Selamat datang di website MTsN 3 Mataram, Madrasah Uswah (Unggul, Santun, ber-Wawasan, ber-Akhlak dan Handal)

Edukasi Karakter, Siswa MTsN 3 Mataram Nobar Film "Anak-Anak Bambu"

Anak-anak Bambu

Mataram- Dalam rangka memperkuat pendidikan karakter serta menumbuhkan nilai-nilai kepedulian sosial, empati, dan arti penting keluarga, siswa MTsN 3 Mataram yang didampingi beberapa guru mengikuti kegiatan nobar trailer film Anak-Anak Bambu pada Rabu, 12 Agustus 2026, di Cineme XXI Box Office, Lombok Epicentrum, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat pukul 14.30 WITA - selesai. 

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya madrasah menghadirkan pengalaman belajar yang inspiratif melalui media perfilman yang sarat pesan moral. Film ini dibintangi oleh sejumlah aktor dan aktris Indonesia seperti Ari Sihasale, Nia Zulkarnaen, Lukman Sardi, Maudy Koesnaedi, dan Didi Petet, yang memperkuat kedalaman cerita dan pesan kemanusiaan yang disampaikan.

Kegiatan menonton trailer film Anak-Anak Bambu berlangsung dengan penuh antusias. Sejak tiba di lokasi, para siswa mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib dan didampingi oleh guru-guru yang memastikan seluruh peserta memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus edukatif.

Pemutaran trailer memperlihatkan cuplikan kisah hangat tentang kehidupan anak-anak penghuni sebuah rumah bambu yang saling menguatkan dalam menghadapi berbagai tantangan hidup. 

Film ini mengangkat makna keluarga yang tidak hanya dibangun atas hubungan darah, tetapi juga atas dasar kasih sayang, kepedulian, pengorbanan, dan kebersamaan. Pesan tersebut menjadi daya tarik utama yang mampu menggugah emosi sekaligus menginspirasi para penonton. 

Dalam film ini, karakter anak-anak diperankan dengan kuat oleh para pemeran seperti Ari Sihasale dan Nia Zulkarnaen, yang menggambarkan sosok pengasuh penuh kasih, serta Lukman Sardi dan Maudy Koesnaedi yang memperkaya konflik dan dinamika cerita, sementara Didi Petet hadir dengan peran yang memberikan warna tersendiri dalam alur kisah.

Salah guru pendamping Iskandar yang merupakan Pembina Orsima, menilai bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pembelajaran kontekstual yang mampu melengkapi proses pendidikan di dalam kelas. 

"Melalui tayangan film, peserta didik tidak hanya memperoleh hiburan, tetapi juga diajak memahami berbagai nilai kehidupan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari", ucapnya.

Cuplikan film anak-anak Bambu

Selama pemutaran trailer, para siswa tampak fokus mengikuti setiap adegan yang ditampilkan. Beberapa di antaranya mengaku tersentuh oleh kisah persahabatan dan kebersamaan yang digambarkan dalam film tersebut. Salah satu siswa, Zaneta Ketua Orsim, mengungkapkan bahwa ia sangat terinspirasi oleh kisah kebersamaan dalam film tersebut dan menyadarkannya akan pentingnya menghargai keluarga serta teman.

Momentum ini sekaligus menjadi ruang refleksi bagi peserta didik mengenai pentingnya menghargai keluarga, saling membantu, serta membangun kepedulian terhadap sesama.

Film Anak-Anak Bambu sendiri merupakan film drama keluarga yang mengangkat kisah perjuangan anak-anak penghuni panti asuhan dalam mempertahankan rumah yang menjadi tempat mereka tumbuh bersama. 

Melalui alur cerita yang menyentuh, film ini menyampaikan pesan bahwa keluarga sejati dibangun atas cinta, perhatian, dan komitmen untuk saling menjaga, bukan semata-mata karena ikatan biologis. 

Kehadiran para pemeran seperti Ari Sihasale, Nia Zulkarnaen, Lukman Sardi, Maudy Koesnaedi, dan Didi Petet membuat pesan moral film ini tersampaikan dengan kuat dan menyentuh hati penonton, menjadi media untuk menyebarkan nilai kasih sayang, penerimaan, dan kepedulian sosial kepada masyarakat.

Bagi MTsN 3 Mataram sendiri, kegiatan ini sejalan dengan penguatan Profil Pelajar Pancasila dan karakter peserta didik di madrasah. Melalui media film, siswa diajak mengembangkan sikap empati, gotong royong, toleransi, tanggung jawab, serta rasa syukur atas nikmat keluarga dan lingkungan yang dimiliki.

Selain itu, kegiatan menonton film edukatif juga menjadi salah satu strategi pembelajaran yang mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Mereka diajak menganalisis isi cerita, memahami karakter tokoh, serta mengambil hikmah dari setiap peristiwa yang disajikan. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman nyata yang menyenangkan.

Pada kesempatan lain Kepala madrasah mengungkapkan bahwa perkembangan dunia perfilman Indonesia yang menghadirkan karya-karya bermuatan edukatif yang perlu dimanfaatkan sebagai sarana membangun generasi yang berakhlak mulia, peduli terhadap sesama, serta memiliki kepekaan sosial yang tinggi.

"Diantaranya siswa meningkatkan rasa empati terhadap orang lain, memperkuat nilai kasih sayang dalam keluarga, menumbuhkan kepedulian sosial, membangun semangat kebersamaan, serta menginspirasi peserta didik untuk selalu bersyukur dan menghargai setiap orang di sekitarnya", pungkas Marzuki. 

Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting dalam membentuk karakter generasi muda yang berintegritas dan berakhlakul karimah.

Melalui kegiatan ini pula, diharapkan pengalaman menyaksikan trailer film Anak-Anak Bambu dapat menjadi motivasi bagi siswa untuk mengamalkan pesan-pesan positif yang mereka peroleh dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan madrasah, keluarga, maupun masyarakat.

Redaksi oleh Ruslan Wahid, ST 

0 Komentar