Selamat datang di website MTsN 3 Mataram, Madrasah Uswah (Unggul, Santun, ber-Wawasan, ber-Akhlak dan Handal)

Kakankemenag Kota Mataram: Kurikulum Berbasis Cinta Harus Menghidupkan Ruh Pendidikan

H. Hamdun

Mataram – MTs Negeri 3 Mataram menggelar Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang dirangkaikan dengan Launching BEGIBUNG DIGITAL mengusung tema "Bersama Cinta, Madrasah Bertransformasi, Mewujudkan Generasi Unggul dan Berakhlak Mulia", Sabtu (1/8/2026), bertempat di Aula MTsN 3 Mataram. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan sebagai bagian dari upaya memperkuat implementasi Kurikulum Berbasis Cinta sekaligus mendorong transformasi digital di lingkungan madrasah.

Workshop dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Zamroni Aziz, S.H.I., M.H. Turut hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Mataram H. Hamdun, S.Ag., M.H.I., didampingi Kepala MTsN 3 Mataram H. Marzuki, S.Pd., Kepala Tata Usaha H. Abdul Hafiedz, serta Ketua Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Kementerian Agama Kota Mataram Rusnan, S.Ag., M.Ag. yang juga menjadi narasumber implementasi Kurikulum Berbasis Cinta.

Sebelum acara dimulai, kedatangan Kakanwil Kementerian Agama Provinsi NTB disambut meriah oleh sekitar 70 siswa MTsN 3 Mataram. Para siswa mengenakan beragam seragam madrasah dan sebagian lainnya mengenakan pakaian adat Sasak sambil melantunkan shalawat Thala'al Badru sejak gerbang madrasah hingga menuju aula kegiatan. Suasana penyambutan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Dr. H. Zamroni Aziz tampak menyalami satu per satu siswa sebagai bentuk kedekatan dengan warga madrasah.

Rangkaian pembukaan dipandu oleh Elis Sulistiya selaku pembawa acara. Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Ustadz Zulhaj Hudayana, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Madrasah, dan Mars MTsN 3 Mataram yang dipimpin oleh dirigen Eri Hendrawati. Selanjutnya dibacakan Lima Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama RI oleh Ahmad Ardi, kemudian doa dipimpin oleh Ustadz Syukron.

Acara dilanjutkan dengan sambutan Kepala MTsN 3 Mataram, H. Marzuki, S.Pd., yang menyampaikan komitmen madrasah dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta serta memperkenalkan inovasi BEGIBUNG DIGITAL sebagai salah satu langkah transformasi digital MTsN 3 Mataram. Selanjutnya, dilakukan prosesi Launching BEGIBUNG DIGITAL oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTB yang didampingi Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Mataram, Ketua Pokjawas Kemenag Kota Mataram, Kepala MTsN 3 Mataram, dan Kepala Tata Usaha.

Usai pembukaan dan prosesi launching, kegiatan workshop dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Mataram, H. Hamdun, S.Ag., M.H.I. Dalam pemaparannya, ia mengajak seluruh guru untuk memaknai Kurikulum Berbasis Cinta sebagai sebuah gerakan menghadirkan ruh pendidikan melalui kasih sayang, keteladanan, dan kepedulian terhadap peserta didik.

Mengawali materinya, H. Hamdun mengangkat tema "Cinta sebagai Ruh Pendidikan". Menurutnya, pendidikan sejatinya bukan sekadar proses mentransfer ilmu pengetahuan, melainkan menghadirkan nilai-nilai kemanusiaan yang mampu menyentuh hati peserta didik.

"Ilmu akan memiliki ruh apabila mampu berpindah dari hati seorang guru ke hati peserta didik. Karena itu, mengajar bukan sekadar menyampaikan materi, tetapi bagaimana ilmu itu hidup dan memberikan kesejukan bagi orang lain," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa konsep pendidikan dalam Islam berakar dari kata Rabb, yaitu Allah sebagai pendidik, pemelihara, pencipta, sekaligus penguasa seluruh alam. Dari konsep tersebut, seorang guru tidak hanya dituntut menguasai materi pembelajaran, tetapi juga mampu membimbing, membina, dan menumbuhkan karakter peserta didik secara utuh.

Mengutip Surah Ali Imran ayat 159, H. Hamdun menegaskan bahwa kelembutan dan kasih sayang merupakan fondasi utama dalam proses pendidikan. Guru yang mengajar dengan hati akan lebih mudah membangun kedekatan dengan peserta didik sehingga nilai-nilai yang diajarkan dapat diterima dan diamalkan.

Ia juga mengingatkan para guru agar tidak membawa persoalan pribadi ke dalam ruang kelas. Menurutnya, peserta didik dapat merasakan ketulusan maupun kegelisahan seorang guru. Oleh karena itu, guru harus hadir dengan hati yang tenang dan penuh cinta agar mampu mentransfer energi positif kepada peserta didik.

Selain itu, H. Hamdun mengajak seluruh guru untuk terus meningkatkan literasi digital di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Menurutnya, guru harus mampu membimbing peserta didik agar memanfaatkan teknologi secara bijak, produktif, dan bertanggung jawab.

Ia juga menyoroti berbagai tantangan dunia pendidikan, seperti meningkatnya kasus perundungan (bullying), kekerasan verbal, kekerasan seksual, serta dampak negatif media sosial. Karena itu, implementasi Kurikulum Berbasis Cinta harus diwujudkan melalui penciptaan lingkungan belajar yang aman, nyaman, ramah anak, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

Menutup materinya, H. Hamdun berharap seluruh guru MTsN 3 Mataram mampu mengimplementasikan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta dalam setiap proses pembelajaran. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari lahirnya generasi yang berkarakter, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian terhadap sesama.

0 Komentar