Selamat datang di website MTsN 3 Mataram, Madrasah Uswah (Unggul, Santun, ber-Wawasan, ber-Akhlak dan Handal)

Di Upacara Senin, Bayanan: Tekankan Kebersihan dan Kecintaan terhadap Al-Qur’an

MTsN 3 Mataram

Mataram- MTsN 3 kembali melaksanakan upacara bendera rutin pada Senin, 21 September 2026. Upacara yang berlangsung pada pagi hari tersebut diikuti oleh seluruh peserta didik kelas VII, VIII, dan IX bersama kepala madrasah, para wakil kepala madrasah, dewan guru, staf dan karyawan, serta guru pendamping dari UIN Mataram.

Pada kesempatan tersebut, kelas VIII-3 dipercaya menjadi petugas upacara. Pelaksanaan tugas berlangsung dengan baik dan mendapat apresiasi dari pembina upacara, Bayanan, S.Pd.I. Apresiasi tersebut diberikan sebagai bentuk penghargaan atas kesiapan dan kesungguhan siswa dalam menjalankan tanggung jawab mereka.

Dalam amanatnya, Bayanan terlebih dahulu mengajak seluruh peserta upacara untuk memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah Swt. atas nikmat kesehatan dan kesempatan sehingga seluruh warga madrasah dapat kembali berkumpul dan mengikuti upacara dalam keadaan sehat.

Ia juga mengajak para siswa untuk senantiasa mengikuti ajaran dan sunah Nabi Muhammad saw. serta menjadikan nilai-nilai keislaman sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu bagian yang mendapat perhatian dalam amanat pembina adalah penampilan para petugas upacara dari kelas VIII-3. Bayanan menyampaikan apresiasi kepada seluruh siswa yang telah melaksanakan tugas dengan baik.

Menurutnya, pelaksanaan tugas tersebut dapat menjadi contoh bagi kelas-kelas lain agar semakin serius mempersiapkan diri ketika mendapat giliran menjadi petugas upacara.

"Pak Guru memberikan apresiasi kepada anak-anak kelas VIII-3 yang bertugas pada pagi hari ini. Ini sangat bagus dan mudah-mudahan dapat dicontoh oleh kelas yang lain," ujarnya.

Apresiasi juga disampaikan kepada guru pembimbing dan wali kelas yang telah membantu mempersiapkan para siswa. Ia berharap pelaksanaan upacara pada pekan-pekan berikutnya dapat semakin baik sehingga seluruh siswa memiliki pengalaman dalam membangun kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, dan keberanian tampil di depan umum.

Selain memberikan apresiasi kepada petugas, Bayanan juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta upacara yang telah mengikuti kegiatan dengan tertib dan khidmat.

Ia mengingatkan pentingnya kondisi fisik siswa selama mengikuti kegiatan pagi. Para siswa diimbau membiasakan sarapan sebelum berangkat ke madrasah agar dapat mengikuti seluruh kegiatan pembelajaran dan kegiatan sekolah dengan kondisi tubuh yang lebih siap.

Pesan pertama yang disampaikan Bayanan berkaitan dengan kebersihan lingkungan madrasah. Menurutnya, kebersihan bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas kebersihan, tetapi merupakan kewajiban seluruh warga madrasah.

Ia mengingatkan siswa agar menjaga kebersihan sejak datang ke sekolah hingga kegiatan pembelajaran selesai. Kebersihan harus diperhatikan, baik di dalam kelas maupun lingkungan di luar kelas.

Bayanan menyoroti kondisi kelas setelah jam makan. Sisa makanan yang tidak dibuang pada tempatnya dapat membuat lingkungan belajar menjadi kotor dan mengganggu kenyamanan warga madrasah.

Karena itu, siswa diminta membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya serta memastikan ruang kelas tetap bersih setelah digunakan.

"Mulai hari ini Pak Guru minta supaya kebersihan kelas diperhatikan, termasuk kebersihan di luar kelas, mulai dari pagi sampai pulang," pesannya.

Menurutnya, lingkungan madrasah yang bersih akan menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman. Kebiasaan menjaga kebersihan juga menjadi bagian penting dari pendidikan karakter karena mengajarkan siswa untuk memiliki rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.

Hal kedua yang menjadi perhatian adalah ketertiban kendaraan pengantar siswa di sekitar gerbang madrasah.

Bayanan menyampaikan bahwa pada pagi hari terdapat sejumlah kendaraan orang tua atau wali siswa yang berhenti di sekitar gerbang sehingga dapat menghambat akses masuk guru dan warga madrasah lainnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, ia meminta para siswa menyampaikan kepada orang tua agar proses menurunkan siswa dilakukan di area timur gerbang, sehingga akses di sekitar pintu masuk utama tetap lancar.

"Sampaikan kepada orang tua agar mengantar dan melepas putra-putrinya di timur gerbang. Dengan demikian, akses masuk ke madrasah tetap lancar dan tidak mengganggu kendaraan yang akan masuk," jelasnya.

Pesan tersebut diharapkan dapat dipahami dan dilaksanakan bersama. Ketertiban di sekitar gerbang bukan hanya untuk kepentingan guru dan siswa, tetapi juga demi kenyamanan seluruh pengguna jalan dan warga madrasah.

Bayanan juga mendorong adanya komunikasi yang baik antara siswa, orang tua, petugas keamanan, dan pihak madrasah agar pengaturan lalu lintas pada jam masuk sekolah dapat berjalan lebih tertib.

Pesan ketiga yang disampaikan pembina upacara berkaitan dengan program keagamaan madrasah, khususnya tahsinul Qur'an dan pembiasaan membaca Al-Qur’an.

Bayanan mengingatkan para siswa bahwa mereka merupakan anak-anak yang beruntung karena mendapatkan kesempatan belajar di madrasah yang memiliki berbagai program keagamaan. Salah satunya adalah program tahsinul Qur’an, yaitu pembinaan untuk memperbaiki kemampuan dan kualitas bacaan Al-Qur’an.

Ia juga menyampaikan bahwa madrasah memiliki program yang berkaitan dengan khataman Al-Qur’an. Program tersebut diharapkan menjadi salah satu ciri positif yang terus dijaga dan dikembangkan oleh warga madrasah.

Untuk siswa kelas VIII dan IX, terdapat bimbingan membaca Al-Qur’an setelah kegiatan pembelajaran. Sementara itu, siswa kelas VII juga diarahkan untuk mempersiapkan kemampuan membaca Al-Qur’an sejak dini.

Bayanan mengajak para siswa yang merasa kemampuan membaca Al-Qur’annya masih perlu diperbaiki agar tidak malu untuk belajar dan terus berlatih.

"Terus dan teruslah membaca Al-Qur’an. Biasakan diri membaca Al-Qur’an di rumah setiap selesai salat fardu," pesannya.

Ia menekankan bahwa membaca Al-Qur’an tidak harus dilakukan dalam jumlah yang banyak sekaligus. Hal yang lebih penting adalah konsistensi dan kebiasaan.

Para siswa dapat menyempatkan waktu setelah salat fardu untuk membaca beberapa ayat atau beberapa halaman sesuai kemampuan. Dengan demikian, membaca Al-Qur’an dapat menjadi bagian dari rutinitas harian.

Dalam amanatnya, Bayanan juga mengingatkan siswa agar tidak terlalu banyak menghabiskan waktu hanya dengan menggunakan telepon genggam.

Menurutnya, gawai dapat digunakan untuk berbagai hal positif, termasuk membaca Al-Qur’an digital. Namun, penggunaan gawai harus tetap dikendalikan agar tidak menghabiskan waktu untuk aktivitas yang kurang bermanfaat.

Ia mengajak siswa mengisi waktu luang dengan kegiatan yang mendukung perkembangan diri, salah satunya membaca Al-Qur’an.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa perkembangan teknologi perlu diimbangi dengan kemampuan siswa dalam mengatur waktu. Kedisiplinan dalam menggunakan gawai merupakan bagian dari pembentukan karakter yang penting bagi peserta didik.

Menjelang akhir amanat, Bayanan kembali menegaskan tiga hal utama yang perlu diperhatikan oleh seluruh siswa.

Pertama, menjaga kebersihan madrasah, baik di dalam kelas maupun lingkungan di luar kelas.

Kedua, menjaga ketertiban area gerbang, khususnya dengan menyampaikan kepada orang tua agar mengantar dan menjemput siswa di lokasi yang telah ditentukan sehingga tidak menghambat akses masuk dan keluar madrasah.

Ketiga, memperbanyak membaca Al-Qur’an serta memanfaatkan waktu dengan kegiatan yang bermanfaat.

Ketiga pesan tersebut tidak hanya berkaitan dengan tata tertib madrasah, tetapi juga memiliki kaitan erat dengan pembentukan karakter peserta didik. Kebersihan membangun kepedulian dan tanggung jawab, ketertiban melatih disiplin, sedangkan pembiasaan membaca Al-Qur’an memperkuat karakter religius siswa.

Bayanan berharap seluruh pesan yang disampaikan dalam amanat upacara tidak berhenti sebagai nasihat, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Redaksi oleh Ruslan Wahid, ST 

0 Komentar