Upacara Senin MTsN 3 Mataram Tekankan Kesadaran Diri dan Kedisiplinan Siswa
Upacara Senin pagi berlangsung dengan tertib dan lancar. Siswa-siswi dari seluruh jenjang mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh perhatian. Kelas VIII-5 mendapat kepercayaan untuk melaksanakan tugas sebagai petugas upacara.
Dalam amanatnya, H. Abdul Majid, S.Ag., terlebih dahulu mengajak seluruh peserta upacara untuk memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah Swt. atas kesehatan dan kesempatan sehingga seluruh warga madrasah dapat melaksanakan kegiatan upacara pada pagi hari tersebut.
Ia juga menyampaikan selawat dan salam kepada Nabi Muhammad saw., keluarga, dan para sahabatnya, seraya berharap seluruh warga madrasah memperoleh syafaat beliau di hari kiamat.
Setelah pembukaan, pembina upacara memberikan apresiasi kepada para petugas upacara. Menurutnya, siswa-siswi kelas VIII-5 telah melaksanakan tugas dengan maksimal. Apresiasi juga disampaikan kepada wali kelas serta seluruh siswa yang mengikuti upacara dengan tertib.
"Terima kasih kepada siswa-siswi kelas VIII-5 yang telah melaksanakan tugasnya dengan maksimal. Terima kasih juga kepada wali kelas dan seluruh anak-anak yang sudah mengikuti kegiatan upacara ini dengan tertib dan lancar," ungkap H. Abdul Majid dalam amanatnya.
Memasuki inti amanat, H. Abdul Majid mengingatkan kembali pesan yang pernah disampaikannya sekitar satu tahun sebelumnya mengenai kesadaran diri.
Ia mengapresiasi adanya perubahan positif pada sebagian besar siswa yang dinilai semakin memahami tugas dan tanggung jawab mereka sebagai peserta didik MTsN 3 Mataram.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa masih terdapat siswa yang harus mendapatkan pembinaan karena belum sepenuhnya mematuhi aturan dan tata tertib madrasah.
Menurutnya, posisi siswa yang berada di bagian tertentu saat upacara menjadi konsekuensi atas ketidakpatuhan terhadap aturan yang telah ditetapkan. Karena itu, ia berharap kondisi tersebut tidak kembali terjadi pada pelaksanaan kegiatan berikutnya.
"Pak Guru harapkan untuk hari-hari berikutnya tidak ada lagi anak-anakku semua yang akan berdiri di sebelah barat," pesannya.
Pesan tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan posisi siswa saat upacara, tetapi menjadi pengingat bahwa setiap aturan yang diterapkan madrasah memiliki tujuan untuk membangun kebiasaan positif.
H. Abdul Majid kemudian menjelaskan bahwa kehadiran siswa di madrasah tidak hanya bertujuan mengikuti proses pembelajaran di dalam kelas. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang harus menjadi kesadaran setiap peserta didik.
Pertama, menambah ilmu pengetahuan. Madrasah merupakan tempat bagi siswa untuk belajar, mengembangkan wawasan, dan memperoleh bekal pengetahuan sebagai bagian dari persiapan menghadapi masa depan.
Kedua, melatih kedisiplinan. Kehidupan di madrasah mengajarkan siswa untuk menghargai waktu, mematuhi aturan, menjalankan kewajiban, serta bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan.
Ketiga, membentuk karakter. Pendidikan karakter menjadi bagian penting dari proses pendidikan karena keberhasilan seorang siswa tidak hanya diukur dari kemampuan akademiknya, tetapi juga dari sikap, perilaku, tanggung jawab, dan kepatuhannya terhadap nilai-nilai yang berlaku.
"Pak Guru harapkan kalian menyadari bahwa tugas kalian datang ke madrasah adalah untuk menambah ilmu pengetahuan, melatih disiplin, dan membentuk karakter," tegasnya.
Pembina upacara juga mengingatkan bahwa kedisiplinan idealnya tidak selalu ditegakkan melalui pemberian sanksi. Menurutnya, siswa perlu memiliki kesadaran dari dalam diri untuk melaksanakan aturan tanpa harus selalu diingatkan atau dipaksa oleh guru.
Ia berharap siswa dapat memahami bahwa tata tertib madrasah dibuat bukan untuk membatasi, melainkan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang tertib, aman, dan mendukung proses belajar.
H. Abdul Majid juga mengajak siswa untuk tidak menunggu guru memanggil atau mengingatkan mereka ketika harus mengikuti kegiatan madrasah, termasuk upacara, doa pagi, maupun kegiatan lainnya.
"Jangan sampai Bapak dan Ibu guru harus memanggil kalian setiap hari supaya berkumpul di lapangan. Tumbuhkan kesadaran dalam diri bahwa setiap kegiatan madrasah merupakan bagian dari tanggung jawab kalian sebagai siswa," pesannya.
Ia juga menyinggung pentingnya kesiapan siswa sejak tiba di madrasah. Setelah datang dan meletakkan tas di kelas, siswa diharapkan segera menuju lapangan apabila terdapat kegiatan yang harus diikuti.
Menurutnya, siswa masih memiliki kesempatan untuk beristirahat dan berbincang dengan teman sebelum kegiatan dimulai, selama tetap berada dalam koridor kedisiplinan dan tidak mengganggu ketertiban.
Pada akhir amanat, H. Abdul Majid berharap seluruh siswa dapat melaksanakan pesan yang telah disampaikannya dengan penuh kesadaran.
"Semoga apa yang menjadi amanah Pak Guru bisa dilaksanakan oleh anak-anak semua," tuturnya.
Upacara kemudian dilanjutkan dengan rangkaian kegiatan berikutnya, termasuk menyanyikan lagu wajib nasional. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan tertib hingga upacara selesai.
Redaksi oleh Ruslan Wahid, ST

0 Komentar