Selamat datang di website MTsN 3 Mataram, Madrasah Uswah (Unggul, Santun, ber-Wawasan, ber-Akhlak dan Handal)

Nobar Film G30S PKI, MTsN 3 Mataram Perkuat Literasi Sejarah Siswa


Mataram — Memanfaatkan momentum peringatan Hari Kesaktian Pancasila, MTsN 3 Mataram menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) film G30S PKI bagi siswa kelas VII, VIII, dan IX, Kamis, 1 Oktober 2026. Kegiatan dilaksanakan setelah upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila dan diikuti siswa dengan pendampingan guru serta mahasiswa Program Pengenalan Lapangan (PLP) dari UIN Mataram dan Universitas Mataram (Unram).

Pelaksanaan nobar dikemas dalam dua kelompok dan dua lokasi berbeda untuk menyesuaikan jumlah peserta serta memberikan kenyamanan selama kegiatan berlangsung. Siswa kelas VII mengikuti pemutaran film di Musholla Ulil Albab dengan menggunakan LCD proyektor. Sementara itu, siswa kelas VIII dan IX mengikuti kegiatan di lapangan madrasah yang telah diberi atap paranet, dengan tayangan menggunakan TV layar lebar super jumbo.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila sendiri diperingati setiap 1 Oktober. Pada 2026, peringatan tersebut mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”

Kegiatan nobar menjadi salah satu bentuk pembelajaran yang dikemas secara berbeda dari kegiatan belajar mengajar di dalam kelas. Melalui tayangan film, siswa diajak melihat kembali materi sejarah dalam bentuk audio-visual sehingga diharapkan dapat membantu mereka memahami peristiwa sejarah secara lebih kontekstual.

Bagi siswa kelas VII, kegiatan berlangsung di Musholla Ulil Albab. Layar LCD proyektor disiapkan agar seluruh peserta dapat menyaksikan tayangan dengan nyaman. Guru dan mahasiswa PLP turut mendampingi siswa selama kegiatan berlangsung, sekaligus membantu memastikan kegiatan berjalan tertib dan kondusif.


Sementara itu, siswa kelas VIII dan IX menempati area lapangan yang telah dilengkapi atap paranet. Penggunaan TV layar lebar super jumbo membuat tayangan dapat dinikmati bersama dalam suasana yang lebih terbuka.

Pembagian lokasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya madrasah mengatur kegiatan secara efektif sehingga seluruh siswa tetap dapat mengikuti nobar dengan tertib tanpa mengurangi tujuan edukatif yang ingin dicapai.

Kehadiran guru bersama mahasiswa PLP dari UIN Mataram dan Unram memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan. Para pendamping turut mengarahkan siswa agar mengikuti kegiatan dengan tertib dan menjadikan tayangan sebagai bagian dari proses pembelajaran.

Bagi mahasiswa PLP, keterlibatan dalam kegiatan tersebut juga menjadi pengalaman langsung untuk melihat bagaimana madrasah mengintegrasikan kegiatan akademik, pendidikan karakter, dan penguatan wawasan kebangsaan dalam aktivitas siswa.


Pendampingan guru juga menjadi penting agar kegiatan menonton tidak berhenti pada aktivitas hiburan semata. Siswa diarahkan untuk menyimak tayangan sebagai bahan pembelajaran dan refleksi terhadap nilai-nilai yang berkaitan dengan sejarah bangsa, persatuan, serta kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kepala MTsN 3 Mataram, H. Marzuki, menyampaikan bahwa kegiatan nobar diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang bermakna kepada siswa. Menurutnya, momentum Hari Kesaktian Pancasila dapat dimanfaatkan madrasah untuk mengajak generasi muda mengenal sejarah sekaligus memahami pentingnya menjaga persatuan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan ruang kepada siswa untuk belajar sejarah dengan cara yang lebih menarik dan kontekstual. Sejarah perlu dipahami dengan baik agar generasi muda dapat mengambil pelajaran dan nilai-nilai yang relevan untuk kehidupan saat ini,” ujar H. Marzuki.

Ia juga menekankan pentingnya pendampingan dalam kegiatan pembelajaran berbasis film. Menurutnya, siswa perlu mendapatkan arahan agar mampu menyikapi materi sejarah secara bijak, kritis, dan sesuai dengan tujuan pendidikan.

“Yang terpenting bukan hanya menyaksikan tayangan, tetapi bagaimana siswa dapat mengambil pelajaran, menumbuhkan rasa cinta terhadap bangsa, menghargai persatuan, serta memahami pentingnya menjaga nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” lanjutnya.


Nobar film G30S PKI di lingkungan MTsN 3 Mataram diharapkan dapat memberikan sejumlah manfaat bagi siswa. Salah satunya adalah memperkuat literasi sejarah. Dengan melihat materi dalam bentuk visual, siswa memperoleh pengalaman belajar yang berbeda dibandingkan hanya membaca buku teks atau mendengarkan penjelasan guru.

Kegiatan tersebut juga dapat menjadi pemantik bagi siswa untuk berdiskusi dan mencari informasi lebih lanjut mengenai sejarah Indonesia. Dengan demikian, film dapat menjadi titik awal pembelajaran, bukan satu-satunya sumber informasi.

Selain aspek pengetahuan, kegiatan juga diarahkan untuk menumbuhkan sikap kebangsaan. Siswa diajak memahami pentingnya persatuan, menghargai keberagaman, menjaga kebersamaan, serta menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam konteks pendidikan madrasah, nilai-nilai tersebut dapat berjalan beriringan dengan pembentukan karakter peserta didik. Siswa tidak hanya diharapkan memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga mempunyai sikap disiplin, bertanggung jawab, menghargai orang lain, dan memiliki kepedulian terhadap kehidupan bermasyarakat.


Pengaturan kegiatan menjadi dua lokasi menunjukkan adanya upaya madrasah menyesuaikan pelaksanaan kegiatan dengan kondisi peserta. Siswa kelas VII ditempatkan di Musholla Ulil Albab dengan fasilitas LCD proyektor, sedangkan siswa kelas VIII dan IX mengikuti kegiatan di lapangan beratapkan paranet dengan dukungan TV layar lebar super jumbo.

Perbedaan fasilitas tersebut tidak mengubah tujuan utama kegiatan, yakni memberikan pengalaman pembelajaran sejarah secara bersama-sama dalam suasana yang tertib dan edukatif.

Kegiatan juga menjadi kesempatan bagi siswa untuk belajar mengikuti sebuah acara bersama dalam jumlah besar. Mereka belajar menjaga ketertiban, menghormati sesama peserta, memperhatikan tayangan, dan mengikuti arahan guru serta pendamping.

Pelaksanaan nobar setelah upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila memberikan kesinambungan antara kegiatan seremonial dan kegiatan pembelajaran. Setelah mengikuti upacara, siswa memperoleh kesempatan untuk memperdalam pemahaman mengenai sejarah dan nilai kebangsaan melalui media audio-visual.

Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya meninggalkan kesan sebagai aktivitas bersama, tetapi juga menjadi pengalaman belajar yang dapat diingat oleh siswa.

Redaksi oleh Ruslan Wahid, ST

0 Komentar