Mataram – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026 tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat, Gerakan Anak Sehat (GAS) Mataram melalui program GAS Mataram Goes to School menggelar kegiatan Sosialisasi Perlindungan Anak di Ranah Daring di Laboratorium MTs Negeri 3 Mataram, Senin (13/7/2026).
Kegiatan yang diikuti 60 orang siswa sebagai perwakilan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran peserta didik tentang pentingnya perlindungan diri saat menggunakan internet dan media digital sekaligus memperkuat budaya sekolah yang ramah anak.
Kegiatan GAS Mataram Goes to School menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Provinsi Nusa Tenggara Barat yang menghadirkan tim dari PKPA Mataram sebagai narasumber.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung di ruang Laboratorium MTsN 3 Mataram dengan suasana penuh semangat. Menariknya, kegiatan ini dilaksanakan bertepatan dengan hari pertama masuk sekolah setelah masa libur sehingga menjadi momentum yang tepat untuk membekali peserta didik dengan pengetahuan baru sejak awal tahun pelajaran.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala MTsN 3 Mataram, H. Marzuki, S.Pd. Sebelum menyampaikan sambutannya, ia terlebih dahulu membangkitkan semangat para peserta melalui yel-yel khas madrasah yang disambut antusias oleh seluruh siswa.
Dalam sambutannya, H. Marzuki mengajak seluruh peserta untuk bersyukur karena masih diberikan kesehatan dan kesempatan sehingga dapat mengikuti kegiatan yang bermanfaat tersebut. Ia menyampaikan apresiasi kepada tim PKPA Mataram yang telah hadir dan memilih MTsN 3 Mataram sebagai lokasi pelaksanaan sosialisasi.
Menurutnya, kehadiran para narasumber bukan sekadar memberikan materi, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan membangun kolaborasi dalam mewujudkan lingkungan belajar yang aman bagi anak.
"Setiap tamu yang datang insyaallah membawa keberkahan dan manfaat. Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi ibadah sekaligus memberikan bekal berharga bagi anak-anak kita," ungkapnya.
H. Marzuki menjelaskan bahwa tema perlindungan anak di ranah daring sangat relevan dengan komitmen MTsN 3 Mataram yang sejak tahun 2023 telah mendeklarasikan diri sebagai Satuan Pendidikan Ramah Anak (SRA). Oleh karena itu, kegiatan tersebut menjadi penguat berbagai program yang selama ini telah dijalankan madrasah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari kekerasan.
Ia mengakui bahwa penggunaan gawai sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan peserta didik. Namun demikian, penggunaan teknologi harus dibarengi dengan sikap bijaksana serta pengawasan yang memadai.
Menurutnya, di MTsN 3 Mataram peserta didik diperbolehkan membawa telepon genggam hanya pada kondisi tertentu, misalnya saat pelaksanaan asesmen atau kegiatan pembelajaran yang membutuhkan perangkat digital. Kebijakan tersebut tetap disertai pengawasan ketat dari guru agar penggunaan teknologi benar-benar mendukung proses belajar.
"Kami tidak mungkin sepenuhnya meninggalkan penggunaan HP dalam dunia pendidikan saat ini. Yang terpenting adalah bagaimana kita mengontrol dan mengarahkan penggunaannya agar memberikan manfaat bagi perkembangan peserta didik," jelasnya.
Lebih lanjut, Kepala MTsN 3 Mataram menegaskan bahwa seluruh peserta yang mengikuti kegiatan tersebut merupakan perwakilan dari lebih dari 600 siswa MTsN 3 Mataram. Karena itu, mereka memiliki amanah sebagai duta literasi digital yang nantinya diharapkan mampu menyampaikan kembali ilmu yang diperoleh kepada teman-temannya di kelas masing-masing.
Ia berharap para peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh, mencatat berbagai informasi penting, kemudian menyebarluaskan pengetahuan tersebut kepada warga madrasah lainnya.
"Ilmu yang kalian peroleh hari ini jangan disimpan sendiri. Bagikan kepada teman-teman kalian sehingga semakin banyak yang memahami bagaimana melindungi diri ketika menggunakan media digital," pesannya.
Menurut H. Marzuki, berbagi ilmu merupakan bagian dari ajaran Islam yang memiliki nilai ibadah. Setiap pengetahuan yang diamalkan dan diteruskan kepada orang lain akan menjadi amal kebaikan yang terus mengalir.
Selain memberikan edukasi mengenai perlindungan anak di dunia digital, kegiatan ini juga menghadirkan pendekatan yang menyenangkan melalui permainan tradisional dan aktivitas interaktif. Menurut Kepala Madrasah, metode tersebut menjadi alternatif positif untuk mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai sekaligus memperkenalkan kembali permainan tradisional yang mulai ditinggalkan.
Ia menilai keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan aktivitas sosial secara langsung sangat penting dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Di akhir sambutannya, H. Marzuki kembali menyampaikan apresiasi kepada tim PKPA Mataram atas komitmen mereka dalam memberikan edukasi kepada peserta didik. Ia berharap kerja sama tersebut dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak siswa memperoleh pemahaman tentang pentingnya menjaga keamanan diri di ruang digital.
Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Kepala MTsN 3 Mataram secara resmi membuka kegiatan GAS Mataram Goes to School: Sosialisasi Perlindungan Anak di Ranah Daring.
Melalui kegiatan ini, MTsN 3 Mataram berharap lahir generasi yang tidak hanya cakap memanfaatkan teknologi, tetapi juga memiliki karakter kuat, mampu melindungi diri dari berbagai risiko di internet, serta menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan digital yang aman, sehat, dan ramah anak. Semangat tersebut sejalan dengan peringatan Hari Anak Nasional 2026 yang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memberikan ruang tumbuh yang aman dan berkualitas bagi setiap anak Indonesia.


0 Komentar