Selamat datang di website MTsN 3 Mataram, Madrasah Uswah (Unggul, Santun, ber-Wawasan, ber-Akhlak dan Handal)

PKKM 2026, Kepala MTsN 3 Mataram H. Marzuki Raih Nilai 99


MATARAM
— Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Mataram, H. Marzuki, S.Pd., meraih nilai 99,38 dalam pelaksanaan Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) tahunan yang berlangsung pada Rabu, 21 Oktober 2026, di MTsN 3 Mataram. Capaian nilai tersebut dengan rincian untuk komponen usaha pengembangan madrasah rata-rata 100, komponen pelaksanaan tugas manajerial rata-rata nilai 100, komponen pengembangan kewirausahaan dengan rata-rata nilai 95,83 dan komponen supervisi guru dan tendik dengan rata-rata nilai 100. 

Tim penilai terdiri atas Rusnan, M.Ag., dari Pokjawas Kementerian Agama Kota Mataram, dengan anggota Jufri, M.Pd. Kegiatan ini menjadi bagian dari evaluasi kinerja kepala madrasah sekaligus upaya mendorong peningkatan mutu tata kelola, kualitas pembelajaran, dan pengembangan madrasah secara berkelanjutan. Lebih special lagi kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Komite MTsN 3 Mataram H. Suhaimi Anwar, S.Sos.

Perolehan nilai 99,38 menjadi capaian penting bagi H. Marzuki bersama seluruh keluarga besar MTsN 3 Mataram. Hasil tersebut juga mencerminkan pentingnya kerja sama kepala madrasah, wakil kepala madrasah, guru, tenaga kependidikan, dan tim pelaksana dalam menyiapkan dokumen serta bukti pendukung yang diperlukan selama proses penilaian.

Awali Kegiatan dengan Syukur dan Komitmen Bersama

Kegiatan PKKM diawali dengan pembukaan, dilanjutkan sambutan Kepala MTsN 3 Mataram, H. Marzuki, S.Pd., selaku penanggung jawab kegiatan. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur kepada Allah Swt. atas kesehatan dan kesempatan yang diberikan sehingga seluruh pihak dapat mengikuti agenda penilaian tersebut.

H. Marzuki juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada tim penilai dari Pokjawas Kementerian Agama Kota Mataram serta mengapresiasi kehadiran para wakil kepala madrasah, guru, tenaga kependidikan, dan seluruh anggota tim PKKM.

Menurutnya, PKKM merupakan agenda evaluasi yang dilaksanakan secara berkala untuk melihat pelaksanaan tugas kepala madrasah selama satu tahun. Oleh karena itu, kegiatan tersebut perlu dipandang sebagai bagian dari tanggung jawab profesional sekaligus ikhtiar bersama dalam meningkatkan kualitas lembaga pendidikan.

“Alhamdulillah, hari ini kita dapat hadir dan melaksanakan agenda penilaian kinerja kepala madrasah di MTsN 3 Mataram. Mudah-mudahan seluruh proses yang telah kita persiapkan dan laksanakan menjadi amal ibadah bagi kita bersama,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa berbagai persiapan telah dilakukan oleh masing-masing tim sesuai dengan komponen dan dokumen yang menjadi kebutuhan penilaian. Setiap tim memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa data, administrasi, dan bukti pelaksanaan program madrasah dapat disajikan dengan baik.

H. Marzuki juga menekankan bahwa keberhasilan pelaksanaan PKKM tidak hanya bergantung pada kepala madrasah, tetapi merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan.

Ia menyampaikan harapan agar hasil penilaian tahun ini dapat dipertahankan dan, jika memungkinkan, ditingkatkan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kami berharap hasil penilaian tahun ini minimal dapat dipertahankan seperti tahun sebelumnya. Namun, yang lebih penting adalah bagaimana kita terus berinovasi, melakukan perubahan, dan menjadi lebih baik dari tahun ke tahun,” ujarnya.

Di akhir sambutan, H. Marzuki menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam persiapan maupun pelaksanaan kegiatan. Ia menegaskan bahwa setiap catatan dan masukan dari tim penilai akan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan.

Empat Komponen Menjadi Fokus Penilaian

Dalam pemaparannya, Rusnan, M.Ag., selaku tim penilai dari Pokjawas Kementerian Agama Kota Mataram, menjelaskan pentingnya PKKM sebagai instrumen untuk mengukur pelaksanaan tugas dan tanggung jawab kepala madrasah.

Penilaian tersebut berorientasi pada evaluasi kinerja sekaligus perbaikan berkelanjutan. Melalui proses ini, madrasah diharapkan dapat mengetahui aspek yang telah berjalan dengan baik serta bagian yang masih perlu disempurnakan.

Empat komponen yang menjadi fokus penilaian meliputi usaha pengembangan madrasah, manajerial, kewirausahaan, dan supervisi. Keempat komponen tersebut memberikan gambaran mengenai upaya kepala madrasah dalam mengembangkan lembaga, mengelola sumber daya, mendorong inovasi, serta melaksanakan pembinaan dan pengawasan terhadap proses pendidikan.

Rusnan menegaskan bahwa hasil penilaian bukan semata-mata menjadi ukuran kinerja individu kepala madrasah. Lebih dari itu, hasil tersebut berkaitan dengan kontribusi seluruh warga madrasah dalam mendukung pelaksanaan program dan pencapaian tujuan pendidikan.

“Penilaian ini merupakan bagian dari upaya kita untuk meningkatkan kualitas dan kinerja, baik kepala madrasah maupun guru. Masukan yang diberikan hendaknya menjadi bahan perbaikan agar mutu madrasah dan pembelajaran terus meningkat,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menindaklanjuti catatan evaluasi sebelumnya. Dokumen dan program yang masih membutuhkan penyempurnaan perlu segera diperbaiki agar pelaksanaan kegiatan berikutnya semakin baik.

Menurut Rusnan, budaya evaluasi dan perbaikan tidak seharusnya berhenti setelah proses penilaian selesai. Sebaliknya, seluruh hasil evaluasi perlu diterjemahkan menjadi langkah nyata dalam pengembangan madrasah.

Apresiasi terhadap Kolaborasi Tim MTsN 3 Mataram

Salah satu hal yang mendapat perhatian dalam pelaksanaan PKKM kali ini adalah kesiapan tim madrasah dalam menyiapkan dokumen dan bukti pendukung sesuai dengan komponen penilaian.

Berdasarkan surat tugas PKKM MTsN 3 Mataram Tahun 2026/2027 Nomor 063/Mts.18.28/KP.00/X/2026, kepala madrasah bertindak sebagai penanggung jawab kegiatan. Kepala tata usaha bertugas sebagai pengarah, sementara wakil kepala madrasah bidang kurikulum menjadi ketua tim. Pelaksanaan kegiatan juga didukung sekretaris, koordinator komponen, dan anggota sesuai dengan bidang tugas masing-masing.

Susunan tim tersebut menunjukkan adanya pembagian tanggung jawab untuk mendukung kelancaran pelaksanaan penilaian. Setiap unsur memiliki peran dalam menyiapkan data dan dokumen yang relevan dengan bidang kerja masing-masing.

Kerja sama tersebut menjadi bagian penting dalam membangun budaya kerja yang terencana, tertib administrasi, dan berorientasi pada hasil. Dengan pembagian tugas yang jelas, proses penyediaan bukti kinerja dapat dilaksanakan secara lebih terarah dan efisien.

Rusnan juga mengingatkan bahwa hasil yang baik merupakan buah dari kerja bersama. Kepala madrasah tidak bekerja sendirian, melainkan didukung oleh guru, tenaga kependidikan, komite madrasah, dan seluruh unsur yang berkontribusi dalam pengembangan lembaga.

Karena itu, capaian nilai 99 dalam PKKM tahun ini patut dimaknai sebagai dorongan untuk mempertahankan kekompakan sekaligus meningkatkan kualitas pelaksanaan program madrasah.

Hasil Penilaian Menjadi Modal untuk Terus Berbenah

Perolehan nilai 99,38 menjadi hasil penting dalam perjalanan pengembangan MTsN 3 Mataram. Capaian tersebut sekaligus memberikan motivasi kepada seluruh warga madrasah untuk terus menjaga kualitas kinerja dan memperkuat pelaksanaan program pendidikan.

Meski demikian, hasil penilaian tetap perlu diikuti dengan tindak lanjut yang terukur. Setiap catatan, saran, dan rekomendasi tim penilai dapat menjadi dasar untuk menyempurnakan administrasi, memperkuat tata kelola, meningkatkan inovasi, serta mengembangkan supervisi pembelajaran.

Dalam pemaparannya, Rusnan juga menyampaikan bahwa MTsN 3 Mataram dipilih untuk menjadi perwakilan Piloting KBC pada jenjang MTs dalam rencana tindak lanjut pemantauan yang akan diteruskan ke tingkat pusat. Informasi tersebut menjadi peluang sekaligus tanggung jawab bagi madrasah untuk memastikan kelengkapan dokumen dan menindaklanjuti masukan yang telah diberikan.

Ia mendorong seluruh tim agar melakukan penyempurnaan sejak dini sehingga berbagai kebutuhan dokumen dan program dapat dipersiapkan secara lebih matang. Upaya tersebut penting agar capaian yang telah diperoleh tidak berhenti sebagai angka penilaian, tetapi menjadi bagian dari peningkatan mutu madrasah secara nyata.

Redaksi oleh Ruslan Wahid, ST

0 Komentar