Selamat datang di website MTsN 3 Mataram, Madrasah Uswah (Unggul, Santun, ber-Wawasan, ber-Akhlak dan Handal)

Upacara Senin, Drs. Keman Ajak Siswa MTsN 3 Mataram Manfaatkan Waktu untuk Belajar

MTsN 3 Mataram

Mataram — Upacara bendera rutin hari Senin di MTsN 3 Mataram berlangsung khidmat pada Senin, 14 September 2026. Upacara diikuti oleh seluruh peserta didik, dewan guru dan staf, serta mahasiswa PPL dari UIN. Petugas upacara berasal dari kelas VIII-2, sedangkan pembina upacara adalah Drs. Keman, Kepala Perpustakaan MTsN 3 Mataram.

Pelaksanaan upacara menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter peserta didik, khususnya dalam menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab, nasionalisme, serta semangat belajar. Dalam amanatnya, Drs. Keman memberikan apresiasi kepada kelas VIII-2 yang telah melaksanakan tugas sebagai petugas upacara dengan baik.

Sejak awal, rangkaian upacara berlangsung tertib. Pasukan peserta upacara disiapkan oleh pemimpin upacara, dilanjutkan dengan penghormatan kepada pemimpin upacara dan pembina upacara. Setelah laporan bahwa upacara siap dimulai, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pengibaran Bendera Merah Putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Pengibaran bendera berlangsung dengan penuh penghormatan. Seluruh peserta mengikuti prosesi dengan sikap sempurna sebagai bentuk penghormatan terhadap simbol negara dan perjuangan para pahlawan.

Setelah pengibaran bendera, kegiatan dilanjutkan dengan mengheningkan cipta yang dipimpin oleh pembina upacara. Momen tersebut menjadi kesempatan bagi seluruh peserta untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang bagi bangsa dan negara.

Rangkaian berikutnya adalah pembacaan Pancasila oleh pembina upacara yang diikuti seluruh peserta. Pembacaan Pancasila menjadi bagian penting dalam mengingatkan kembali nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara, mulai dari ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, hingga keadilan sosial.

Selanjutnya, peserta upacara mengikuti pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pembacaan tersebut meneguhkan kembali cita-cita kemerdekaan Indonesia, termasuk upaya mencerdaskan kehidupan bangsa serta mewujudkan kehidupan masyarakat yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.

Dalam amanatnya, Drs. Keman terlebih dahulu menyampaikan rasa syukur kepada Allah Swt. atas kesempatan seluruh warga madrasah dapat berkumpul dan melaksanakan upacara bendera dalam keadaan baik.

Ia kemudian memberikan apresiasi kepada siswa kelas VIII-2 yang telah menjalankan tugas sebagai petugas upacara.

"Pak Guru ingin memberikan apresiasi kepada kelas VIII-2 yang telah mampu melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya," ujar Drs. Keman.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para guru yang telah memberikan pembinaan dan pendampingan sehingga pelaksanaan upacara dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Menurutnya, pelaksanaan upacara pada hari itu sudah cukup baik, meskipun masih terdapat beberapa kekurangan yang perlu diperbaiki. Ia berharap pelaksanaan upacara pada hari Senin berikutnya dapat berlangsung lebih baik.

"Harapan Pak Guru, hari Senin dan hari Senin seterusnya bisa lebih baik lagi dari yang sekarang," tuturnya.

Memasuki inti amanat, Drs. Keman mengajak seluruh siswa untuk memberikan perhatian lebih terhadap proses pembelajaran. Ia menjelaskan bahwa belajar merupakan proses perubahan dari tidak mengetahui menjadi mengetahui.

Karena itu, siswa perlu memiliki kesungguhan dalam belajar dan mampu mengatur waktu dengan baik. Menurutnya, waktu merupakan salah satu hal penting yang harus dikelola agar kegiatan belajar dapat memberikan hasil maksimal.

Ia mendorong siswa untuk menyusun jadwal belajar secara teratur dan memiliki komitmen untuk melaksanakannya.

"Jadi kalian belajar itu dari tidak tahu menjadi tahu. Dalam belajar tentu kalian harus mampu menyiapkan waktu dengan sebaik-baiknya," pesannya.

Drs. Keman juga mengingatkan bahwa ujian tengah semester sudah semakin dekat. Kondisi tersebut hendaknya menjadi motivasi bagi siswa untuk meningkatkan intensitas belajar dan mempersiapkan diri sejak dini.

Ia menekankan bahwa hasil belajar yang baik tidak dapat diperoleh tanpa usaha. Siswa perlu membangun kebiasaan belajar secara konsisten, bukan hanya belajar ketika ujian sudah di depan mata.

"Semangat itu ditumbuhkan dengan melihat persiapan untuk ujian tengah semester. Ujian semester sudah dekat. Oleh karena itu, kalian harus siap-siap untuk belajar," katanya.

Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan akademik membutuhkan proses, kedisiplinan, dan komitmen dari setiap peserta didik.

Selain membahas persiapan menghadapi ujian, Drs. Keman juga menyampaikan informasi terkait pemanfaatan laboratorium dalam mendukung proses pembelajaran di madrasah.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan laboratorium tidak semata-mata dilakukan di dalam ruangan. Lingkungan sekitar madrasah juga dapat menjadi bagian dari ruang belajar dan praktik, sesuai dengan kebutuhan pembelajaran.

Drs. Keman yang juga memiliki tugas berkaitan dengan pengelolaan laboratorium mengingatkan agar guru yang akan melaksanakan kegiatan praktikum menyampaikan informasi mengenai waktu dan tempat pelaksanaan. Dengan koordinasi tersebut, kegiatan praktikum dapat berjalan secara tertib, efektif, dan sesuai kebutuhan.

Ia juga menyampaikan bahwa alat dan bahan untuk kegiatan praktikum telah tersedia sehingga dapat dimanfaatkan untuk menunjang pembelajaran.

"Silakan kalian melihat secara langsung dari dekat. Laboratorium bukan hanya sekadar ruangan. Ada ruang terbuka dan lingkungan yang juga dapat menjadi bagian dari pembelajaran," jelasnya.

Pesan tersebut diharapkan dapat mendorong siswa untuk tidak hanya memahami pembelajaran secara teoritis, tetapi juga mengenal pengalaman belajar yang lebih kontekstual melalui kegiatan praktik dan pengamatan langsung.

Redaksi oleh Ruslan Wahid, ST

0 Komentar