Selamat datang di website MTsN 3 Mataram, Madrasah Uswah (Unggul, Santun, ber-Wawasan, ber-Akhlak dan Handal)

Siswa MTsN 3 Mataram Belajar 4T dan Etika Berlalu Lintas dari Polda NTB

Polda ntb

Mataram— Usai melaksanakan salat Dhuha dan doa bersama sebelum memasuki kelas, siswa MTsN 3 Mataram mendapatkan edukasi keselamatan berlalu lintas dari Direktorat Lalu Lintas Polda NTB, Selasa (18/8/2026). Sebanyak tujuh orang tim dari Polda NTB hadir secara langsung untuk memberikan sosialisasi mengenai disiplin berlalu lintas, keselamatan pengguna jalan, rambu-rambu lalu lintas, etika, serta pentingnya membangun budaya tertib sejak usia sekolah.

Kegiatan sosialisasi berlangsung dalam suasana edukatif dan interaktif. Para siswa tidak hanya mendengarkan pemaparan materi, tetapi juga diajak menjawab pertanyaan, mempraktikkan cara menyeberang jalan dengan aman, mengenali rambu-rambu lalu lintas, hingga mengikuti permainan edukatif yang diselingi pemberian hadiah.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menanamkan kesadaran keselamatan berlalu lintas sejak dini. Edukasi diberikan karena siswa merupakan bagian dari masyarakat yang setiap hari berinteraksi dengan lingkungan jalan raya, baik sebagai pejalan kaki, penumpang kendaraan, maupun kelak sebagai pengendara.

Dalam penyampaiannya, Veny Yuyun Rosdiana dari Subditkamsel Ditlantas Polda NTB menjelaskan bahwa kedatangan tim kepolisian ke MTsN 3 Mataram tidak hanya bertujuan memberikan informasi mengenai aturan lalu lintas, tetapi juga membangun silaturahmi sekaligus menanamkan kebiasaan tertib kepada para siswa.

Menurut Veny, lalu lintas merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Kelancaran lalu lintas ikut menentukan kelancaran berbagai aktivitas, termasuk aktivitas pendidikan.

"Lalu lintas adalah bagian dari kehidupan kita. Lalu lintas adalah denyut nadi kehidupan. Jika lalu lintas terganggu, semua lini kehidupan juga akan terganggu," jelasnya.

Ia mengajak siswa membiasakan diri disiplin sejak sekarang. Menurutnya, disiplin tidak muncul secara tiba-tiba, tetapi perlu dibangun melalui kebiasaan yang dilakukan secara konsisten.

Polda NTB

Veny juga menekankan bahwa perilaku seseorang ketika berada di jalan dapat menjadi cerminan kepribadiannya. Karena itu, sikap tertib, menghormati pengguna jalan lain, mematuhi rambu, serta mengutamakan keselamatan perlu menjadi bagian dari karakter setiap pelajar.

"Kalau kita ingin hidup tertib, cerminkan dari diri kita dengan tertib berlalu lintas," pesannya kepada para siswa.

Ia juga mengaitkan pentingnya budaya tertib dengan posisi NTB sebagai salah satu daerah tujuan wisata. Menurutnya, perilaku masyarakat dalam berlalu lintas turut memberikan gambaran tentang karakter masyarakat kepada para pendatang maupun wisatawan.

Keselamatan Siswa Menjadi Perhatian Utama

Dalam sesi berikutnya, tim Ditlantas Polda NTB mengajak siswa memahami risiko kecelakaan lalu lintas dan pentingnya menjaga keselamatan diri.

Para siswa diingatkan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas, terutama bagi mereka yang belum cukup umur untuk mengendarai kendaraan bermotor. Petugas menjelaskan bahwa usia minimal untuk memperoleh Surat Izin Mengemudi (SIM) adalah 17 tahun untuk jenis SIM yang relevan bagi pengendara kendaraan bermotor.

Siswa juga diberikan pemahaman tentang kelengkapan berkendara, termasuk pentingnya membawa dokumen kendaraan dan menggunakan helm.

Helm dijelaskan bukan sekadar perlengkapan untuk memenuhi aturan, tetapi berfungsi melindungi kepala dari benturan apabila terjadi kecelakaan. Para siswa diajak membayangkan dampak kecelakaan terhadap tubuh manusia sehingga muncul kesadaran bahwa keselamatan jauh lebih penting daripada sekadar kecepatan atau kenyamanan sesaat.

Tim kepolisian juga mengingatkan siswa agar tidak membiarkan orang tua atau pengendara yang membonceng mereka mengabaikan aturan lalu lintas. Pesan keselamatan tersebut diharapkan dapat diteruskan siswa kepada keluarga di rumah.

Belajar Menyeberang dengan Metode 4T

Polda NTB

Salah satu materi yang mendapat perhatian besar dari siswa adalah cara menyeberang jalan dengan aman.

Petugas memperkenalkan metode 4T, yaitu Tunggu sejenak, Tengok kanan, Tengok kiri, dan Tengok kanan kembali. Setelah memastikan kondisi benar-benar aman, pejalan kaki dapat mengangkat tangan agar lebih mudah terlihat oleh pengendara sebelum menyeberang.

Untuk memperkuat pemahaman, sejumlah siswa diminta maju ke depan dan mempraktikkan metode tersebut. Kegiatan praktik membuat suasana sosialisasi semakin hidup. Siswa terlihat antusias mengikuti instruksi dan menjawab pertanyaan yang diberikan petugas.

Metode sederhana tersebut diharapkan dapat menjadi kebiasaan siswa ketika harus menyeberangi jalan, terutama karena terdapat jalan raya di sekitar lingkungan sekolah.

Petugas juga memberikan gambaran mengenai risiko menyeberang secara sembarangan. Pesan yang ditekankan adalah bahwa tindakan sederhana seperti menyeberang jalan tetap membutuhkan kehati-hatian karena kesalahan kecil dapat berakibat fatal.

Mengenal Warna dan Fungsi Rambu Lalu Lintas


Materi selanjutnya berkaitan dengan rambu-rambu lalu lintas. Para siswa diajak mengenali empat warna dasar rambu dan maknanya.

Petugas menjelaskan bahwa warna merah menunjukkan larangan, kuning menunjukkan peringatan, biru menunjukkan perintah, sedangkan hijau menunjukkan petunjuk.

Siswa juga diajak mengenali sejumlah rambu yang sering dijumpai di jalan, seperti rambu dilarang masuk, dilarang berhenti, dilarang parkir, serta rambu yang menunjukkan fasilitas tertentu.

Penjelasan mengenai perbedaan antara berhenti dan parkir juga diberikan. Petugas menerangkan bahwa berhenti dilakukan dalam kondisi kendaraan masih hidup dan pengemudi tetap berada di kendaraan, sedangkan parkir ditandai kendaraan dalam keadaan berhenti dan ditinggalkan oleh pengemudinya.

Dengan metode tanya jawab, siswa terlihat aktif menjawab pertanyaan. Beberapa siswa yang mampu memberikan jawaban dengan tepat mendapatkan hadiah sebagai bentuk apresiasi sekaligus penyemangat.

Memahami Marka Jalan dan Faktor Penyebab Kecelakaan

Selain rambu, siswa diperkenalkan dengan marka jalan sebagai salah satu unsur yang mengatur lalu lintas. Mereka diberikan pemahaman mengenai marka garis lurus dan garis putus-putus serta kaitannya dengan aturan mendahului kendaraan.

Petugas juga menjelaskan beberapa unsur yang mengatur lalu lintas, yakni marka, petugas, rambu lalu lintas, dan lampu lalu lintas.

Dalam kesempatan tersebut, siswa diajak memahami faktor penyebab kecelakaan. Setidaknya terdapat faktor manusia, faktor alam, faktor jalan, dan faktor kendaraan.

Faktor manusia dapat berupa kelalaian, ketidakpatuhan terhadap aturan, atau kondisi pengemudi yang tidak layak berkendara. Faktor alam dapat berupa hujan dan angin, sedangkan faktor jalan antara lain kondisi jalan rusak. Adapun faktor kendaraan dapat berupa kerusakan rem, ban bermasalah, atau perlengkapan kendaraan yang tidak memenuhi ketentuan.

Pesan utama yang disampaikan adalah bahwa kecelakaan dapat dicegah apabila setiap pengguna jalan mau mematuhi aturan dan mengutamakan keselamatan.

Edukasi Karakter dan Perlindungan Diri


Sosialisasi tidak hanya membahas lalu lintas. Tim Polda NTB juga menyampaikan pesan tentang sopan santun, penghormatan kepada guru, persahabatan, serta perlindungan diri.

Para siswa diingatkan agar tidak melakukan perundungan, saling mengejek, memukul, atau menghina teman berdasarkan nama orang tua maupun latar belakang keluarganya. Mereka diajak membangun lingkungan sekolah yang aman, saling menghargai, dan penuh kasih sayang.

Dalam sesi perlindungan diri, siswa juga diberikan pemahaman mengenai bagian tubuh yang boleh dan tidak boleh disentuh orang lain. Mereka diminta berani berbicara dan melapor kepada guru atau orang tua apabila mengalami tindakan yang tidak pantas.

Pesan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran siswa bahwa keselamatan bukan hanya berkaitan dengan jalan raya, tetapi juga mencakup keamanan dan kenyamanan mereka di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Menghargai Guru dan Menjaga Lingkungan

Tim Polda NTB juga mengajak siswa untuk senantiasa menghormati guru. Guru dinilai memiliki peran besar dalam membentuk karakter dan masa depan peserta didik.

Siswa didorong untuk menjaga tata krama ketika orang lain sedang berbicara. Sikap mendengarkan, menghargai, dan sopan santun disebut sebagai bagian dari karakter yang akan terus dibutuhkan siswa ketika kelak memasuki dunia pendidikan lanjutan maupun dunia kerja.

Selain itu, Veny juga mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan, terutama pengelolaan sampah. Siswa diajak mulai membiasakan diri memilah sampah organik dan sampah plastik.

Menurutnya, persoalan sampah merupakan tantangan kehidupan masa depan yang perlu diantisipasi sejak sekarang. Kebiasaan sederhana di sekolah diharapkan dapat berkembang menjadi budaya hidup bersih dan bertanggung jawab.

Ditutup dengan Yel-Yel dan Semangat Kebersamaan

Menjelang akhir kegiatan, siswa bersama tim Polda NTB melakukan yel-yel sebagai bentuk membangun semangat dan kebersamaan. Ketua OSIS turut dilibatkan dalam memimpin yel-yel siswa MTsN 3 Mataram.

Suasana semakin meriah ketika siswa diajak mengikuti pengambilan video yel-yel. Tim Polda NTB juga mengajak keluarga besar madrasah untuk terus menyebarkan pesan positif mengenai keselamatan berlalu lintas melalui media sosial.

Kegiatan kemudian ditutup dengan apresiasi kepada para siswa, guru, dan keluarga besar MTsN 3 Mataram atas antusiasme selama mengikuti sosialisasi.

Kegiatan sosialisasi lalu lintas tersebut memberikan pengalaman edukatif yang tidak hanya menambah pengetahuan siswa tentang aturan jalan raya, tetapi juga memperkuat pendidikan karakter. Disiplin, tanggung jawab, sopan santun, kepedulian, dan keberanian menjaga keselamatan menjadi nilai-nilai yang diharapkan tumbuh dalam keseharian siswa.

Pada akhirnya, keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama. Dengan membiasakan diri tertib, menghargai pengguna jalan, mematuhi aturan, serta menjaga keselamatan diri dan orang lain, para siswa dapat tumbuh menjadi generasi yang disiplin, berkarakter, dan menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di masa depan.

Redaksi oleh Ruslan Wahid, ST.

0 Komentar