Mataram – MTsN 3 Mataram kembali menunjukkan capaian akademik yang membanggakan melalui hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026 yang dilaksanakan pada tanggal 7–10 April 2026. Kegiatan asesmen berbasis Computer Based Test (CBT) tersebut diikuti oleh 197 peserta didik kelas IX, dengan materi yang diujikan meliputi Bahasa Indonesia (Literasi) dan Matematika (Numerasi).
Laporan capaian TKA 2026 memberikan gambaran menyeluruh mengenai kemampuan akademik peserta didik, khususnya dalam aspek literasi dan numerasi. Hasil analisis ini menjadi dasar penting bagi madrasah untuk memetakan kekuatan akademik siswa sekaligus merumuskan strategi peningkatan mutu pembelajaran pada masa mendatang.
Literasi Menjadi Kekuatan Utama Siswa
Berdasarkan hasil analisis kemampuan Bahasa Indonesia (Literasi), mayoritas siswa MTsN 3 Mataram menunjukkan capaian yang cukup baik. Kemampuan memahami, menafsirkan, dan menganalisis berbagai jenis teks menjadi salah satu keunggulan peserta didik.
Sebanyak 11,7 persen atau 23 siswa berada pada kategori Baik-Istimewa, yang menunjukkan kemampuan literasi tingkat tinggi dengan performa yang sangat baik. Sementara itu, 35,1 persen atau 69 siswa berada pada kategori Baik, menandakan kemampuan memahami dan mengevaluasi informasi dari berbagai teks dengan baik.
Pada kategori Memadai, terdapat 40,9 persen atau 81 siswa, yang menunjukkan bahwa sebagian besar siswa telah mencapai kompetensi literasi sesuai target pembelajaran meskipun masih memerlukan penguatan pada pemahaman informasi yang lebih kompleks. Adapun 12,3 persen atau 24 siswa masih berada pada kategori Kurang, sehingga memerlukan pendampingan dan penguatan literasi secara berkelanjutan.
Secara keseluruhan, hasil tersebut menunjukkan bahwa kemampuan literasi siswa MTsN 3 Mataram telah berkembang dengan baik dan menjadi salah satu modal utama dalam mendukung keberhasilan belajar di berbagai mata pelajaran.
Numerasi Perlu Terus Ditingkatkan
Sementara itu, pada aspek Matematika (Numerasi), hasil TKA menunjukkan bahwa masih terdapat ruang yang cukup besar untuk peningkatan kemampuan siswa, terutama dalam penalaran dan penyelesaian masalah tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS).
Data menunjukkan bahwa hanya 3,2 persen atau 6 siswa yang mencapai kategori Baik-Istimewa, sedangkan 18,8 persen atau 37 siswa berada pada kategori Baik.
Mayoritas peserta didik, yakni 55,2 persen atau 109 siswa, berada pada kategori Memadai. Kondisi ini mengindikasikan bahwa siswa telah memahami konsep dasar matematika, namun masih membutuhkan penguatan dalam penerapan konsep pada soal-soal yang menuntut penalaran lebih mendalam.
Selain itu, terdapat 22,8 persen atau 45 siswa yang masuk kategori Kurang, sehingga memerlukan intervensi pembelajaran yang lebih intensif, terutama dalam penguasaan konsep numerasi esensial.
Temuan Utama TKA 2026
Dari hasil analisis yang dilakukan, terdapat beberapa temuan penting yang menjadi perhatian MTsN 3 Mataram.
Pertama, kemampuan literasi siswa terbukti lebih unggul dibandingkan kemampuan numerasi. Nilai rata-rata Bahasa Indonesia mencapai 68,11, jauh di atas rata-rata Matematika yang berada pada angka 42,27. Dengan demikian terdapat selisih capaian sebesar 25,84 poin.
Kedua, hasil TKA Bahasa Indonesia menunjukkan korelasi yang cukup kuat dengan nilai rapor siswa. Temuan ini mengindikasikan adanya keselarasan antara instrumen asesmen harian yang digunakan guru dengan instrumen TKA yang diterapkan secara nasional.
Ketiga, masih terdapat kesenjangan antara capaian nilai rapor dan hasil TKA Matematika. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penguatan model pembelajaran yang lebih menitikberatkan pada kemampuan bernalar, pemecahan masalah, serta pengembangan soal berbasis HOTS.
Siswa Peraih Nilai Tertinggi TKA
Pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, lima siswa yang berhasil meraih nilai tertinggi adalah:
- Jihan Nurfajrina Athifa – 96,67 (Baik-Istimewa)
- Elfira Junia Rizky – 96,67 (Baik-Istimewa)
- Mirza Kholis Ahza – 93,33 (Baik)
- Ananda Lazzuardi Azra – 93,33 (Baik)
- Arga Naufal Firmansyah – 93,33 (Baik)
Sementara itu, pada mata pelajaran Matematika, peraih nilai terbaik adalah:
- Putri Permata Dinanty – 70,00 (Baik)
- Ghina Octaviana – 63,33 (Baik)
- Ibnu Raziq Ahmad – 63,33 (Baik)
- Athaya Tahmina Junjuwa – 63,33 (Baik)
- Ahmad Alvin Bunaiya – 63,33 (Baik)
Prestasi tersebut menjadi bukti nyata bahwa peserta didik MTsN 3 Mataram memiliki potensi akademik yang sangat baik dan mampu bersaing dalam berbagai bentuk asesmen pendidikan.
Kepala Madrasah Berikan Apresiasi
Kepala MTsN 3 Mataram, H. Marzuki, S.Pd, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas capaian yang berhasil diraih peserta didik dalam Tes Kemampuan Akademik Tahun 2026.
Menurutnya, hasil TKA tidak hanya menjadi ukuran pencapaian akademik siswa, tetapi juga menjadi bahan evaluasi bagi madrasah dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran.
"Hasil TKA 2026 menunjukkan bahwa peserta didik MTsN 3 Mataram memiliki kemampuan literasi yang sangat baik. Ini merupakan buah dari kerja keras siswa, guru, dan seluruh warga madrasah yang terus berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan," ujarnya.
Lebih lanjut, H. Marzuki menegaskan bahwa hasil numerasi yang masih perlu ditingkatkan akan menjadi perhatian khusus bagi madrasah dalam menyusun program pembelajaran ke depan.
"Kami akan menjadikan hasil TKA ini sebagai dasar untuk melakukan penguatan pembelajaran Matematika dan kemampuan bernalar siswa. Guru-guru akan terus didorong untuk mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih inovatif, kontekstual, dan berbasis HOTS agar kemampuan numerasi peserta didik semakin meningkat," jelasnya.
Ia juga memberikan ucapan selamat kepada seluruh siswa yang berhasil meraih prestasi terbaik pada TKA 2026.
"Saya mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh peserta didik yang telah menunjukkan prestasi membanggakan. Prestasi ini hendaknya menjadi motivasi untuk terus belajar, berkarya, dan menginspirasi teman-teman lainnya. Teruslah berprestasi dan siapkan diri menghadapi tantangan masa depan," pesan H. Marzuki.
Dampak dan Harapan
Hasil TKA 2026 menjadi pijakan penting bagi MTsN 3 Mataram dalam menyusun berbagai program peningkatan mutu pendidikan. Data yang diperoleh memungkinkan madrasah melakukan pemetaan kemampuan siswa secara lebih akurat sehingga strategi pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik.
Melalui evaluasi yang komprehensif ini, madrasah berharap kemampuan literasi yang sudah baik dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan, sementara kemampuan numerasi memperoleh perhatian lebih melalui berbagai program penguatan akademik.
Dengan semangat motto madrasah, "Berprestasi Hari Ini, Menginspirasi Esok Hari", MTsN 3 Mataram optimistis mampu mencetak generasi yang Uswah: unggul, santun, berwawasan luas, berakhlak mulia, serta siap menghadapi tantangan pendidikan dan kehidupan di masa depan.
Redaksi oleh Ruslan Wahid, ST
.png)

0 Komentar