Selamat datang di website MTsN 3 Mataram, Madrasah Uswah (Unggul, Santun, ber-Wawasan, ber-Akhlak dan Handal)

Ahmad Muzayin: Istikamah Menjadi Kunci Kesuksesan Peserta Didik

MTsN 3 Mataram

Mataram
– MTs Negeri 3 Mataram melaksanakan Upacara Bendera Hari Senin, 3 Agustus 2026, di halaman madrasah dengan penuh khidmat. Petugas upacara kali ini berasal dari kelas IX.2 yang berhasil menjalankan tugasnya dengan baik, sementara amanat pembina upacara disampaikan oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, H. Ahmad Muzayin, S.S. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh peserta didik, dewan guru, serta tenaga kependidikan ini menjadi sarana menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kepercayaan diri, dan karakter istiqamah dalam kehidupan sehari-hari.

Pelaksanaan Upacara Bendera rutin setiap hari Senin di MTs Negeri 3 Mataram kembali berlangsung dengan tertib, khidmat, dan penuh semangat. 

Pada kesempatan tersebut, seluruh rangkaian upacara dipercayakan kepada kelas IX.2 sebagai petugas. Meskipun sebagian besar merupakan wajah-wajah baru yang belum pernah tampil memimpin upacara, mereka mampu melaksanakan setiap tugas dengan percaya diri, mulai dari pemimpin upacara, pembawa acara, pembaca Undang-Undang Dasar 1945, pembaca doa, hingga petugas lainnya.

Keberhasilan kelas IX.2 dalam menjalankan amanah tersebut mendapat apresiasi khusus dari Pembina Upacara, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan MTsN 3 Mataram, H. Ahmad Muzayin, S.S.

Dalam amanatnya, ia menyampaikan rasa bangga terhadap penampilan para petugas upacara dari kelas IX.2. Menurutnya, keberhasilan mereka merupakan bukti bahwa setiap peserta didik memiliki potensi yang dapat berkembang apabila diberi kesempatan dan mau berusaha.

Ia mengungkapkan bahwa dari ratusan peserta didik yang belajar di MTsN 3 Mataram, tidak semua memperoleh kesempatan yang sama untuk tampil di depan. Oleh karena itu, kesempatan yang diberikan madrasah hendaknya dimanfaatkan sebagai proses pembelajaran sekaligus pengalaman berharga yang akan menjadi bagian dari perjalanan hidup setiap peserta didik.

Ia juga menegaskan bahwa keberanian tampil di depan umum merupakan bekal penting yang akan sangat berguna ketika peserta didik melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya maupun memasuki kehidupan bermasyarakat.

"Kesempatan yang diberikan madrasah jangan disia-siakan. Kalau belum pernah bertugas, jangan malu. Mintalah bimbingan kepada bapak dan ibu guru. Insyaallah semua guru siap mendampingi kalian agar mampu tampil dengan baik," ungkapnya.

Selain memberikan apresiasi kepada petugas upacara, H. Ahmad Muzayin juga menyampaikan rasa syukur atas meningkatnya kedisiplinan peserta didik selama beberapa waktu terakhir. Menurutnya, perubahan positif mulai terlihat dari berbagai aspek, mulai dari ketepatan waktu hadir di madrasah, kerapian berpakaian, hingga sikap peserta didik selama mengikuti proses pembelajaran.

Ia menilai peningkatan tersebut merupakan prestasi yang patut dipertahankan karena disiplin merupakan salah satu fondasi utama dalam membentuk karakter generasi yang unggul.

Lebih lanjut dalam amanatnya, ia kemudian mengangkat tema utama mengenai istiqamah atau konsistensi. Menurutnya, dalam ajaran Islam istiqamah merupakan nilai yang sangat tinggi karena tidak mudah dilakukan. Seseorang yang mampu menjaga kebiasaan baik secara terus-menerus akan memperoleh keutamaan yang besar di sisi Allah Swt.

Ia mengutip ungkapan para ulama yang menyatakan bahwa "Al-Istiqamah khairun min alfi karamah" yang berarti istiqamah lebih baik daripada seribu karamah. Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan bukan hanya ditentukan oleh sesuatu yang luar biasa, melainkan oleh kebiasaan baik yang dilakukan secara konsisten.

Sebagai contoh, ia mengajak peserta didik membiasakan datang ke madrasah tepat waktu setiap hari. Menurutnya, kebiasaan sederhana tersebut akan membentuk karakter disiplin yang kelak menjadi modal penting dalam meraih kesuksesan.

Tidak hanya itu, Muzayyin juga mendorong peserta didik untuk membiasakan membaca Al-Qur'an setiap hari, meskipun hanya beberapa ayat. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara terus-menerus diyakini akan menghasilkan perubahan besar dalam kehidupan seseorang.

"Jangan merasa harus membaca banyak. Mulailah dari tiga ayat setiap hari. Jika dilakukan terus-menerus, tanpa terasa kalian akan mampu menyelesaikan bacaan Al-Qur'an. Yang terpenting adalah istiqamah," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, ia menerangkan bahwa orang yang terbiasa melakukan amal kebaikan secara konsisten akan tetap memperoleh pahala ketika suatu saat tidak dapat melaksanakannya karena uzur syar'i, seperti sakit atau dalam perjalanan. Hal tersebut menunjukkan betapa besarnya penghargaan Allah Swt. terhadap orang-orang yang menjaga konsistensi dalam beribadah maupun berbuat baik.

Pesan tersebut kemudian dikaitkan dengan kebiasaan belajar peserta didik. Ahmad Muzayin mengingatkan bahwa belajar tidak harus dilakukan dalam waktu yang lama, tetapi harus dilakukan secara rutin. Ia menyarankan agar peserta didik meluangkan waktu sekitar satu jam setiap malam, terutama setelah salat Magrib atau Isya, untuk mengulang pelajaran dan mempersiapkan materi yang akan dipelajari keesokan harinya.

Menurutnya, kebiasaan belajar secara konsisten akan memberikan hasil yang jauh lebih baik dibandingkan belajar dalam jumlah besar tetapi hanya sesekali.

Di akhir amanatnya, ia mengingatkan seluruh peserta didik agar selalu memasang niat yang baik dalam setiap aktivitas. Dalam Islam, niat baik telah bernilai ibadah bahkan sebelum suatu amal dilaksanakan. Apabila niat tersebut diwujudkan dalam tindakan nyata, maka Allah Swt. akan melipatgandakan pahalanya.

Usai penyampaian amanat, rangkaian upacara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu wajib nasional sebagai bentuk penanaman rasa cinta tanah air dan nasionalisme kepada seluruh peserta didik sebelum akhirnya upacara ditutup dengan doa.

Redaksi oleh Ruslan Wahid, ST

0 Komentar