Sembilan Siswa MTsN 3 Mataram Ikuti Simulasi OMI Tingkat Kabupaten/Kota
Mataram — Sebanyak sembilan siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Mataram mengikuti simulasi pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Kabupaten/Kota pada Sabtu, 5 September 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam persiapan peserta didik sebelum mengikuti pelaksanaan OMI secara resmi pada 8 September 2026 untuk jenjang SMP/MTs tingkat Kabupaten/Kota.
OMI merupakan ajang kompetisi yang memberikan ruang bagi peserta didik madrasah untuk mengembangkan kemampuan akademik, mengasah daya pikir, meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, sekaligus membangun mental berkompetisi secara sehat. Keikutsertaan dalam ajang tersebut diharapkan tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan peserta didik yang memiliki semangat belajar, percaya diri, disiplin, dan mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Bagi MTsN 3 Mataram, keikutsertaan dalam OMI menjadi salah satu upaya madrasah untuk memberikan pengalaman kompetitif kepada siswa sekaligus mengembangkan potensi akademik yang mereka miliki. Tahun ini, sembilan siswa dipercaya menjadi peserta dengan komposisi masing-masing tiga siswa pada bidang Matematika, IPA, dan IPS.
Simulasi OMI tingkat Kabupaten/Kota dilaksanakan berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan. Untuk jenjang SMP/MTs, simulasi berlangsung pada Sabtu, 5 September 2026, bertempat di Labkom MAN 2 Mataram namun diperbolehkan juga di rumah atau di madrasah masing-masing.
Dalam jadwal simulasi, peserta jenjang SMP/MTs mengikuti beberapa sesi sesuai bidang yang diujikan. Bidang Matematika dijadwalkan pada pukul 07.30–09.30 WITA, sedangkan bidang IPA berlangsung pukul 13.00–15.00 WITA. Sementara itu, bidang IPS dijadwalkan pukul 15.30–17.30 WITA.
Bagi sembilan siswa MTsN 3 Mataram, simulasi tersebut menjadi kesempatan untuk mengenali mekanisme pelaksanaan lomba, menguji kesiapan penguasaan materi, sekaligus membangun kesiapan mental sebelum menghadapi kompetisi yang sesungguhnya.
Simulasi juga menjadi sarana bagi peserta dan pembina untuk mengetahui bagian-bagian yang masih perlu diperkuat. Hasil pengalaman selama simulasi dapat menjadi bahan evaluasi dalam waktu persiapan yang tersisa menjelang pelaksanaan resmi OMI tingkat Kabupaten/Kota pada 8 September 2026.
Dengan demikian, siswa tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu mengelola waktu, berkonsentrasi, memahami soal dengan cermat, serta mengambil keputusan secara tepat ketika menghadapi berbagai permasalahan dalam kompetisi.
Persiapan menghadapi OMI sebenarnya telah dilakukan MTsN 3 Mataram sebelum pelaksanaan simulasi. Para siswa yang terpilih pada bidang Matematika, IPA, dan IPS telah mendapatkan pendampingan dan pembinaan dari guru maupun pembina yang ditugaskan oleh madrasah.
Hal tersebut disampaikan Kepala MTsN 3 Mataram, H. Marzuki, dalam rapat bulanan September 2026. Ia menyampaikan bahwa OMI menjadi salah satu agenda penting yang tengah dipersiapkan madrasah pada awal tahun pelajaran tersebut.
“Memasuki September 2026, MTsN 3 Mataram juga tengah mempersiapkan sejumlah agenda penting. Salah satunya adalah Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI),” ujar H. Marzuki.
Menurutnya, persiapan peserta tidak dilakukan secara instan. Siswa yang akan berkompetisi pada bidang IPS, Matematika, dan IPA telah memperoleh pendampingan serta pembinaan sebagai bekal menghadapi kompetisi.
Upaya tersebut juga diperkuat dengan menghadirkan mentor dari perguruan tinggi. Kehadiran mentor diharapkan dapat memberikan pengalaman, wawasan, serta strategi belajar yang lebih terarah kepada para peserta sehingga mereka semakin siap menghadapi karakter soal dan tantangan dalam kompetisi.
Langkah ini menunjukkan keseriusan madrasah dalam memberikan dukungan kepada peserta didik yang memiliki potensi akademik. Pembinaan tidak hanya diarahkan pada penguasaan materi, tetapi juga pada kesiapan siswa dalam menghadapi situasi kompetisi.
Lebih lanjut, H. Marzuki juga meminta dukungan seluruh warga madrasah agar sembilan peserta OMI dapat mengikuti kompetisi dengan penuh kesiapan dan memberikan hasil terbaik.
Menurutnya, prestasi peserta didik merupakan hasil dari proses bersama yang melibatkan siswa, guru, pembina, pelatih, orang tua, serta dukungan seluruh warga madrasah. Karena itu, keberhasilan siswa dalam kompetisi tidak semata-mata menjadi tanggung jawab peserta, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar bersama keluarga besar MTsN 3 Mataram.
“Kami meminta dukungan dan doa dari seluruh warga madrasah agar para peserta didik dapat memberikan hasil terbaik,” ungkapnya.
H. Marzuki juga menyampaikan apresiasi kepada para guru, pembina, dan pelatih yang telah meluangkan waktu, tenaga, serta pikiran untuk mendampingi peserta didik selama proses persiapan.
Apresiasi tersebut menjadi bentuk penghargaan atas kerja bersama yang telah dilakukan dalam mempersiapkan para siswa. Pendampingan guru dan pembina menjadi salah satu faktor penting dalam membantu peserta didik mengembangkan potensi sekaligus membangun kepercayaan diri.

0 Komentar