Selamat datang di website MTsN 3 Mataram, Madrasah Uswah (Unggul, Santun, ber-Wawasan, ber-Akhlak dan Handal)

Ribuan Jamaah Padati Lapangan Sangkareang, MTsN 3 Mataram Turut Hadir dalam Doa Kebangsaan


Mataram
– Keluarga besar MTsN 3 Mataram yang terdiri atas kepala madrasah, guru, tenaga kependidikan, seluruh siswa, serta para orang tua siswa mengikuti kegiatan Doa Kebangsaan Lintas Agama yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat pada Rabu malam, 12 Agustus 2026, mulai pukul 17.30 WITA hingga selesai di Lapangan Umum Sangkareang, Kota Mataram. Kehadiran keluarga besar MTsN 3 Mataram menjadi bentuk dukungan nyata terhadap penguatan kerukunan umat beragama, persatuan bangsa, dan semangat moderasi beragama yang terus digaungkan Kementerian Agama.

Suasana Lapangan Umum Sangkareang sejak sore hari telah dipenuhi puluhan ribu masyarakat dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Jamaah tampak mengenakan busana muslim berwarna putih yang dipadukan dengan sarung putih sehingga menciptakan pemandangan yang begitu khidmat dan menyejukkan.

Keluarga besar MTsN 3 Mataram hadir secara bersama-sama dengan penuh semangat. Guru, tenaga kependidikan, seluruh siswa, dan orang tua masing-masing memenuhi area kegiatan sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan menjaga persatuan bangsa melalui doa bersama lintas agama.

Sebelum acara utama dimulai, seluruh peserta melaksanakan salat Magrib berjamaah di lokasi kegiatan. Momen tersebut semakin mempererat kebersamaan sekaligus menghadirkan suasana religius yang mengawali rangkaian doa kebangsaan.

Kegiatan yang diprakarsai Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTB tersebut dihadiri oleh Utusan Kepresidenan Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan, Gus Miftah, Anggota DPR RI Ir. Hj. Sari Yuliati, S.H., M.H., Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTB Dr. H. Zamroni Aziz, S.H.I., M.H., seluruh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota se-NTB, Wakil Gubernur NTB, Wali Kota Mataram, unsur Forkopimda, tokoh agama lintas agama, tokoh masyarakat, pimpinan pondok pesantren, para tuan guru, serta tamu undangan lainnya.


Dalam sambutannya, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTB, Dr. H. Zamroni Aziz, S.H.I., M.H., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Doa Kebangsaan Lintas Agama yang berhasil menghadirkan masyarakat dari berbagai latar belakang agama, suku, dan daerah.

Ia mengapresiasi kehadiran Gus Miftah yang dinilai memiliki kepedulian besar terhadap penguatan kerukunan umat beragama di Indonesia, khususnya di Nusa Tenggara Barat. Menurutnya, kehadiran tokoh nasional tersebut menjadi energi positif bagi masyarakat untuk terus menjaga persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Zamroni Aziz juga menyampaikan bahwa Nusa Tenggara Barat merupakan daerah yang kaya akan keberagaman agama. Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu hidup berdampingan dengan harmonis. Karena itu, kegiatan doa kebangsaan menjadi simbol bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk membangun persaudaraan.

Ia menjelaskan bahwa sebelum menghadiri acara puncak di Lapangan Sangkareang, Gus Miftah bersama rombongan telah mengunjungi berbagai rumah ibadah, mulai dari masjid, gereja, pura, hingga vihara. Kunjungan tersebut menjadi pesan kuat bahwa seluruh umat beragama memiliki kedudukan yang sama dalam membangun Indonesia.

Selain itu, Zamroni Aziz menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat NTB yang memadati lokasi kegiatan. Menurutnya, antusiasme masyarakat menunjukkan besarnya kecintaan terhadap bangsa dan negara serta tingginya komitmen menjaga kerukunan.


Sementara itu, dalam pesan kebangsaannya, Gus Miftah mengajak seluruh masyarakat Indonesia menjadikan keberagaman sebagai kekuatan bangsa.

Ia menyampaikan bahwa air mata untuk Indonesia jatuh dari mata yang sama meskipun setiap orang menyebut Tuhan dengan nama dan tata cara ibadah yang berbeda. Namun seluruh masyarakat memiliki harapan yang sama, yakni Indonesia tetap damai dan dijaga oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Mengutip kandungan Surah Al-Hujurat ayat 13, Gus Miftah mengingatkan bahwa manusia diciptakan bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar saling mengenal, bukan saling membenci.

Menurutnya, seseorang yang telah saling mengenal akan lebih sulit membenci, lebih mudah menghargai, dan akan berpikir berkali-kali sebelum menyakiti sesamanya.

Ia juga menegaskan bahwa Indonesia dibangun oleh perjuangan seluruh anak bangsa tanpa membedakan agama, suku, maupun golongan. Karena itu, masyarakat diminta untuk tidak membiarkan perbedaan pilihan maupun perdebatan di media sosial merusak persaudaraan.

Dalam pesannya yang menyentuh, Gus Miftah mengajak masyarakat agar tidak bertanya mengenai agama, suku, ataupun pilihan seseorang sebelum memberikan pertolongan.

"Indonesia tidak membutuhkan kita menjadi sama. Indonesia hanya membutuhkan kita tetap bersama," tegasnya yang disambut tepuk tangan meriah puluhan ribu peserta.

Ia mengibaratkan Indonesia sebagai sebuah rumah bersama. Apabila rumah itu bocor, semua orang berkewajiban memperbaikinya tanpa mempersoalkan latar belakang siapa pun. Baginya, menjaga Indonesia merupakan tanggung jawab seluruh anak bangsa.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama lintas agama yang dipimpin oleh tokoh-tokoh agama sesuai keyakinan masing-masing. Suasana penuh kekhusyukan menyelimuti Lapangan Sangkareang ketika seluruh peserta memanjatkan doa demi kedamaian, persatuan, kesejahteraan bangsa, serta keselamatan para pemimpin Indonesia.

Acara semakin khidmat ketika seluruh peserta bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Pusaka dengan menyalakan lampu telepon genggam sebagai simbol harapan dan persatuan bangsa.


Kepala MTsN 3 Mataram, H. Marzuki, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat atas penyelenggaraan kegiatan yang sarat dengan pesan persatuan tersebut.

Menurutnya, keikutsertaan keluarga besar MTsN 3 Mataram merupakan bagian dari pendidikan karakter bagi peserta didik agar memahami pentingnya menjaga persaudaraan, toleransi, dan cinta tanah air.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTB beserta seluruh jajaran yang telah menyelenggarakan kegiatan Doa Kebangsaan Lintas Agama dengan sangat baik. Kegiatan ini memberikan pengalaman berharga bagi guru, tenaga kependidikan, siswa, dan orang tua untuk belajar langsung tentang pentingnya moderasi beragama, persatuan, dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat. Semoga semangat persaudaraan yang terbangun malam ini terus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi bekal bagi generasi muda dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," ungkap H. Marzuki.

Ia berharap nilai-nilai yang diperoleh dari kegiatan tersebut dapat terus ditanamkan di lingkungan madrasah sehingga MTsN 3 Mataram tidak hanya melahirkan peserta didik yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter religius, toleran, cinta damai, dan menghargai keberagaman.

Keikutsertaan keluarga besar MTsN 3 Mataram dalam kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen madrasah dalam mendukung program Kementerian Agama untuk memperkuat moderasi beragama, memperkokoh persatuan bangsa, serta membangun generasi yang berakhlak mulia dan berwawasan kebangsaan.

Redaksi oleh Ruslan Wahid, ST.

0 Komentar