Selamat datang di website MTsN 3 Mataram, Madrasah Uswah (Unggul, Santun, ber-Wawasan, ber-Akhlak dan Handal)

3 Guru dan 33 Siswa MTsN 3 Mataram Ikuti Survei Nasional SAHABAT KBC 2026


MATARAM —
Sebanyak tiga guru dan 33 siswa MTsN 3 Mataram mengikuti Survei Nasional SAHABAT KBC Tahun 2026 pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Kegiatan yang dilaksanakan melalui platform SAHABAT KBC tersebut dipusatkan di musala madrasah agar pelaksanaannya berjalan tertib tanpa mengganggu aktivitas proses pembelajaran.

Tiga guru yang berpartisipasi dalam survei tersebut adalah Usman Ishak, S.Pd., Ali, S.Pd., dan Irwansyah, S.Pd. Sementara itu, 33 siswa yang terlibat berasal dari kelas VII, VIII, dan IX. Para peserta mengikuti survei sebagai bagian dari upaya pengumpulan data dan informasi mengenai implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di lingkungan madrasah.

Survei Nasional SAHABAT KBC Tahun 2026 dilaksanakan oleh Direktorat KSKK Madrasah, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia. Kegiatan ini bertujuan memperoleh gambaran mengenai pelaksanaan Kurikulum Berbasis Cinta melalui platform SAHABAT KBC yang melibatkan guru dan murid madrasah di seluruh Indonesia.

Pelaksanaan survei tersebut mengacu pada surat Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Nomor B-730/Dt.I.I/PP.00/10/2026 tertanggal 7 Oktober 2026 tentang Pelaksanaan Survei Nasional SAHABAT KBC Tahun 2026. Berdasarkan surat tersebut, survei nasional dijadwalkan berlangsung pada 12–22 Oktober 2026 pada hari kerja, dengan pembagian pelaksanaan ke dalam tiga tahap atau batch.

Provinsi Nusa Tenggara Barat, bersama sejumlah provinsi lainnya, termasuk dalam Batch 2 yang dijadwalkan pada 15–19 Oktober 2026. Dengan demikian, partisipasi MTsN 3 Mataram pada 17 Oktober 2026 merupakan bagian dari pelaksanaan survei nasional sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Musala Menjadi Pusat Pelaksanaan Survei

Dalam pelaksanaannya, MTsN 3 Mataram memilih musala sebagai lokasi kegiatan. Pemilihan tempat tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kelancaran proses pembelajaran yang tetap berlangsung di kelas masing-masing.

Dengan memusatkan kegiatan di musala, para guru dan siswa yang menjadi responden dapat mengikuti pengisian survei secara lebih terarah, sementara kegiatan belajar mengajar di ruang kelas tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Pengaturan tempat ini juga menjadi bentuk komitmen madrasah dalam melaksanakan program nasional secara tertib dan bertanggung jawab. Kegiatan survei diupayakan berlangsung efektif tanpa mengurangi hak peserta didik untuk memperoleh layanan pembelajaran.

Para peserta mengikuti pengisian survei melalui tautan resmi platform SAHABAT KBC yang disediakan Kementerian Agama. Partisipasi guru dan siswa diharapkan dapat memberikan informasi yang relevan mengenai pengalaman mereka dalam pelaksanaan Kurikulum Berbasis Cinta di madrasah.

Kepala Madrasah Dukung Penguatan Implementasi KBC

Kepala MTsN 3 Mataram, H. Marzuki, S.Pd., menyambut baik pelaksanaan Survei Nasional SAHABAT KBC Tahun 2026 yang melibatkan guru dan siswa di lingkungan madrasah yang dipimpinnya.

Menurutnya, keterlibatan warga madrasah dalam survei nasional merupakan kesempatan untuk memberikan gambaran mengenai pelaksanaan Kurikulum Berbasis Cinta sekaligus mendukung upaya Kementerian Agama dalam meningkatkan kualitas pendidikan madrasah.

“Partisipasi guru dan siswa dalam Survei Nasional SAHABAT KBC ini merupakan bentuk dukungan MTsN 3 Mataram terhadap upaya penguatan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta. Kami berharap survei ini dapat memberikan gambaran yang bermanfaat bagi pengembangan pendidikan madrasah, khususnya dalam menumbuhkan karakter peserta didik yang berakhlak mulia, memiliki kepedulian, dan menghargai sesama,” ungkap H. Marzuki.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pelaksanaan program madrasah dan keberlangsungan pembelajaran. Oleh karena itu, kegiatan dipusatkan di musala agar guru dan siswa yang menjadi responden dapat mengikuti survei tanpa mengganggu aktivitas belajar mengajar.

“Kami berupaya agar seluruh kegiatan madrasah dapat terlaksana dengan baik, termasuk program nasional seperti survei ini. Pengaturan tempat dan waktu menjadi perhatian agar partisipasi guru dan siswa tetap berjalan tertib, sementara proses pembelajaran tetap berlangsung secara optimal,” tambahnya.

Catatan redaksi: Kutipan langsung di atas merupakan draf redaksional yang disusun berdasarkan konteks kegiatan dan perlu dikonfirmasi kepada Kepala Madrasah sebelum dipublikasikan sebagai pernyataan langsung.

33 Siswa dari Kelas VII, VIII, dan IX Berpartisipasi

Berdasarkan daftar nama siswa pengisi aplikasi SAHABAT KBC 2026, terdapat 33 siswa yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai rombongan belajar pada jenjang kelas VII, VIII, dan IX.

Dari kelas IX, peserta berasal dari IX 1, IX 2, IX 3, IX 4, dan IX 5. Sementara itu, peserta kelas VIII berasal dari VIII 1 hingga VIII 6. Adapun peserta kelas VII berasal dari VII 3, VII 4, dan VII 5.

Keterlibatan siswa lintas jenjang ini menjadi bagian penting dalam pengumpulan data mengenai implementasi KBC. Bersama tiga guru yang turut berpartisipasi, para siswa memberikan kontribusi melalui pengisian survei sesuai dengan instrumen yang tersedia pada platform SAHABAT KBC.

Partisipasi tersebut diharapkan dapat membantu memberikan gambaran yang lebih luas mengenai pengalaman warga madrasah dalam pelaksanaan kebijakan pendidikan yang menempatkan nilai-nilai cinta, karakter, dan akhlak sebagai bagian penting dari proses pendidikan.

Mendukung Pendidikan yang Berkarakter dan Humanis

Kurikulum Berbasis Cinta menjadi salah satu upaya untuk memperkuat dimensi karakter dalam pendidikan madrasah. Pendekatan ini menekankan pentingnya menumbuhkan nilai-nilai cinta kepada Allah SWT, Rasulullah saw., diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, dan tanah air dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam konteks pendidikan, nilai-nilai tersebut diharapkan tidak hanya dipahami sebagai pengetahuan, tetapi juga diwujudkan dalam perilaku peserta didik, seperti menghormati guru, menghargai perbedaan, menjaga lingkungan, menghindari perundungan, serta membangun hubungan sosial yang positif.

Pelaksanaan Survei Nasional SAHABAT KBC menjadi salah satu sarana untuk menghimpun data dan informasi mengenai implementasi kurikulum tersebut. Hasil survei diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan dalam pengembangan program pendidikan madrasah ke depan.

Bagi MTsN 3 Mataram, keterlibatan dalam kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program Kementerian Agama sekaligus komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan. Melalui kolaborasi antara kepala madrasah, guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik, madrasah diharapkan semakin mampu menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan karakter.

Dengan terlaksananya Survei Nasional SAHABAT KBC Tahun 2026 di MTsN 3 Mataram, diharapkan kontribusi para responden dapat mendukung pengumpulan data nasional sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan madrasah yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga kuat dalam akhlak, kepedulian, dan nilai-nilai kemanusiaan.

0 Komentar