Selamat datang di website MTsN 3 Mataram, Madrasah Uswah (Unggul, Santun, ber-Wawasan, ber-Akhlak dan Handal)

Memulai adalah Setengah dari Keberhasilan", Tema Ceramah Imtaq Jumat oleh Siswa Kelas IX.3

Imtaq Jum'at

MTsN3Mataram- Siswa Kelas IX.3 mendapat kesempatan menjadi petugas pada kegiatan Iman dan Takwa (Imtaq) Jumat yang dilaksanakan pada Jumat, 7 Agustus 2026. Pada kesempatan tersebut, Zalfa dan Vina tampil menyampaikan tausiah bertema "Memulai adalah Setengah dari Keberhasilan" di hadapan Kepala Madrasah, dewan guru, tenaga kependidikan, serta seluruh peserta didik. 

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan madrasah ini tidak hanya menjadi agenda rutin pembinaan karakter dan spiritual, tetapi juga menjadi media pembelajaran bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan berbicara di depan umum serta menumbuhkan rasa percaya diri.

Dalam tausiahnya yang mengangkat tema "Memulai adalah Setengah dari Keberhasilan", Zalfa menyampaikan bahwa setiap keberhasilan besar selalu diawali dengan langkah pertama. Menurutnya, keberanian untuk memulai merupakan modal utama yang harus dimiliki setiap orang dalam meraih cita-cita, meskipun langkah tersebut terasa berat dan penuh tantangan.

Ia mengajak seluruh peserta didik untuk tidak takut memulai berbagai hal positif, baik dalam belajar, beribadah, maupun mengembangkan potensi diri. Banyak orang, katanya, memiliki mimpi yang besar, seperti ingin menjadi lebih rajin belajar, menghafal Al-Qur'an, memperoleh nilai yang lebih baik, atau meraih berbagai prestasi. Namun, tidak sedikit yang akhirnya gagal mewujudkan impian tersebut karena terus menunda dengan alasan belum siap atau menunggu waktu yang dianggap sempurna.

"Sesungguhnya ketika kita sudah berani mengambil langkah pertama, pada saat itu pula kita telah menempuh sebagian jalan menuju keberhasilan. Tidak semua orang memiliki keberanian untuk memulai. Oleh karena itu, keberanian tersebut harus terus dipupuk agar kita tidak mudah menyerah sebelum mencoba," ujarnya.

Zalfa kemudian mengingatkan bahwa Islam mengajarkan umatnya untuk terus berusaha memperbaiki diri. Ia mengutip firman Allah SWT dalam Surah Ar-Ra'd ayat 11 yang artinya, "Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri." Menurutnya, ayat tersebut mengandung pesan yang sangat kuat bahwa perubahan tidak akan datang hanya dengan harapan atau angan-angan, melainkan harus diwujudkan melalui usaha, kerja keras, dan kemauan untuk memulai.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa rasa takut gagal sering kali menjadi penghalang seseorang untuk berkembang. Padahal, kegagalan merupakan bagian dari proses belajar yang akan membuat seseorang menjadi lebih kuat dan lebih bijaksana. Orang yang berhasil bukanlah mereka yang tidak pernah mengalami kegagalan, melainkan mereka yang terus bangkit setiap kali menghadapi tantangan.

"Jangan menunggu sampai semuanya sempurna untuk memulai. Tidak ada waktu yang benar-benar sempurna. Justru keberanian untuk mencoba akan membuka jalan menuju kesempatan-kesempatan yang lebih besar. Lebih baik mencoba lalu belajar dari kesalahan daripada tidak pernah mencoba sama sekali," tuturnya.

Sementara itu, Vina menambahkan bahwa setiap langkah kecil yang dilakukan secara konsisten akan membawa perubahan besar pada masa depan. Ia mengajak seluruh peserta didik agar mulai membiasakan diri melakukan hal-hal sederhana yang bermanfaat, seperti disiplin hadir ke madrasah, menghormati guru, membantu orang tua di rumah, menjaga salat tepat waktu, membaca Al-Qur'an setiap hari, serta bersungguh-sungguh dalam mengikuti pembelajaran.

Menurutnya, kebiasaan baik yang dilakukan secara terus-menerus akan membentuk karakter dan menjadi bekal untuk meraih kesuksesan di kemudian hari. Oleh karena itu, peserta didik tidak perlu menunggu menjadi orang hebat untuk berbuat baik, tetapi harus mulai berbuat baik agar kelak menjadi pribadi yang hebat.

Di akhir tausiahnya, Zalfa dan Vina memberikan motivasi kepada seluruh peserta didik agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi kegagalan. Mereka mengingatkan bahwa setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan, tetapi yang terpenting adalah kemauan untuk bangkit, belajar, dan terus melangkah maju.

"Jatuh bukanlah akhir dari segalanya. Jatuh adalah kesempatan untuk belajar menjadi lebih kuat. Kita boleh beristirahat ketika merasa lelah, tetapi jangan pernah berhenti melangkah menuju cita-cita yang kita impikan," ungkap mereka.

Sebagai penutup, keduanya menyampaikan kalimat motivasi yang disambut antusias oleh para peserta, yakni, "Motivasi tanpa aksi hanyalah halusinasi." Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa impian dan cita-cita hanya akan terwujud apabila disertai tindakan nyata, kerja keras, doa, dan ketekunan. Mereka pun mengajak seluruh siswa untuk mulai melakukan perubahan dari hal-hal kecil, karena setiap langkah yang dimulai hari ini dapat menjadi awal keberhasilan yang lebih besar di masa depan.

Suasana ceramah berlangsung interaktif ketika pemateri membuka sesi tanya jawab kepada para peserta. Beberapa siswa tampak antusias mengangkat tangan untuk menjawab pertanyaan seputar isi ceramah. Salah seorang siswa berhasil menyampaikan pesan utama yang diperoleh, yaitu pentingnya memiliki keberanian memulai tanpa harus menunggu kondisi yang dianggap sempurna. Pertanyaan mengenai sumber ayat Al-Qur'an yang disampaikan serta judul ceramah juga mendapat respons aktif dari peserta.

Redaksi oleh Ruslan Wahid, ST

0 Komentar