Selamat datang di website MTsN 3 Mataram, Madrasah Uswah (Unggul, Santun, ber-Wawasan, ber-Akhlak dan Handal)

Upacara Senin, Dra. Nur Ahyani Dorong Siswa Manfaatkan Perpustakaan untuk Tingkatkan Literasi

MTsN 3 Mataram

Mataram — Pelaksanaan upacara bendera rutin hari Senin di MTsN 3 Mataram berlangsung dengan tertib dan khidmat pada Senin (7/9/2026). Upacara yang dilaksanakan di lingkungan madrasah tersebut diikuti oleh seluruh warga madrasah dengan petugas upacara dari kelas VIII-1. 

Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala Perpustakaan MTsN 3 Mataram, Dra. Nur Ahyani, menyampaikan amanat tentang pentingnya memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber belajar sekaligus sarana meningkatkan budaya literasi siswa.

Dalam amanatnya, Dra. Nur Ahyani terlebih dahulu mengajak seluruh peserta upacara untuk memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah Swt. atas rahmat, taufik, dan hidayah-Nya sehingga seluruh warga madrasah dapat kembali mengikuti upacara rutin setiap Senin.

Ia juga menyampaikan selawat dan salam kepada Nabi Muhammad saw. yang telah membawa umat manusia menuju kehidupan yang terang melalui ajaran Islam.

Setelah menyampaikan pembukaan, Dra. Nur Ahyani memberikan apresiasi kepada para petugas upacara kelas VIII-1 yang telah melaksanakan tugas dengan baik. Ia berharap seluruh rangkaian upacara dapat berjalan lancar hingga selesai.

“Alhamdulillah, petugas hari ini sudah melaksanakan tugasnya dengan baik. Mudah-mudahan lancar sampai selesai,” ungkapnya.

Apresiasi juga diberikan kepada guru dan wali kelas yang telah mempersiapkan pelaksanaan upacara sehingga kegiatan mingguan tersebut dapat berlangsung secara tertib.

Memasuki inti amanat, Dra. Nur Ahyani memperkenalkan kembali peran perpustakaan madrasah kepada seluruh siswa. Sebagai bagian dari pengelola perpustakaan, ia mengajak peserta didik untuk tidak memandang perpustakaan hanya sebagai tempat menyimpan buku, tetapi sebagai salah satu fasilitas penting yang dapat menunjang proses pembelajaran.

Menurutnya, perpustakaan MTsN 3 Mataram saat ini telah memiliki berbagai koleksi buku yang semakin beragam. Pada tahun pelajaran ini, koleksi tersebut juga mendapatkan tambahan, terutama buku paket yang menjadi kebutuhan utama dalam kegiatan pembelajaran.

Ia menjelaskan bahwa sebelumnya masih terdapat kebutuhan buku paket untuk jenjang tertentu yang belum sepenuhnya tersedia. Namun, pada tahun pelajaran ini, kebutuhan buku paket untuk kelas VII, VIII, dan IX telah dilengkapi.

Dra. Nur Ahyani menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kepala MTsN 3 Mataram atas perhatian terhadap kelengkapan koleksi perpustakaan.

“Untuk semester ini, kebutuhan buku paket untuk semua jenjang kelas, baik kelas VII, kelas VIII, maupun kelas IX, alhamdulillah sudah ditambahkan oleh Bapak Kepala Madrasah,” tuturnya.

Kelengkapan buku paket tersebut diharapkan dapat membantu guru dan siswa dalam melaksanakan pembelajaran. Buku-buku yang tersedia juga telah melalui proses inventarisasi dan pelabelan sehingga lebih mudah dikelola serta dimanfaatkan.

Ia menjelaskan bahwa koleksi buku paket telah disesuaikan dengan kebutuhan mata pelajaran. Dengan demikian, keberadaan buku tersebut diharapkan benar-benar dapat digunakan secara optimal oleh guru dan peserta didik sebagai sumber belajar.

“Harapannya, mari Bapak-Ibu guru kita manfaatkan dan pergunakan buku-buku paket itu sebaik-baiknya untuk menambah wawasan putra-putri kita dalam belajar,” ujarnya.

Selain buku paket, perpustakaan MTsN 3 Mataram juga memiliki berbagai koleksi penunjang literasi. Koleksi tersebut meliputi buku pengetahuan umum, buku pengetahuan agama, buku cerita, serta buku yang mengangkat sejarah dan perjuangan para tokoh Islam.

Menurut Dra. Nur Ahyani, keberagaman koleksi tersebut dapat menjadi pilihan bagi siswa untuk memperluas wawasan di luar materi pembelajaran di kelas.

Ia kemudian mengaitkan keberadaan koleksi tersebut dengan kegiatan literasi yang telah dilaksanakan di madrasah. Kegiatan literasi menjadi bagian dari upaya membangun kebiasaan membaca di kalangan peserta didik.

Kegiatan literasi dilaksanakan secara berkala, baik di kelas maupun di lapangan. Literasi di kelas dilaksanakan secara rutin setiap minggu, sedangkan kegiatan literasi bersama di lapangan dilaksanakan setiap bulan.

Agar kegiatan literasi berjalan efektif, siswa diimbau mempersiapkan buku bacaan sebelum waktu pelaksanaan. Dra. Nur Ahyani menyarankan siswa yang hendak mengikuti kegiatan literasi untuk meminjam buku dari perpustakaan setidaknya satu hari sebelumnya.

Menurutnya, kebiasaan tersebut akan membuat waktu kegiatan literasi lebih efektif karena siswa tidak perlu menghabiskan waktu untuk memilih buku ketika kegiatan literasi sudah dimulai.

“Kalau mau meminjam buku untuk kegiatan literasi, hendaknya dilaksanakan satu hari minimal sebelum pelaksanaan literasi di kelas maupun nantinya literasi di lapangan,” pesannya.

Salah satu bagian yang menarik dalam amanat tersebut adalah ajakan Dra. Nur Ahyani kepada siswa agar memanfaatkan waktu istirahat tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga untuk menambah pengetahuan.

Ia mengamati bahwa ketika waktu istirahat tiba, banyak siswa langsung menuju kantin untuk membeli makanan. Hal tersebut tentu merupakan kebutuhan yang wajar. Namun, ia mengajak siswa agar menyisihkan sebagian waktu untuk berkunjung ke perpustakaan.

Dra. Nur Ahyani menyampaikan pesan sederhana agar siswa tidak hanya “mengisi perut”, tetapi juga “mengisi kepala” dengan pengetahuan yang diperoleh melalui membaca.

“Di samping mengisi perut, isilah juga kepala dan otak kalian dengan banyak-banyak membaca buku yang ada di perpustakaan,” pesannya kepada seluruh siswa.

Ajakan tersebut menjadi pengingat bahwa membaca tidak harus selalu dilakukan dalam waktu yang panjang. Beberapa menit yang dimanfaatkan untuk membaca secara rutin dapat menjadi kebiasaan positif dan membantu siswa memperluas wawasan.

Budaya membaca juga diharapkan tidak hanya muncul ketika ada tugas dari guru. Lebih dari itu, membaca perlu dibangun sebagai kebiasaan yang tumbuh dari kesadaran pribadi setiap siswa.

Dalam amanatnya juga, Dra. Nur Ahyani memberikan perhatian terhadap pemeliharaan buku-buku yang tersedia di perpustakaan.

Ia mengingatkan bahwa buku merupakan fasilitas madrasah yang harus dijaga bersama. Buku-buku tersebut tidak hanya menjadi milik satu siswa, tetapi akan digunakan secara bergantian oleh banyak peserta didik.

Karena itu, siswa yang meminjam dan menggunakan buku memiliki tanggung jawab untuk menjaga kondisinya agar tetap baik dan dapat digunakan oleh siswa lainnya.

“Buku-buku ini merupakan fasilitas sekolah, fasilitas madrasah, juga merupakan fasilitas negara, maka harus kita jaga dan pelihara,” tegasnya.

Pesan tersebut disampaikan karena masih ditemukan buku yang mengalami kerusakan meskipun baru beberapa bulan digunakan. Kondisi tersebut menjadi perhatian agar seluruh warga madrasah memiliki kesadaran untuk memperlakukan buku dengan baik.

Menjaga buku dapat dilakukan melalui hal-hal sederhana, seperti tidak melipat halaman, tidak mencoret-coret, tidak merobek bagian buku, menjaga buku dari air atau makanan, serta mengembalikannya sesuai prosedur setelah selesai digunakan.

Redaksi oleh Ruslan Wahid, ST 

0 Komentar