Pokjawas Kemenag Kota Mataram Refleksikan Hasil Supervisi Guru MTsN 3 Mataram
Mataram — Pelaksanaan supervisi pembelajaran terhadap guru MTsN 3 Mataram oleh Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Madrasah Kementerian Agama Kota Mataram ditutup dengan kegiatan refleksi pada Senin, 24 Agustus 2026, bertempat di ruang aula MTsN 3 Mataram. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menyampaikan hasil pengamatan, catatan perbaikan, sekaligus penguatan bagi guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di madrasah.
Kegiatan refleksi diikuti Kepala MTsN 3 Mataram H. Marzuki, jajaran pengawas madrasah Kementerian Agama Kota Mataram, tenaga pendidik, serta tenaga kependidikan MTsN 3 Mataram. Tim pengawas yang menyampaikan hasil refleksi secara berturut-turut terdiri atas Ketua Pokjawas Madrasah Kemenag Kota Mataram Rusnan, M.Ag., Pak Lalu Alwan, H. Jupri, Ibu Saniatun, Pak Abdul Aziz, Pak Kasman, H. Zainuddin, dan M. Isnaini.
Kegiatan supervisi sendiri berlangsung selama dua hari, yakni Kamis dan Senin. Para pengawas melakukan pengamatan terhadap perangkat pembelajaran maupun proses pembelajaran guru di kelas. Hasil pengamatan tersebut kemudian menjadi bahan evaluasi bersama dalam forum refleksi.
Dalam sambutannya, Kepala MTsN 3 Mataram H. Marzuki menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan supervisi dan refleksi. Ia menegaskan bahwa supervisi hendaknya tidak dipandang sebagai kegiatan untuk mencari kesalahan guru, melainkan sebagai upaya menemukan solusi dan memperbaiki kualitas layanan pendidikan.
“Tujuan dari supervisi ini bukan mencari kesalahan, tetapi menemukan solusi agar bagaimana kita sebagai pentransfer ilmu kepada anak-anak kita bisa lebih maksimal,” ungkap H. Marzuki.
Menurutnya, guru memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan pelayanan pendidikan kepada lebih dari 600 peserta didik di MTsN 3 Mataram. Karena itu, setiap masukan dari pengawas perlu diterima sebagai bahan pembelajaran untuk memperbaiki hal-hal yang masih perlu ditingkatkan.
H. Marzuki juga mengajak seluruh guru untuk menjadikan kegiatan supervisi sebagai bagian dari ibadah dan tanggung jawab profesional. Ia berharap seluruh catatan yang diberikan pengawas dapat menjadi pijakan untuk meningkatkan mutu pembelajaran pada masa mendatang.
“Mohon masukan dan saran kepada Pokjawas. Kami tentu akan menjadikan hal tersebut sebagai sesuatu yang sangat berharga untuk bisa kita jadikan pembelajaran ketika ada yang kurang atau ada hal-hal yang perlu kita perbaiki bersama,” ujarnya.
Pokjawas: Supervisi untuk Meningkatkan Mutu Pembelajaran
Ketua Pokjawas Madrasah Kemenag Kota Mataram, Rusnan, M.Ag., menyampaikan apresiasi kepada kepala madrasah, tenaga pendidik, dan seluruh warga MTsN 3 Mataram yang telah bekerja sama selama proses supervisi.
Ia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program supervisi bersama yang dilaksanakan pengawas madrasah dengan tujuan meningkatkan kualitas pembelajaran dan mutu madrasah.
“Tujuan kami hadir di tempat ini adalah untuk meningkatkan mutu dan semangat belajar dan mengajar kita di madrasah,” kata Rusnan.
Ia menegaskan bahwa Mataram memiliki posisi penting sebagai salah satu barometer pendidikan di Nusa Tenggara Barat. Oleh karena itu, madrasah di Kota Mataram diharapkan terus meningkatkan kualitas pembelajaran, profesionalisme guru, serta inovasi pendidikan.
Rusnan juga mengapresiasi semangat para guru MTsN 3 Mataram yang tetap mengikuti rangkaian supervisi dengan penuh kesabaran dan kebersamaan. Ia menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan supervisi terdapat ucapan maupun tindakan yang kurang berkenan.
“Tidak ada yang sempurna di dunia ini kecuali Allah Subhanahu wa ta'ala. Oleh karenanya, kami mewakili teman-teman pengawas memohon maaf apabila ada hal-hal yang kurang berkenan,” tuturnya.
Dorong Guru Berinovasi dalam Pembelajaran
Dalam refleksinya, pengawas madrasah Alwan memberikan apresiasi terhadap sejumlah praktik baik yang ditemukan selama proses supervisi. Salah satunya adalah penggunaan aplikasi pembelajaran oleh guru MTsN 3 Mataram.
Menurutnya, inovasi digital menjadi salah satu kebutuhan penting dalam pembelajaran di era perkembangan teknologi. Guru perlu terus meningkatkan kemampuan agar tidak tertinggal dibandingkan perkembangan teknologi dan karakter peserta didik.
Ia juga mengapresiasi penggunaan sistem digital dalam pengelolaan perangkat pembelajaran di madrasah. Meski demikian, masih terdapat beberapa dokumen yang perlu dilengkapi, antara lain program semester, analisis minggu efektif, dan KKTP.
Pengawas juga memberikan penguatan bahwa KKTP dapat disusun dengan model yang berbeda sesuai karakteristik mata pelajaran. Model rubrik, deskripsi, maupun skala kriteria dapat digunakan sesuai kebutuhan pembelajaran.
Namun, ia mengingatkan guru agar tidak menjadikan nilai supervisi sebagai tujuan utama.
“Jangan pikirkan masalah nilai supervisi. Ketika kita mampu mengubah satu saja karakter siswa menjadi lebih baik, itu akan lebih bermakna daripada nilai supervisi,” tegasnya.
Penguatan Perangkat Pembelajaran dan KBC
Pengawas lainnya memberikan catatan terkait penyusunan modul ajar. Guru diharapkan memahami sistematika penyusunan perangkat pembelajaran sehingga unsur pembelajaran mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta dapat terintegrasi secara utuh.
Beberapa catatan juga diberikan terkait program penilaian. Program tersebut perlu disusun secara sistematis dengan memperhatikan capaian pembelajaran, alur tujuan pembelajaran, materi, jenis asesmen, waktu pelaksanaan, dan keterangan penilaian.
Dalam proses pembelajaran, penerapan KBC juga menjadi perhatian utama. Pengawas menilai implementasi KBC perlu semakin terlihat bukan hanya dalam dokumen perangkat pembelajaran, tetapi juga dalam praktik nyata di kelas.
Salah satu pengawas memberikan contoh bahwa tujuan pembelajaran hendaknya tidak berhenti pada pencapaian kompetensi akademik, tetapi juga mengintegrasikan nilai cinta kepada Allah, sesama, diri sendiri, lingkungan, dan tanah air.
“Tujuan pembelajaran berbasis KBC bukan hanya peserta didik mampu melakukan sesuatu, tetapi juga dilakukan dengan kesadaran dan nilai cinta sebagai bagian dari pembentukan karakter,” jelasnya.
MTsN 3 Mataram sebagai Pilot Implementasi KBC
Dalam refleksi lainnya, pengawas mengingatkan bahwa MTsN 3 Mataram merupakan salah satu madrasah yang menjadi bagian dari pilot project implementasi Kurikulum Berbasis Cinta. Posisi tersebut menuntut seluruh warga madrasah untuk memahami dan menerapkan KBC secara nyata.
Implementasi KBC diharapkan hadir dalam berbagai aktivitas madrasah, mulai dari doa sebelum dan sesudah pembelajaran, pembiasaan positif, budaya antre, kepedulian terhadap sesama, penguatan hubungan antarpeserta didik, hingga kepedulian terhadap lingkungan.
Pengawas juga mengingatkan pentingnya mengenalkan nilai-nilai Pancacinta kepada peserta didik, yaitu cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, cinta ilmu, cinta diri dan sesama, cinta alam dan lingkungan, serta cinta tanah air.
Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak hanya menjadi slogan, tetapi menjadi budaya yang terlihat dalam perilaku sehari-hari warga madrasah.
Temuan Menjadi Bahan Perbaikan
Para pengawas sepakat bahwa berbagai temuan selama supervisi merupakan catatan perbaikan yang perlu ditindaklanjuti. Beberapa hal yang ditemukan antara lain kelengkapan administrasi pembelajaran, program semester, analisis minggu efektif, program penilaian, KKTP, serta integrasi KBC dalam modul ajar dan proses pembelajaran.
Pengawas juga mengapresiasi penguasaan materi dan kemampuan mengajar para guru MTsN 3 Mataram. Di sisi lain, guru didorong untuk terus memperkuat inovasi, penggunaan teknologi pembelajaran, serta integrasi nilai karakter dalam proses pembelajaran.
Salah seorang pengawas menekankan bahwa temuan supervisi hendaknya tidak kembali muncul pada supervisi berikutnya.
“Apa yang menjadi temuan pada saat ini semoga tidak menjadi temuan lagi pada supervisi yang akan datang,” pesannya.
Pada akhir kegiatan, Kepala MTsN 3 Mataram meminta seluruh catatan supervisi direkap secara sistematis oleh tim kurikulum. Hasil tersebut akan menjadi bahan evaluasi dan penyusunan tindak lanjut madrasah.
H. Marzuki kembali mengingatkan seluruh guru agar menerima masukan dengan lapang dada dan memperbaikinya secara bertahap.
“Masukan-masukan itu untuk kita perbaiki sedikit demi sedikit. Harapannya, hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Jangan sama, karena kalau sama kita termasuk orang yang rugi,” ujarnya.
Kegiatan refleksi kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh H. Irwan. Dengan berakhirnya supervisi tersebut, MTsN 3 Mataram diharapkan dapat menindaklanjuti seluruh rekomendasi pengawas secara konsisten sehingga berdampak nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan karakter, dan mutu layanan pendidikan bagi peserta didik.
Redaksi oleh Ruslan Wahid, ST.

0 Komentar