Selamat datang di website MTsN 3 Mataram, Madrasah Uswah (Unggul, Santun, ber-Wawasan, ber-Akhlak dan Handal)

MTsN 3 Mataram Peringati Maulid Nabi, Tanamkan Cinta Rasul dan Akhlak Mulia

MTsN 3 Mataram

Mataram — MTsN 3 Mataram menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Sabtu (29/8/2026) dengan menghadirkan TGH. Akmaluddin, S.Pd.I. sebagai penceramah. Kegiatan yang diikuti seluruh siswa, guru, dan staf karyawan tersebut berlangsung khidmat dengan nuansa putih, di mana peserta laki-laki mengenakan baju koko dan sarung putih, sedangkan peserta perempuan mengenakan gamis putih. 

Peringatan tersebut menjadi momentum untuk menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus memperkuat karakter, akhlak, dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.

Peringatan Maulid Nabi tahun ini turut dihadiri Pokjawas Kementerian Agama Kota Mataram sekaligus Pengawas Pembina MTsN 3 Mataram, Rusnan, M.Ag. Hadir pula Ketua Komite MTsN 3 Mataram, H. Suhaimi Anwar, bersama sejumlah anggota komite. Kehadiran jajaran pengawas dan komite menjadi bentuk dukungan terhadap berbagai program pembinaan keagamaan dan penguatan karakter yang dilaksanakan madrasah.

Kepala Madrasah: Maulid Bukan Sekadar Seremonial

Kepala MTsN 3 Mataram, H. Marzuki, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, guru, tenaga kependidikan, serta berbagai pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan.

Menurutnya, peringatan Maulid Nabi harus dimaknai lebih jauh daripada sekadar kegiatan seremonial tahunan. Momentum tersebut harus mampu mendorong seluruh warga madrasah untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus meneladani akhlak dan perilaku beliau.

"Pak Guru berharap kegiatan ini tidak hanya kita peringati secara seremonial belaka, tetapi bagaimana kita mengambil contoh dan mengambil iktibar dari apa yang dirisalahkan oleh Baginda Nabi," ujar H. Marzuki.

Ia secara khusus mengajak para siswa untuk mengikuti tausiah dengan sungguh-sungguh. Pesan dan ilmu yang disampaikan oleh TGH. Akmaluddin diharapkan tidak berhenti pada pemahaman, tetapi dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

H. Marzuki juga mengingatkan siswa agar menjadikan peringatan Maulid sebagai momentum perubahan diri. Kecintaan kepada Rasulullah, menurutnya, harus tercermin melalui peningkatan akhlak, cara bergaul, sikap kepada guru, serta perilaku terhadap sesama.

"Ketika setelah selesai kita memperingati perayaan ini, saya berharap ada peningkatan kecintaan kita kepada Nabi Besar Muhammad SAW," pesannya kepada para siswa.

Kepala madrasah juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh undangan dan warga madrasah yang telah berpartisipasi. Ia berharap kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan tersebut terus dipelihara untuk mendukung kemajuan MTsN 3 Mataram.

Pengawas Pembina Tekankan Budaya Cinta

Sementara itu, Pokjawas Kemenag Kota Mataram sekaligus Pengawas Pembina MTsN 3 Mataram, Rusnan, M.Ag., mengajak seluruh siswa menjadikan Maulid Nabi sebagai sarana memperkuat budaya cinta di lingkungan madrasah.

Ia menjelaskan bahwa MTsN 3 Mataram mendapat kepercayaan sebagai salah satu madrasah percontohan dalam implementasi kurikulum berbasis cinta. Karena itu, nilai-nilai kecintaan harus diwujudkan dalam perilaku nyata, bukan hanya menjadi slogan.

Rusnan mencontohkan penerapan budaya cinta melalui kebiasaan sederhana, seperti senyum, salam, dan sapa. Para siswa juga diajak membangun kebiasaan menghormati guru dan sesama teman.

"Jangan datang ke MTsN 3 ini dengan muka masam. Harus dengan muka ceria. Ketemu dengan teman, beri salam. Ketemu dengan guru, beri salam," pesannya.

Menurut Rusnan, kebiasaan sederhana tersebut merupakan bagian dari pembentukan karakter siswa. Nilai-nilai cinta juga dapat diwujudkan dengan menjaga kebersihan, kerapian, kedisiplinan, dan lingkungan madrasah.

Ia kemudian mengaitkan pendidikan karakter dengan nilai personal yang harus ditanamkan dalam diri siswa, terutama kejujuran, amanah, dan kesabaran.

Kejujuran, misalnya, harus diterapkan dalam proses pembelajaran dan ujian. Sementara sikap amanah tercermin dari kesungguhan siswa dalam menjalankan tanggung jawab sebagai peserta didik. Para siswa juga diminta bersabar dalam menuntut ilmu karena keberhasilan tidak dapat diraih secara instan.

"Menuntut ilmu membutuhkan waktu yang panjang. Oleh karenanya, anak-anakku harus bersabar menuntut ilmu dan bersabar menghadapi ujian," tuturnya.

Rusnan juga mengingatkan bahwa sekolah atau madrasah merupakan rumah kedua bagi siswa. Setelah orang tua mempercayakan pendidikan anak kepada madrasah, siswa memiliki tanggung jawab untuk belajar dengan sungguh-sungguh serta menjaga nama baik lembaga.

TGH. Akmaluddin Ajak Siswa Mengenal Sejarah Rasulullah

Memasuki sesi utama, TGH. Akmaluddin, S.Pd.I. mengajak para siswa mengenal lebih dekat kehidupan Nabi Muhammad SAW. Tausiah disampaikan dengan metode interaktif sehingga siswa tidak hanya mendengarkan, tetapi juga diajak menjawab pertanyaan dan mengingat kembali materi keislaman yang telah dipelajari.

Salah satu materi yang disampaikan adalah silsilah Nabi Muhammad SAW. TGH. Akmaluddin mengajak siswa menghafalkan nama Rasulullah hingga beberapa generasi di atas beliau. Para siswa yang mampu menjawab pertanyaan mendapatkan apresiasi dan hadiah dari panitia.

Metode tersebut membuat suasana tausiah menjadi lebih hidup. Para siswa tampak antusias ketika diminta menjawab pertanyaan mengenai kehidupan Rasulullah SAW.

TGH. Akmaluddin kemudian mengajak seluruh peserta memperbanyak selawat sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

Ia menjelaskan bahwa kecintaan kepada Rasulullah harus diwujudkan dengan memperbanyak selawat sekaligus mengikuti akhlak dan keteladanan beliau.

Dalam tausiah tersebut, TGH. Akmaluddin juga menyampaikan sejumlah kisah tentang masa kecil dan perjalanan kehidupan Nabi Muhammad SAW, termasuk kondisi beliau sebagai seorang anak yatim, perjalanan hidup bersama keluarga, hingga pengangkatan beliau sebagai Nabi dan Rasul.

Materi sejarah tersebut disampaikan sebagai upaya agar para siswa tidak hanya mengenal Rasulullah secara nama, tetapi juga memahami perjalanan kehidupan dan perjuangan beliau.

Akhlak Menjadi Ukuran Kehebatan Seorang Muslim

Pesan utama yang ditekankan TGH. Akmaluddin adalah pentingnya akhlak. Menurutnya, kecerdasan, prestasi, dan berbagai kelebihan yang dimiliki seorang siswa harus diiringi dengan perilaku yang baik.

Ia mengingatkan para siswa bahwa keberhasilan pendidikan tidak cukup hanya diukur dari nilai akademik. Akhlak kepada orang tua, guru, dan sesama merupakan bagian penting dalam membentuk pribadi seorang muslim.

"Kehebatan seorang Islam adalah terletak pada akhlaknya," tegas TGH. Akmaluddin.

Ia juga berpesan agar para siswa senantiasa menghormati guru dalam kondisi apa pun. Ketika bertemu guru di jalan, di madrasah, maupun di tempat lain, siswa hendaknya mengucapkan salam dan menunjukkan sikap hormat.

Menurutnya, hubungan antara guru dan siswa tidak berhenti pada proses pembelajaran di kelas. Keteladanan, penghormatan, dan keberkahan ilmu merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pendidikan.

TGH. Akmaluddin berharap peringatan Maulid Nabi di MTsN 3 Mataram mampu memberikan manfaat nyata bagi seluruh peserta. Nilai-nilai yang diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, madrasah, maupun masyarakat.

Redaksi oleh Ruslan Wahid, ST

0 Komentar