita telah mendampingi dan mengawal proses pembelajaran peserta didik. Maka pada tahap evaluasi akhir ini, pengawasan juga harus dilakukan secara maksimal agar seluruh proses pendidikan yang telah berjalan dapat menghasilkan evaluasi yang objektif dan berkualitas,” tegas Marzuki.
Ia juga menegaskan pentingnya kedisiplinan pengawas sebagai teladan bagi peserta didik. Ia mengingatkan bahwa pengawas harus hadir tepat waktu dan mempersiapkan segala kebutuhan sebelum bertugas sehingga tidak ada alasan keterlambatan dalam menjalankan amanah yang diberikan.
“Ketika kita ingin mendisiplinkan siswa, maka kita harus terlebih dahulu menunjukkan kedisiplinan. Guru dan tenaga kependidikan harus menjadi contoh yang baik bagi peserta didik,” katanya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan alasan penempatan dua pengawas pada setiap ruang ujian. Kebijakan tersebut diambil mengingat jumlah peserta dalam beberapa ruang cukup besar sehingga diperlukan pengawasan yang lebih optimal.
Menurutnya, kehadiran dua pengawas bukan untuk saling bergantung, melainkan saling memperkuat dalam memastikan seluruh peserta mengikuti ujian secara jujur dan tertib.
“Kita ingin membangun ekosistem pengawasan yang baik. Anak-anak harus dilatih untuk jujur dan bertanggung jawab. Karena itu, kedua pengawas dalam satu ruangan harus sama-sama aktif mengawal jalannya ujian,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan para pengawas untuk memastikan peserta tidak membawa barang-barang yang berpotensi mengganggu pelaksanaan ujian. Pengawasan harus dimulai sejak peserta memasuki ruang ujian hingga seluruh proses asesmen selesai dilaksanakan.
Selain itu, Marzuki menegaskan bahwa tugas pengawasan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh kesadaran, bukan semata-mata karena kewajiban administratif.
“Tugas yang diberikan kepada kita bukan hanya untuk memenuhi laporan kinerja, tetapi merupakan bagian dari tanggung jawab sebagai pendidik dalam menyiapkan, melaksanakan, dan mengevaluasi proses pendidikan secara utuh,” ujarnya.
Pelaksanaan ASAT berbasis CBT Android di MTsN 3 Mataram sendiri telah menjadi salah satu inovasi yang mendapat perhatian berbagai lembaga pendidikan. Madrasah ini dikenal sebagai salah satu pelopor penggunaan perangkat Android dalam pelaksanaan asesmen berbasis digital sehingga menjadi rujukan bagi sejumlah sekolah dan madrasah lainnya.
Melalui penerapan teknologi tersebut, proses ujian menjadi lebih efisien, cepat, ramah lingkungan, serta memudahkan pengolahan hasil asesmen. Di sisi lain, sistem berbasis LAN juga mampu mengurangi ketergantungan terhadap jaringan internet sehingga pelaksanaan ujian tetap berjalan stabil dan aman.
Kegiatan ASAT dijadwalkan berakhir pada 10 Juni 2026. Hasil asesmen nantinya akan digunakan sebagai salah satu dasar dalam mengevaluasi capaian pembelajaran peserta didik sekaligus bahan penyusunan program pembelajaran pada tahun pelajaran berikutnya.

0 Komentar