Selamat datang di website MTsN 3 Mataram, Madrasah Uswah (Unggul, Santun, ber-Wawasan, ber-Akhlak dan Handal)

Rapat Bulanan September, Kepala MTsN 3 Mataram Bahas Disiplin, Nasionalisme, dan Agenda Madrasah

MTsN 3 Mataram

Mataram — Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Mataram menggelar rapat bulanan pada Sabtu, 5 September 2026. Kegiatan yang diikuti seluruh guru, tenaga kependidikan, dan staf karyawan tersebut menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan komitmen bersama dalam meningkatkan kinerja, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kebersamaan di lingkungan madrasah.

Rapat dipimpin Kepala MTsN 3 Mataram, H. Marzuki, S.Pd., dan dilanjutkan dengan penyampaian arahan oleh Kepala Tata Usaha (KTU) MTsN 3 Mataram, Abdul Hafidz. Sejumlah hal menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut, mulai dari kedisiplinan dan pelaksanaan tugas sesuai job description, piket, kebersihan lingkungan, nasionalisme, administrasi kinerja, hingga persiapan sejumlah agenda penting madrasah.

Awali Rapat dengan Syukur dan Silaturahmi

Mengawali arahannya, H. Marzuki mengajak seluruh warga madrasah untuk mensyukuri nikmat iman, Islam, kesehatan, dan kesempatan sehingga dapat hadir bersama di lembaga pendidikan yang dicintai.

Ia menyampaikan bahwa kehadiran di madrasah hendaknya tidak hanya dipandang sebagai kewajiban pekerjaan, tetapi juga bagian dari pengabdian dan ibadah.

"Semoga kehadiran kita ini kelak menjadi testimoni bahwa di sinilah kita melaksanakan aktivitas yang tentu nilainya dan ibadahnya kita lakukan. Kita berharap Allah memberikan ganjaran yang sebaik-baiknya," tuturnya.

Kepala madrasah juga mengajak seluruh peserta rapat untuk memperbanyak selawat dan mengingat keteladanan Nabi Muhammad SAW, terlebih pada bulan yang bertepatan dengan momentum peringatan kelahiran Rasulullah SAW.

Menurutnya, momentum tersebut menjadi pengingat bagi seluruh warga madrasah untuk memperkuat keimanan sekaligus menerapkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah dalam kehidupan dan pelaksanaan tugas sehari-hari.

Berkah dan Beban Berjalan Beriringan

Salah satu pokok penting yang disampaikan H. Marzuki adalah mengenai hubungan antara berkah dan beban dalam menjalankan amanah.

Ia menjelaskan bahwa kesehatan, pekerjaan, penghasilan, keluarga, fasilitas, serta kesempatan untuk mengabdi merupakan bentuk keberkahan. Namun, setiap keberkahan selalu disertai tanggung jawab untuk merawat dan mengelolanya dengan baik.

"Keberkahan itu ibarat dua sisi mata uang yang tidak bisa terpisah dengan beban. Tetapi kalau kita bijaksana, seberat apa pun beban itu ketika kita ikhlas, maka bukan menjadi beban," jelasnya.

Dalam konteks pekerjaan, ia mengajak seluruh guru dan tenaga kependidikan untuk memandang tugas yang diberikan madrasah sebagai amanah yang harus dilaksanakan dengan penuh keikhlasan.

Menurutnya, ketepatan waktu hadir di madrasah, menjalankan pembelajaran, menyelesaikan pekerjaan administrasi, menjaga fasilitas, serta melaksanakan tugas tambahan merupakan bagian dari tanggung jawab yang harus ditunaikan secara maksimal.

"Bagaimana beban yang kita pikul itu kita niatkan sebagai ibadah. Kalau kita jalani dengan rasa ikhlas, apalagi niatnya adalah ibadah, insyaallah tidak menjadi beban," ungkapnya.

Tekankan Evaluasi Diri dan Integritas

H. Marzuki juga mengingatkan pentingnya setiap individu melakukan evaluasi terhadap tugas dan tanggung jawab masing-masing. Ia mengajak seluruh warga madrasah untuk bertanya kepada diri sendiri apakah amanah yang diberikan telah dilaksanakan secara maksimal atau masih dilakukan dengan keterpaksaan.

Ia menekankan bahwa hak dan kewajiban harus berjalan seimbang. Menurutnya, seseorang tidak seharusnya hanya menuntut hak ketika kewajiban belum dilaksanakan secara optimal.

"Kadang-kadang ketika hak kita tidak terpenuhi, kita merasa seperti apa. Tetapi kadang-kadang kalau kita tinggalkan kewajiban, tidak merasa bersalah," katanya.

Ia mengingatkan bahwa kebiasaan kecil yang kurang baik apabila dilakukan berulang-ulang dapat menjadi persoalan yang lebih besar. Karena itu, budaya kerja yang baik harus dibangun dari kedisiplinan dan integritas setiap individu.

Tugas Tambahan Harus Dilaksanakan Maksimal

Dalam rapat tersebut, Kepala MTsN 3 Mataram juga menyinggung pelaksanaan tugas tambahan yang diberikan kepada sejumlah guru dan tenaga kependidikan, seperti pengelola perpustakaan, laboratorium, pembina kegiatan, dan tugas-tugas lainnya.

Tugas tambahan tersebut, menurutnya, merupakan bagian dari kontribusi warga madrasah terhadap pengembangan lembaga. Karena itu, tugas tersebut harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.

"Semua yang ada di sini punya bagian-bagian yang memang sudah diatur. Kalau tidak diatur, nanti menjadi tumpang tindih," ujarnya.

Ia berharap seluruh warga madrasah dapat memahami dan memaksimalkan tugas sesuai bidang masing-masing sehingga tercipta lingkungan kerja yang nyaman, aman, tertib, dan produktif.

Kebersihan dan Fasilitas Menjadi Perhatian

Aspek kebersihan lingkungan madrasah juga menjadi salah satu perhatian dalam rapat. H. Marzuki meminta agar tugas-tugas yang telah menjadi tanggung jawab masing-masing benar-benar dilaksanakan secara konsisten.

Ia secara khusus menyoroti kegiatan kebersihan bank sampah yang semestinya dilakukan secara rutin setiap Sabtu. Selain itu, fasilitas dan area lingkungan madrasah juga perlu mendapatkan perhatian agar tetap terawat.

Menurutnya, berbagai fasilitas yang telah disediakan lembaga merupakan bentuk dukungan terhadap pelaksanaan tugas. Karena itu, fasilitas tersebut harus dimanfaatkan sesuai fungsi sekaligus dirawat dengan baik.

"Apapun fasilitas yang diberikan oleh lembaga, mohon dimanfaatkan pada tempatnya," pesannya.

Perkuat Disiplin dan Nasionalisme

Hal lain yang menjadi perhatian adalah kedisiplinan mengikuti agenda bersama. Kepala madrasah meminta seluruh warga madrasah untuk terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang telah dijadwalkan lembaga.

Ia juga menyampaikan kebijakan baru berupa pemutaran lagu Indonesia Raya setiap pukul 10.00 WITA, Senin hingga Kamis.

Ketika lagu Indonesia Raya diperdengarkan, seluruh warga madrasah diharapkan menghentikan aktivitas sejenak dan berdiri sebagai bentuk penghormatan serta upaya menumbuhkan rasa nasionalisme.

"Wali kelas juga diharapkan menyampaikan kepada siswa agar ketika lagu Indonesia Raya diperdengarkan, di mana pun mereka berada, mereka terbiasa untuk berdiri sejenak dan menyanyikannya," jelasnya.

Kebijakan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari pembentukan karakter dan pembiasaan sikap nasionalisme di lingkungan madrasah.

Persiapan Olimpiade Madrasah Indonesia

Memasuki September 2026, MTsN 3 Mataram juga tengah mempersiapkan sejumlah agenda penting. Salah satunya adalah Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI).

Kepala madrasah meminta dukungan dan doa seluruh warga madrasah agar para peserta didik dapat memberikan hasil terbaik. Para siswa yang mengikuti bidang IPS, Matematika, dan IPA juga telah mendapatkan pendampingan dan pembinaan.

Madrasah bahkan telah menghadirkan mentor dari perguruan tinggi untuk membantu mempersiapkan peserta didik menghadapi kompetisi tersebut.

H. Marzuki menyampaikan apresiasi kepada para guru, pembina, dan pelatih yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk mendampingi peserta didik.

MTsN 3 Mataram sebagai Piloting KBC

Dalam arahannya, Kepala MTsN 3 Mataram juga menyampaikan bahwa madrasah tersebut dipercaya menjadi salah satu lembaga piloting KBC. Untuk mendukung pelaksanaannya, telah ditetapkan ketua yang akan mengoordinasikan program tersebut.

Ia berharap program yang telah digagas bersama dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas dan pengembangan madrasah.

Selain itu, MTsN 3 Mataram juga dipercaya menjadi tempat pelaksanaan kegiatan PPL bagi mahasiswa dari salah satu perguruan tinggi di Mataram. Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung sekitar satu bulan lebih, mulai 7 September hingga 27 Oktober 2026.

Kepala madrasah meminta guru yang nantinya terlibat sebagai guru pamong maupun pembimbing untuk memberikan pendampingan terbaik kepada para mahasiswa.

KTU Dorong Konsistensi Pelaksanaan Tugas

Sementara itu, Kepala Tata Usaha MTsN 3 Mataram, Abdul Hafidz, menegaskan bahwa rapat bulanan merupakan rutinitas yang memiliki tujuan penting, yakni mengingatkan, mengingatkan kembali, dan meningkatkan kinerja seluruh warga madrasah sesuai tugas masing-masing.

Menurutnya, manusia memiliki kondisi yang dinamis. Ada kalanya fokus dan perhatian mengalami naik turun sehingga diperlukan proses pengingat, pengarahan, dan monitoring secara berkelanjutan.

"Intinya adalah bagaimana kita terus mengingatkan, diingatkan, dan mengingatkan untuk meningkatkan kinerja kita sesuai job description masing-masing," ujarnya.

Abdul Hafidz juga menegaskan pentingnya konsistensi dalam melaksanakan tugas, khususnya berkaitan dengan kebersihan, pengelolaan bank sampah, piket, serta tugas-tugas teknis lainnya.

Ia berharap berbagai persoalan yang selama ini berulang kali dibahas dalam rapat tidak terus menjadi agenda yang sama pada pertemuan berikutnya. Karena itu, diperlukan komitmen nyata dari seluruh warga madrasah.

Perhatian terhadap Keamanan dan Lalu Lintas

Selain persoalan internal, KTU juga menyoroti kondisi lalu lintas di sekitar pintu masuk MTsN 3 Mataram. Menurutnya, pengaturan arus kendaraan perlu mendapatkan perhatian serius karena pada waktu-waktu tertentu dapat menyebabkan kemacetan dan berpotensi menimbulkan kecelakaan.

Ia berharap adanya koordinasi yang lebih konkret antara pihak madrasah, petugas keamanan, dan kepolisian untuk mengatur arus kendaraan pada sisi pintu masuk dan keluar madrasah.

"Jangan sampai ada kejadian terlebih dahulu baru kemudian kita membahasnya. Kita perlu mengantisipasi dan mengurai persoalan tersebut sejak awal," katanya.

Hal ini menjadi bagian dari upaya madrasah dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi siswa, guru, tenaga kependidikan, orang tua, maupun masyarakat yang datang ke madrasah.

Redaksi oleh Ruslan Wahid, ST

0 Komentar