Selamat datang di website MTsN 3 Mataram, Madrasah Uswah (Unggul, Santun, ber-Wawasan, ber-Akhlak dan Handal)

Upacara Senin, L. Muhammad Junaidi Ajak Siswa Peduli Merawat Fasilitas Madrasah

Upacara Senin

Mataram —
Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Mataram melaksanakan upacara bendera rutin pada Senin, 24 Agustus 2026. Upacara yang berlangsung di lapangan madrasah tersebut diikuti oleh seluruh peserta didik kelas VII, VIII, dan IX, bersama kepala madrasah, kepala tata usaha beserta staf, para wakil kepala madrasah, serta dewan guru.

Dalam upacara tersebut, kelas IX-4 mendapat tugas sebagai petugas upacara, sedangkan pembina upacara adalah L. Muhammad Junaidi, Wakil Kepala MTsN 3 Mataram bidang Sarana dan Prasarana (Waka Sarpras). Pelaksanaan upacara berlangsung tertib dan khidmat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyiapan barisan peserta upacara, penghormatan kepada pembina upacara, serta laporan pemimpin upacara. Selanjutnya dilaksanakan pengibaran bendera Merah Putih yang diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Suasana khidmat berlanjut dengan mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan. Setelah itu, pembina upacara memimpin pembacaan Pancasila yang diikuti seluruh peserta. Rangkaian berikutnya adalah pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Setelah rangkaian pokok upacara dilaksanakan, peserta diistirahatkan untuk mengikuti amanat pembina upacara.

Apresiasi untuk Petugas dan Peserta Upacara

Dalam amanatnya, L. Muhammad Junaidi terlebih dahulu menyampaikan rasa syukur kepada Allah Swt. atas kesempatan seluruh warga madrasah untuk melaksanakan upacara bendera secara rutin.

Ia juga menyampaikan selawat dan salam kepada Nabi Muhammad saw. serta memberikan apresiasi kepada para petugas upacara dari kelas IX-4 yang telah melaksanakan tugas dengan baik.

"Pertama-tama mari kita panjatkan puji syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala yang telah memberikan kita taufik, hidayah, serta inayah-Nya sehingga pada pagi hari ini kita dapat melaksanakan rutinitas mingguan, yaitu upacara bendera," ujarnya.

Apresiasi juga diberikan kepada para guru dan wali kelas yang telah mendampingi serta melatih para siswa sebelum pelaksanaan upacara. Menurutnya, persiapan yang dilakukan sejak beberapa hari sebelumnya turut mendukung kelancaran pelaksanaan upacara.

L. Muhammad Junaidi kemudian memberikan penghargaan kepada seluruh peserta upacara. Ia menilai siswa kelas VII, VIII, dan IX mampu mengikuti kegiatan dengan tertib dan khidmat.

"Alhamdulillah, kegiatan upacara pada hari ini cukup khidmat. Tidak ada yang berbicara dan seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan baik," ungkapnya.

Madrasah sebagai Rumah Kedua

Salah satu pesan utama dalam amanat tersebut adalah pentingnya menjaga dan merawat fasilitas madrasah. L. Muhammad Junaidi menyampaikan apresiasi kepada seluruh siswa karena kondisi sejumlah ruang kelas menunjukkan perubahan positif setelah dilakukan perbaikan fasilitas.

Ia mengungkapkan bahwa sejak bulan Juli, sejumlah meja dan kursi di ruang kelas telah diperbaiki dan dicat. Setelah dilakukan perbaikan, fasilitas tersebut diharapkan dapat dijaga bersama sehingga tetap bersih, rapi, dan nyaman digunakan.

"Terima kasih kepada anak-anakku semua dari kelas VII, kelas VIII, dan kelas IX yang telah menjaga fasilitas madrasah, baik yang ada di dalam maupun di luar kelas," katanya.

Menurutnya, madrasah merupakan milik bersama yang harus dirawat oleh seluruh warga madrasah. Ia mengibaratkan madrasah sebagai rumah kedua bagi para siswa setelah rumah masing-masing.

"Madrasah ini adalah rumah kita yang kedua. Karena itu, bagaimana cara kita menjaganya dan merawatnya supaya madrasah kita tetap rapi, tetap nyaman, dan enak dilihat, itu menjadi tanggung jawab kita bersama," tegasnya.

Pesan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya membangun karakter peserta didik agar tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan fasilitas umum.

Kebersihan Kamar Mandi Menjadi Perhatian

Selain ruang kelas dan fasilitas umum lainnya, kebersihan kamar mandi juga menjadi perhatian dalam amanat tersebut. L. Muhammad Junaidi mengingatkan para siswa untuk menggunakan fasilitas kamar mandi dengan baik serta memastikan kebersihannya tetap terjaga setelah digunakan.

Ia menyampaikan bahwa fasilitas air dan perlengkapan kebersihan telah tersedia sehingga siswa diharapkan ikut bertanggung jawab menjaga kebersihan dan kenyamanan kamar mandi.

Kepada seluruh siswa, ia menekankan pentingnya membiasakan diri menjaga kebersihan, termasuk menyiram kamar mandi setelah digunakan serta membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.

"Kalau sudah menggunakan kamar mandi, mari kita sama-sama menjaga kebersihannya. Air tersedia, tempat sampah juga sudah disiapkan. Karena itu, buanglah sampah pada tempatnya agar kita semua merasa nyaman," pesannya.

Peringatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari pendidikan karakter. Kebiasaan sederhana seperti menyiram kamar mandi, membuang sampah dengan benar, dan menjaga fasilitas bersama dinilai penting untuk membentuk sikap disiplin dan bertanggung jawab.

Peduli terhadap Sesama dan Musibah

Pada bagian akhir amanat, L. Muhammad Junaidi mengajak seluruh siswa meningkatkan kepedulian terhadap sesama, khususnya terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah di sejumlah wilayah Indonesia.

Ia mengingatkan bahwa berbagai peristiwa dan musibah yang terjadi hendaknya menjadi momentum untuk menumbuhkan rasa empati serta kepedulian sosial.

"Mari kita sama-sama mendoakan saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah. Mudah-mudahan mereka diberikan kesehatan, kesabaran, dan kekuatan serta dijauhkan dari hal-hal yang tidak kita inginkan," tuturnya.

Sebagai bentuk kepedulian dan doa bersama, pembina upacara kemudian mengajak seluruh peserta untuk membaca Surah Al-Fatihah bagi masyarakat yang terdampak musibah.

Ajakan tersebut memberikan pesan bahwa pendidikan di madrasah tidak hanya berkaitan dengan pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga pembentukan karakter melalui kepedulian, empati, gotong royong, kedisiplinan, dan tanggung jawab sosial.

Membentuk Budaya Madrasah yang Bersih dan Nyaman

Pesan yang disampaikan dalam upacara Senin tersebut menjadi pengingat bagi seluruh warga MTsN 3 Mataram bahwa keberadaan fasilitas yang baik harus diiringi dengan kesadaran untuk merawatnya.

Perbaikan meja, kursi, ruang kelas, serta fasilitas lainnya tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila tidak diikuti perilaku menjaga kebersihan dan ketertiban. Karena itu, keterlibatan siswa menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan madrasah yang nyaman.

Bagi siswa, kepedulian terhadap fasilitas madrasah juga menjadi bentuk nyata pendidikan karakter. Mereka belajar bahwa fasilitas yang digunakan bersama merupakan tanggung jawab bersama pula.

Pelaksanaan upacara Senin ini sekaligus memperkuat budaya positif di lingkungan MTsN 3 Mataram. Ketertiban peserta, kesiapan petugas, kepedulian terhadap fasilitas, kebersihan lingkungan, serta kepedulian terhadap sesama menjadi nilai-nilai yang terus ditanamkan dalam keseharian warga madrasah.

Upacara kemudian dilanjutkan dengan rangkaian kegiatan berikutnya, termasuk doa dan menyanyikan lagu/mars MTsN 3 Mataram.

Redaksi oleh Ruslan Wahid, ST 

0 Komentar